Selasa, 27 November 2012

Nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2012

And here we go again, rangkaian perhelatan tahunan Festival Film Indonesia kembali digelar. Dan seperti tahun-tahun belakangan, selalu bakalan ada "sesuatu" yang patut dibicarakan mengenai ajang apresiasi paling tua dan *uhuk* bergengsi bagi perfilman nasional ini, entah itu sesuatu yang menggembirakan ataupun (mostly) sesuatu yang mengherankan. 

Setidaknya itulah yang tampak dari daftar nominasi Piala Citra yang diumumkan pada 26 November 2012 kemarin di bioskop Metropole XXI Jakarta, yang juga disiarkan secara live streaming di festivalfilmindonesia.com. Mungkin ini terjadi karena sistem penjurian yang kembali ke asal, terlepas dari percobaan FFI 2011 lalu yang sudah melakukan terobosan sistem yang cukup fair. Maksudnya, kali ini kembali film-film yang dinilai dewan juri jumlahnya hanya sekian yang lolos seleksi awal. Ya nggak apa-apa sih, cuma sayang aja, sebab kelemahan sistem ini adalah film yang hanya punya 1-2 unsur menonjol tapi nggak lolos seleksi jadi nggak punya kesempatan. O well, setidaknya tahun ini jumlah anggota dewan juri Piala Citra khusus film bioskop bertambah jadi 15 orang, karena sebelumnya nggak pernah lebih dari 10 orang, mudah-mudahan jadi lebih objektif (or not). We'll see.


Kembali ke nominasi Piala Citra, ada semacam peningkatan buat gw pribadi karena dari film-film yang dapat nominasi, gw (hingga postingan ini dipublikasikan) hanya belum menonton 2 judul film, yang memang baru akan beredar di bioskop. Tapi gw tetap heran dan kecewa, film-film yang gw anggap paling bagus dan paling layak dapat apresiasi lebih malah dikasih sedikit sekali nominasi, semisal Rayya Cahaya di Atas Cahaya, Cita-Citaku Setinggi Tanah, dan terutama Mata Tertutup yang thought-provoking itu. Aargh! Well, 'kan itu selera gw *masih nggak rela*, yah mungkin dewan juri yang sekarang punya pertimbangan berbeda dari gw yang nggak tau apa-apa ini, dan ini semakin terlihat jelas dengan segitu cintanya mereka pada film Rumah di Seribu Ombak yang bagi gw malah yang terlemah dari semua film Indonesia yang udah gw tonton tahun ini. Ck.

Namun demikian, marilah kita menantikan kiprah insan perfilman Indonesia dalam Piala Citra FFI 2012.  Kita sudah tahu bahwa pemenang Piala Citra sangat tidak mudah ditebak, kita hanya bisa berharap semoga yang layak yang akan mendapat. Acara penganugerahan Piala Citra akan dilaksanakan di Benteng Vrederburg, Yogyakarta pada 8 Desember 2012, jamnya nggak tau (yang pasti malem), disiarkan langsung oleh SCTV...yea, I know, but at least bukan RCTI =p.

Berikut nominasi untuk Piala Citra FFI 2012 (dari berbagai sumber):




FILM TERBAIK
Demi Ucok
Lovely Man
Rumah di Seribu Ombak
Soegija
Tanah Surga…Katanya

SUTRADARA
Erwin Arnada (Rumah di Seribu Ombak)
Hanung Bramantyo (Perahu Kertas)
Herwin Novianto (Tanah Surga…Katanya)
Sammaria Simanjutak (Demi Ucok)
Teddy Soeriaatmadja (Lovely Man)

PENULIS CERITA ASLI
Danial Rifki (Tanah Surga…Katanya)
Emha Ainun Najib (Rayya, Cahaya di Atas Cahaya)
Sammaria Simanjuntak (Demi Ucok)
Salman Aristo (Garuda Di Dadaku 2)
Teddy Soeriaatmadja (Lovely Man)

PENULIS SKENARIO
Danial Rifki (Tanah Surga…Katanya)
Jujur Prananto (Rumah di Seribu Ombak)
Sammaria Simanjuntak (Demi Ucok)
Teddy Soeriaatmadja (Lovely Man)
Titien Wattimena (Hello Goodbye)

PEMERAN UTAMA PRIA
Donny Damara (Lovely Man)
Emir Mahira (Garuda di Dadaku 2)
Muhammad Syihab (Cita-Citaku Setinggi Tanah)
Reza Rahadian (Test Pack: You’re My Baby)
Tio Pakusadewo (Rayya, Cahaya di Atas Cahaya)

PEMERAN UTAMA WANITA
Acha Septriasha (Test Pack: You’re My Baby)
Annisa Hertami (Soegija)
Atiqah Hasiholan (Hello Goodbye)
Geraldine Sianturi (Demi Ucok)
Jajang C. Noer (Mata Tertutup)

PEMERAN PENDUKUNG PRIA
Butet Kartaredjasa (Soegija)
Dedey Rusma (Rumah di Seribu Ombak)
Fuad Idris (Tanah Surga…Katanya)
Lukman Sardi (Rumah di Seribu Ombak)
Rio Dewanto (Garuda di Dadaku 2)

PEMERAN PENDUKUNG WANITA
Christine Hakim (Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya)
Kenes Andari (Hello Goodbye)
Mak Gondut (Demi Ucok)
Meriam Bellina (Test Pack: You’re My Baby)
Wulan Guritno (Dilema)

PENATA SINEMATOGRAFI
Anggi Frisca (Tanah Surga…Katanya)
Faozan Rizal (Perahu Kertas)
Padri Nadeak (Rumah Di Seribu Ombak)
Yunus Pasolang (Hello Goodbye)
Yudi Datau (Dilema)

PENATA ARTISTIK
Allan Triyana Sebastian (Soegija)
Ezra Tampubolon (Tanah Surga…Katanya)
Fauzi (Perahu Kertas)
Rezki Ridha (Demi Ucok)
Richard Sibuea (Lovely Man)

PENYUNTING GAMBAR
Cesa David Luckmansyah (Rumah di Seribu Ombak)
Robby Barus (Hello Goodbye)
Sastha Sunu (Dilema)
Waluyo Ichwandiardono (Lovely Man)
Wawan I. Wibowo (Soegija)

PENATA SUARA
Adityawan Susanto (Tanah Surga…Katanya)
Andri Yargana (Demi Ucok)
Khikmawan Santosa (Modus Anomali)
Satrio Budiono (Rumah di Seribu Ombak)
Satrio Budiono & Trisno (Soegija)

PENATA MUSIK
Andhika Triyadi (Perahu Kertas)
Djaduk Ferianto (Soegija)
Thoersi Argeswara & Gung Alit Bona (Rumah di Seribu Ombak)
Thoersi Argeswara (Tanah Surga…Katanya)
Tya Subiakto Satrio (Dilema)

Dewan Juri Film Bioskop:
Mohammad Sobary (budayawan), Mayong Suryo Laksono (wartawan), Rima Melati (aktris), Prof. Dr. Siti Musdah Mulia (akademisi, penulis), Aline Jusria (editor-peraih 2 Piala Citra), N. Riantiarno (aktor, sutradara, penulis naskah-peraih Citra), Hartanto (penata suara-peraih Citra), Agni Ariatama (sinematografer), Bustal Nawawi (produser-peraih Citra), Idris Sardi (musisi, penata musik-peraih 10 Citra), Bobby Sandy (sutradara, penulis naskah), Cok Simbara (aktor), Yudi Datau (sinematografer-peraih Citra), Radhar Panca Dahana (sastrawan), H. Teuku Rusian (penata artistik)


FILM PENDEK
Langka Receh
Long Imagine
Memburu Harimau
Rahasia
Wan An

Dewan Juri Film Pendek:
Fajar Nugros (sutradara, penulis naskah), Happy Salma (aktris-peraih Citra), Gotot Pakosa (sutradara), Bambang Supriadi (sinematografer), Clara Sinta (aktris)


FILM DOKUMENTER
A Short Story of Raden Saleh Syarif Bustaman
Bandung Lintas Masa
"Bena" Eksotika Megalitik
Di Batas Kekuasaan
Wae Rebo, Menjaga Hunian Demi Peradaban

Dewan Juri Film Pendek:
Hadi Artomo (sinematografer, penata suara-peraih Citra), Rae Sita Supit (aktris), IGP Wiranegara (sutradara, produser-peraih 2 Citra), Soleh Ruslani (sinematografer-peraih Citra), Arturo GP (editor-peraih Citra)


update:
Pemenangnya sudah bisa dilihat di sini.

3 komentar:

  1. film Indonesia gak ada visual efeknya,...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kategorinya ada tapi kali ini nggak ada nominasinya, mungkin nanti langsung ada pemenangnya, semoga saja =)

      Hapus
  2. follback donk gan....http://seputarmovies.blogspot.com/

    BalasHapus