Selasa, 11 September 2012

[Movie] Test Pack: You're My Baby (2012)


Test Pack: You're My Baby
(2012 - Starvision Plus)

Directed by Monty Tiwa
Screenplay by Adhitya Mulya
Based on the novel by Ninit Yunita
Produced by Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Cast: Reza Rahadian, Acha Septriasa, Renata Kusmanto, Uli Herdinansyah, Karissa Habibie, Ratna Riantiarno, Meriam Bellina, Jaja Mihardja, Oon Project Pop, Dwi Sasono, Gading Marten


Hidup di tengah-tengah masyarakat yang rata-rata kepo dan usil sering basa-basi sekaligus berniat ngatur kehidupan orang lain seperti di Indonesia ini, rasanya pertanyaan "kapan punya anak?" adalah pertanyaan yang menyakitkan bagi kehidupan seseorang, dengan hipotesa bahwa pertanyaan ini adalah pertanyaan paling menjengkelkan setelah "kapan nyusul nikah?", walau masih di atas "nggak mau kasih adek?". Tapi terlepas dari peer presure yang sudah jelas adalah alasan yang salah untuk memenuhi ekspektasi yang terkandung dalam ketiga pertanyaan tadi, Test Pack: You're My Baby mungkin adalah gambaran yang fair tentang pasangan yang kesulitan mendapat anak namun sangat menginginkannya dengan atau tanpa tekanan sosial. Film ini berfokus pada emosi dari pasangan muda yang sudah pada puncak merindukan hadirnya keturunan dan pengaruhnya pada hubungan mereka berdua.

Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa), pasangan psikolog dan insan periklanan yang mapan dan sukses, meski dari tampangnya sulit dipercaya tetapi kata film ini mereka sudah menikah selama 7 tahun (percaya aja deh) namun belum ada tanda-tanda akan mendapatkan keturunan. Kehidupan mereka berdua fine-fine aja sih, masih kayak penganten baru, santai dan suka bercanda. Namun ketika mereka sudah merasa cukup berusaha namun tiada berhasil, Tata dan Rahmat akhirnya mendatangi dokter kandungan bernama dr. Peni S. (Oon Project Pop) dan mulai melakukan berbagai program yang tidak mudah, kesantaian dan canda tawa mereka pun berangsur-angsur terpinggirkan. Di saat yang sama, muncul wanita dari masa lalu Rachmat, Shinta (Renata Kusmanto), seorang model yang sedang naik karirnya dalam lingkup internasional, yang di saat yang sama sedang dalam masa frustrasi pasca gugatan cerai dari sang suami. Dan dengan berbagai kesulitan yang kemudian bergulir, apakah Rachmat dan Tata akan tetap bertahan hingga akhirnya berhasil mendapatkan anak sebagaimana mereka idam-idamkan?

Dengan sangat "berat hati" =D gw perlu mengatakan bahwa Test Pack adalah sebuah film yang sangat well-made dan worth to watch. Serius. Meski materi ceritanya terdengar tidak istimewa, Monty Tiwa beserta regu produksinya telah memberikan perlakuan yang sangat baik untuk kisah drama mature ini. Dengan materi yang lebih kena di orang-orang dewasa, perlakuannya pun sangat dewasa walau tidak terlalu berat. Dialog-dialog yang ditampilkan terdengar wajar tidak aneh-aneh, tidak overdramatic, desain produksi dan sinematografinya masih terlihat "filmis" dan nyaman dipandang, porsi humornya pun, walau kadang ada maksanya juga (kemunculan Agung Hercules, anyone?), tidak mengalihkan fokus dari kedalaman emosi tiga tokoh utama film ini. Tidak ada yang bisa benar-benar di-complain dari aspek-aspeknya. Setiap penataan situasinya tampak believable dan mudah diikuti, pengadegannya juga ditata baik sekalipun tanpa dialog. Lajunya memang agak sedikit lambat, tetapi tidak sampai bikin bener-bener bosan. Akting para pemainnya pun tidak bisa dicela, Reza, Acha dan Renata memberikan performa yang masing-masing baik bahkan kuat, demikian juga beberapa tokoh-tokoh pendukung yang tampil sesuai porsi. Mungkin penggunaan (banyak) cameo dari beberapa orang terkenal tidaklah penting, bahkan Poppy Sovia cuman literally numpang lewat doang, tapi lagi-lagi, film ini tetap bisa kembali fokus pada tokoh dan cerita utamanya, hal-hal tersebut bukanlah gangguan berarti.

Selain dari penceritaannya yang mungkin akan berbicara bagi sebagian orang yang merasa pernah mengalami, ada banyak hal yang bisa digali dari Test Pack ini, mungkin yang terutama adalah soal komitmen dan menemukan kembali definisi kebahagiaan, serta memaknai kembali tujuan berkeluarga. Di sini sebenarnya terangkat dua pasangan yang mengalami nasib serupa. Rachmat dan Tata belum dapat anak meski sudah diusiki secara halus oleh ambunya Rachmat (Ratna Riantiarno), tetapi tekanan untuk mengandung anak itu justru datang dari keinginan mereka sendiri. Sedangkan Shinta, meski memiliki kesuksesan karir luar biasa, harus mengalami pahitnya tekanan keluarga sang suami (Dwi Sasono) karena belum bisa melahirkan anak bagi mereka, sehingga disuruh cerai. Pertanyaannya, apakah "anak" adalah satu-satunya afirmasi sebagai manusia utuh, satu-satunya "alat" penentu kehormatan dan kebahagiaan manusia? Pertanyaan ini dijawab dengan bijak, halus, dan sederhana di film ini, dan gw termasuk setuju dengan jawabannya. 

Test Pack adalah film drama (dengan bumbu komedi) sederhana tapi tidak gampangan ataupun dangkal, juga adalah film yang tahu betul apa yang dibicarakannya. Terlihat dan terasa manusiawi tanpa perlu gimmick berlebih, kontroversi atau eksotisme lokasi agar dapat tampil menarik. Sebuah film yang wajar dan jadi bagus karena kewajarannya itu. Positif.



My score: 8/10

10 komentar:

  1. Keren reviewnya mas. sys sendiri salah satu penggemar novel test pack. wajib nonton nih kyna. thanks a lot yaaa

    BalasHapus
  2. @Dian: Terima kasih komplimennya *jadi malu*
    wah harus nonton dong berarti. setidaknya bagi saya yg belum baca versi novelnya film ini tidak mengecewakan...apa pengaruh penulis naskahnya adalah suami dari penulis novelnya ya? =)

    BalasHapus
  3. slh satu film lokal yg bagus mnrutku..pas..adda mewek ada ngakak nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, rasanya sih (seharusnya) film ini banyak disukai =)

      Hapus
  4. tapi, novelnya lebih bagus menurutku. sebagai pembaca. aku rada kurang puas dengan hasil visualisasinya kdlm film. terutama pas tokoh tata di perankan oleh aca septriasa. usianya kurang mapan untuk berperan jd tokoh Tata.
    tp, rieviewnya keren, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya, saya juga agak ngeganjel sama castingnya, tapi setidaknya penjiwaan mereka cukup meyakinkan lah *pendapat yg gak baca novelnya, hehe*

      terima kasih ya sudah mampir =)

      Hapus
  5. Berarti film ini recommended yaa ! :) Ahhh... pengen buruan nonton. Thanks reviewnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. film yang membumi dan menghibur. selamat menyaksikan =)

      Hapus
  6. "Apa adanya kamu sudah melengkapi saya" kalimat pendek yg diucapin Kang Rahmat waktu akad Nikah, sedikit tp bermakna...... great Movie..

    BalasHapus