Senin, 25 November 2013

Nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2013

And...yes, here we go again. Acara penganugerahan yang katanya, maunya, dan menurut beberapa kalangan (tua) dianggapnya sebagai lambang apresiasi tertinggi film Indonesia kembali dimulai, Festival Film Indonesia (FFI) 2013 dan Piala Citra-nya. Tanggal 22 November 2013 kemarin para juri dan penyelenggara sudah mengumumkan para calon penerima a.k.a. unggulan a.k.a. nominasinya, sebelum malam penganugerahannya yang dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah pada 7 Desember 2013 dan akan ditayangkan di SCTV. Sounds awful? Bahkan gw belum nyinggung beberapa kegiatan pendukung sebelum malam puncak seperti pawai 100 artis dengan kereta hias dan senam massal bersama artis. Bite me.

Tetapi mari kita arahkan komentar kepada nominasi 2013 tahun ini. 2013 adalah tahun yang ramai untuk film Indonesia, tetapi menurut gw tahun ini bukanlah tahun 2012 yang ramai DAN bagus-bagus. 2013, however, penuh dengan film-film "mahal" dan semakin baik dalam hal teknis, tapi sejauh ini, hanya ada beberapa yang berani gw bilang "Bagus!", yaitu What They Don't Talk About When They Talk About Love, 9 Summers 10 Autumns, dan Sokola Rimba. Sokola Rimba produksi Miles Films pasti nggak ikut karena, yah you know lah, Miles gitu. 2 sisanya mendaftar di FFI 2013 bersama 51 film lainnya, tapi sayangnya gak berhasil dapet nominasi lebih dari 2, itu pun bukan di kategori utama. Hih.

Tetapi, terlepas dari preferensi penyelenggara dan dewan juri yang emang selalu saja menimbulkan kernyit dahi dari tahun ke tahun, satu hal yang gw setuju dari sistem penjurian tahun ini adalah tidak adanya dewan seleksi film, yang biasanya bertugas untuk menyaring film-film yang mendaftar menjadi beberapa film yang dianggap "pantas dinilai". Biasanya, sistem ini akan mengabaikan film-film yang hanya punya satu unsur yang layak dinilai. Sekarang tanpa adanya seleksi terpisah, semua film yang mendaftar punya kesempatan yang sama masuk nominasi. Penentuan nominasi dan pemenang pun dilakukan oleh dewan juri yang sama, jadi nggak ada tumpang tindih. Dari dulu kek sistemnya kayak gini. Tapi kalo soal hasil penilaian, itu mah tergantung orang-orangnya.

Nah melihat dari daftar nominasi, gw sih cukup kecewa dengan film-film yang gw anggap istimewa ternyata agak diabaikan demi film-film yang lebih "besar". Buat naikin rating kali ya, biar masyarakat awam bilang "wah gini dong penilaiannya, film yang ditonton banyak orang masuk unggulan." Hih. Gak jaminan kale. Gak pantes bilang mana bagus mana enggak kalo alam setahun film Indonesia yang ditonton cuma satu *emosi*. Tetapi gw cukup kaget dengan how much love yang diberikan para juri kepada Belenggu, film Indonesia yang memang memiliki kekuatan teknis dan cerita terkuat tahun ini. Semoga dengan 13 nominasi yang didapat bukan harapan palsu dari para juri, dan menandakan film ini bisa menang banyak Citra, karena dari jajaran Film Terbaik cuma ini yang favorit gw.



Nah, yuk simak daftar nominasi lengkapnya. Info tambahan, ada kategori baru lho, Efek Visual dan Penata Busana. Semoga penilaiannya bener deh. Here they are after the jump (serasa blog bule).




FILM BIOSKOP TERBAIK
5 cm.
Belenggu
Habibie & Ainun
Laura & Marsha
Sang Kiai


SUTRADARA
Dinna Jasanti (Laura & Marsha)
Hanung Bramantyo & Hestu Saputra (Cinta Tapi Beda)
Rako Prijanto (Sang Kiai)
Rizal Mantovani (5 cm.)
Upi (Belenggu)

PENULIS CERITA ASLI
Hestu Saputra (Cinta Tapi Beda)
Leni & Dinna Jasanti (Laura & Marsha)
Mouly Surya (What They Don’t Talk About When They Talk About Love)
Titien Wattimena (Sang Pialang)
Upi (Belenggu)

PENULIS SKENARIO
Danial Rifky & Endri Pelita (Air Mata Terakhir Bunda)
Ginatri S. Noer & Ifan Ardiansyah Ismail (Habibie & Ainun)
Novia Faizal, Perdana Kertawiyudha, Tety Apriliyana (Cinta Tapi Beda)
Titien Wattimena (Laura & Marsha)
Upi (Belenggu)

PEMERAN UTAMA PRIA
Abimana Aryasatya (Belenggu)
Ikranagara (Sang Kiai)
Joe Taslim (La Tahzan)
Lukman Sardi (Rectoverso)
Reza Rahadian (Habibie & Ainun)

PEMERAN UTAMA WANITA
Adinia Wirasti (Laura & Marsha)
Happy Salma (Air Mata Terakhir Bunda)
Imelda Therinne (Belenggu)
Laudya Cynthia Bella (Belenggu)
Laura Basuki (Madre)

PEMERAN PENDUKUNG PRIA
Adipati Dolken (Sang Kiai)
Alex Komang (9 Summers 10 Autumns)
Didi Petet (Madre)
Igor Saykoji (5 cm.)
Norman R. Akyuwen (Tak Sempurna)

PEMERAN PENDUKUNG WANITA
Ayushita Nugraha (What They Don’t Talk About When They Talk About Love)
Dewi Irawan (Rectoverso)
Jajang C. Noer (Cinta Tapi Beda)
Meriza Febriani (Sang Kiai)
Poppy Sovia (Merry Go Round)

PENGARAH SINEMATOGRAFI
Ical Tanjung (Belenggu)
Fahmy J. Saad (Madre)
Ipung Rachmat Syaiful (Habibie & Ainun)
Roy Lolang (Laura & Marsha)
Yudi Datau (5 cm.)

PENATA ARTISTIK

Eros Eflin (Laura & Marsha)
Frans X.R. Paat (Sang Kiai)
Iqbal (Belenggu)
Mai Harison (Air Mata Terakhir Bunda)
Vida Sylvia (5 cm.)

PENATA EFEK VISUAL
S. Suryadi (Gending Sriwijaya)
Eltra Studio (Moga Bunda Disayang Allah)
Galih Mahardika (The Legend of Trio Macan)

PENYUNTING GAMBAR
Aline Jusria (Laura & Marsha)
Cesa David Luckmansyah & Ryan Purwoko (Get M4rried)
Cesa David Luckmansyah & Ryan Purwoko (Rectoverso)
Wawan I. Wibowo (Habibie & Ainun)
Wawan I. Wibowo (Belenggu)

PENATA SUARA
Adityawan Susanto (Sang Pialang)
Aufa R. Triangga Ariaputra (Laura & Marsha)
Khikmawan Santosa (Belenggu)
Khikmawan Santosa, M. Ikhsan, Yusuf A. Pattawari (Sang Kiai)
Satrio Budiono (Habibie & Ainun)

PENATA MUSIK
Aghi Narottama (Sang Kiai)
Aghi Narottama & Bemby Gusti (Laura & Marsha)
Aksan Sjuman (Belenggu)
Thoersi Argeswara (Kisah 3 Titik)
Tya Subiakto Satrio (Bidarari-Bidadari Surga)

PENATA BUSANA
Aldi Harra (Air Terjun Pengantin Phuket)
Aldi Harra (Sang Pialang)
Darwin Tse (Laura & Marsha)
Retno Ratih Damayanti (Habibie & Ainun)
Andhika Dharmapermana (Belenggu)

Dewan Juri Film Bioskop: Slamet Rahardjo Djarot (ketua), Tommy F. Awuy, Norman Benny, Armantono, Roy Lolang, Didi Petet, Arswendo Atmowiloto, Hartanto, dan Remy Sylado.



FILM PENDEK TERBAIK
Dino (Edward Gunawan)
Gazebo (Senoaji Yulius)
Pohon Penghujan (Andra Fembrianto)
Simanggale (Donni Arlen)
Tikus (Khusnul Khitam)

Dewan Juri Film Pendek: Matius Ali (ketua), Clara Sinta, Jon de Rantau, Agni Ariatama, dan Kemala Atmojo

FILM ANIMASI PENDEK TERBAIK
Florist (M. Panji Saifullah)
Hebring & Bagol (Marlin Sugama & Dennis Adhiswara)
Inspektur Jonni (Muhammad Fajar)
Kripik Sukun Mbok Darmi (Heri Kurniawan)
Sang Supporter (W. Darmawan)

Dewan Juri Film Animasi: Gotot Prakosa (ketua), Bambang Gunawan Santoso, Adi Nugroho, Rachmat Rizal, Deddy Syamsuddin



FILM DOKUMENTER PANJANG TERBAIK
Batak, Perjalanan ke Tanah Leluhur (Mahatma Putra, Tasha May)
Denok dan Gareng (Dwi Susanti Nugraheni)
Jejak Nusantara, Episode Teknologi Para Leluhur (Yoga Nugraha)
Mangga Golek Matang di Pohon (Toni Trimarsanto)
Superglad Rock Together (Andi Bachtiar Yusuf & Mega Setiawati)

FILM DOKUMENTER PENDEK TERBAIK
Dongeng Sebuah Batik (Ony Wahy Pahlevi)
Manisnya Garam (Eryawan Sri Martono)
Pahare (Juwita Sari)
Split Mind (Nia Sari)
The Man Comes Around (Adi Saputra)

Dewan Juri Dokumenter: Arthur S. Natan (ketua), Lianto Suseno, Gerson A. Ayawaila, Tjandra Wibowo, dan German G. Mintapradja



4 komentar:

  1. Film Indonesia terbaik di tahun 2013 untuk sementara ini menurut saya adalah What They Don't Talk About When They Talk About Love. Cuman itu sih nontonnya....... *bakar*
    Gak komen soal FFI. Cuman satu sih nontonnya :p *abaikan komen ini*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hih =P. Nanti ditonton semua ya, 3 dari 5 calon film terbaiknya sudah ada DVDnya lho *info*

      Hapus
  2. Setujuuuu, Belenggu emang yg paling berkarakter d antara semua nominee. Btw, blognya keren, keep up terus & sukses yaa.. Aamiin =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ya *terharu*, doakan semoga blog ini terus melaju =)

      Hapus