Jumat, 01 Maret 2013

[Movie] Belenggu (2013)


Belenggu
(2013 - Falcon Pictures)

Written & Directed by Upi
Produced by Frederica, Upi
Cast: Abimana Aryasatya, Imelda Therinne, Laudya Cynthia Bella, Verdi Solaiman, Jajang C. Noer, Arswendi Nasution, Rifnu Wikana, Bella Esperance, Davina Veronica, Avrilla, Early Ashyla


Film ini menurut gw lumayan mengundang banget untuk ditonton. Posternya mungkin sekilas agak gimana gitu (tapi sebenarnya cukup menjual kalau untuk penonton kita), tapi kalo liat-liat promonya, premis dan gaya visualnya sepertinya sih kesukaan gw banget *ciailah*. Belenggu adalah film kesekian dari sutradara wanita Upi (Avianto) namun yang pertama yang bergenre thriller—bukan horor ya. Hei, ini juga film Upi pertama yang gw tonton, hehe. Melanjutkan tradisi film-film sejenis misalnya buatan Joko Anwar (Kala atau Pintu Terlarang) dan film-film produksi Amerika ataupun Korea, Belenggu adalah sebuah film bernada misteri yang akan berkurang kenikmatannnya kalau terlalu banyak diungkapkan apa plotnya. Itu sebabnya gw nggak bisa menulis tentang "makna" film ini secara lugas, karena itu butuh spoiler habis-habisan. Ya nggak seru aja kalau dibongkar semua di sini.

Kita diperkenalkan pada Elang (Abimana Aryasatya), seorang bartender (atau bahasa ala-ala teks terjemahan di TV: pramutama) yang kerap mengalami mimpi buruk, di dalamnya selalu memunculkan sosok orang berpakaian badut kelinci dan seorang wanita modis berambut pendek. Ia merasa mimpi itu berkaitan dengan kengerian yang terjadi di lingkungannya, yaitu adanya pembunuhan berantai terhadap wanita yang belum terungkap siapa pelakunya, dan setiap penduduk saling mencurigai. Suatu hari, Elang menemukan wanita bersosok persis seperti di mimpinya, namanya Jingga (Imelda Therinne). Kehadiran Jingga tak hanya membawa cita cinta harapan dan ku terbawa dalam kisah lama *itu mah lagu 90-an*, tetapi meyakinkan Elang bahwa yang dia lihat dalam mimpi-mimpi buruknya adalah kebenaran, termasuk sosok badut kelinci itu yang diyakininya adalah si pembunuh.

And that's not even half of the story =D. Penuturan film ini mengikuti gaya-gaya misteri yang sepertinya bercerita tentang apa tapi ternyata sebenarnya tentang apa. Orang-orang menyebutnya "twist", umumnya disimpen-simpen sampe akhir banget, dan seharusnya menjadi kejutan buat penonton sehingga membuat film itu berkesan "wow". Tapi kita kan udah bosen ya sama model begituan (apalagi yang "ternyata semua itu hanya mimpi" *siram air* =p). Belenggu ini berbeda. Secara keseluruhan memang sepertinya sudah bisa kita temukan di film-film lain, ada twist-nya lah, tetapi cara penuturannya menurut gw memiliki sesuatu yang indah, nggak "here's the twist!" terus selesai. Tidak ada yang dipaksakan harus "hehe, nggak nyangka kan loe?" sambil menertawakan penontonnya, melainkan diuraikan pelan-pelan sehingga ceritanya semakin utuh dan tidak membuat penonton merasa bodoh bertanya-tanya. Btw, gw suka struktur penuturannya yang seakan bergerak maju, terus di satu titik bergerak mundur lagi dari sudut pandang berbeda. Simetris.

Ceritanya memang punya struktur yang menarik, tetapi cukup sayang gw merasa paruh awalnya agak melelahkan, pacing-nya cukup tersendat seperti dipanjang-panjangkan. Terus terang gw nggak bisa enjoy bagian itu karena "aneh"-nya berasa kelamaan, tata musiknya pun nggak membantu. Baru pada paruh kedua gw mulai semangat lagi karena penuturannya lebih enak. Namun, satu hal utama yang membuat gw betah pantengin Belenggu terus-terusan adalah production value yang sangat juara, baik dream sequence maupun yang nyata (eh? nyata? =P). Ini baru namanya film. Tata artistiknya yang bernuansa vintage tampil misterius tapi tampak plausible, tidak mengada-ada, dan juga tanpa product placement yang kurang ajar. Gerombolan lampu bohlam di dalam bar tempat Elang kerja itu brilian! Tata sinematografinya dengan apik dan cakepnya berhasil menangkap semua kemisteriusan itu. Presentasi gambarnya juga sangat enak dilihat di layar besar (mungkin karena bukan pake kamera foto yang lagi ngetren banget itu =P).

Oh iya, penampilan aktornya juga baik. Abimana menjalankan tugasnya dengan sukses sebagai pemeran utama meskipun adegan"solo"-nya tidak sebaik ketika ia berinteraksi dengan pemeran lain *ih sotoy banget gw*. Kredit khusus gw mau berikan bagi Imelda Therinne dan Arswendi Nasution yang selalu menunjukkan depth ketika muncul di layar. Imelda mungkin emang cocok sama peran-peran psycho depresif gitu kali ya =) (inget Medley).

Belenggu adalah thriller misteri psikologis dengan packaging yang sangat meyakinkan, cukup menegangkan dan mengundang rasa penasaran. Sekalipun agak sedikit tersendat di sebagian penuturannya, gw suka film ini secara keseluruhannya. Ide cerita yang sepertinya tidak baru pun—yaitu menggabungkan beberapa ide dasar yang muncul di film-film sejenis (kalau disebut ntar spoiler, jangan deh)—menurut gw dikelola oleh Upi dengan baik dan kawin, nggak kacau atau sekadar rip-off belaka. Adegan-adegan berdarahnya mungkin tidak terlalu shocking gimana gitu, malah cenderung jinak (kalau dibanding The Raid atau Gending Sriwijaya), tetapi semua kekurangan-kekurangan itu bisa tertutupi dengan konsep dan penataan cerita yang baik, visual sangat keren, dan tentunya niat yang baik.




My score: 7,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar