Jumat, 30 Desember 2011

Year-End Note: My Top 10 Albums of 2011

Setelah lagu-lagu, sekarang saatnya mendaftar album-album yang gw sukai di tahun 2011. Jika lagu itu ibarat sebuah adegan, maka album adalah keseluruhan film. Maka penilaiannya bukan sekadar ada lagu apa, tetapi bagaimana ketika album itu di dengarkan dari track pertama sampai terakhir (syarat utama: nggak bosenin), jadi tidak tergantung pada satu dua lagu saja. Setiap tahun gw sebetulnya nggak terlalu banyak mendengarkan album-album, tahun ini pun hampir saja gw memutuskan cuman memuat top 7 album saja, namun akhirnya dapet juga 10 album yang gw dapat gw nikmati lebih dari 2-3 kali putaran, ada yang udah dari awal tahun, ada juga penambahan last minute (yah bisa dibilang kejar deadline, tapi ya udahlah =P). Bisa dibilang juga kategori inilah yang memotivasi gw mengubah sistem senarai akhir tahun menjadi pemeringkatan top 10, karena kesan album-album di bawah ini tidaklah setara, yang paling atas adalah yang paling markotop. Namun tenang, yang penting 10 album ini tetaplah berkesan dengan caranya sendiri-sendiri





10. R – Ohashi Trio (大橋トリオ)
Ohashi Trio merilis sepasang album bersamaan, L dan R, entah dengan tujuan apa. Setelah mendengar keduanya, gw lebih terkesan pada R yang punya sisi lebih sendu, meskipun L juga tidaklah tidak enak. Sesungguhnya, terbesit sedikit kejenuhan kala mendengarkan 10 track isi album si artis yang memainkan seluruh instrumen "trio"-nya seorang diri ini, banyak interlude dan outro yang rasanya terlalu panjang, dan vokal Ohashi juga agak bergumam kayak gayanya Indra Lesmana. Akan tetapi, pengemasan lagu-lagu yang enak dan manis nadanya dalam musik folk-jazz dengan 90% instrumen non-listrik tetaplah unik dan berkesan, gw harus menaruhnya dalam senarai ini.



9. Mind Travel – Superfly
Sempet bikin gw merengut di album keduanya, Superfly mempersembahkan album ketiga yang lebih memuaskan dan lebih enjoyable. Dengan sedikit meng-tone-down distorsi dan gebukan bertensinya (masih ada sih), namun tanpa meninggalkan konsep 60s-70s-inspired, Mind Travel dihiasi variasi yang menyenangkan, mulai dari disko, stadium rock, akustik, gospel hingga Motown. Dan vokal Shiho Ochi masih juara di sini, sanggup meng-cover semua gaya musik tersebut. 



8. Superstar (スーパースター) – back number
Gw suka banget single "Hanataba" yang jadi lagu Jepang no.1 gw tahun ini, namun gw masih agak ragu pada back number setelah sedikit mendengar single-single lainnya yang menurut gw biasa saja. Gw pun coba mendengarkan album (major) debut band ini. Benar saja, musik mereka masih terdengar pop-rock biasa saja, namun entah kenapa gw tidak bisa tidak menikmati album bertajuk Superstar ini dari awal hingga akhir. Mungkin pilihan variasi permainan instrumennya, beatnya yang asik, mungkin juga vokalnya yang mulus, atau juga aransemen mereka yang nggak ribet tapi catchy, gw belum tau pastiIni album "pop-rock biasa" paling enjoyable yang pernah gw dengar beberapa waktu belakangan ini.
Review



7. Discovery – No Regret Life
Ini dia jawaban mengapa No Regret Life tidak kedengaran selama 3 tahun-an belakangan ini, rupanya kontrak mereka dengan major label (bawahan Sony Music Japan) telah disudahi dan tahun 2011 trio post-grunge ini kembali dengan label mandiri, saking nggak lakunya (kasihan ya). Mungkin terpengaruh dengan semangat baru, album Discovery ini terdengar berenergi dan menyematkan positivisme band yang sesungguhnya berpotensi ini, meskipun tampilan musiknya tidak jauh berbeda dari karya-karya mereka sebelum ini. Untungnya juga mereka tidak sembrono dalam menggeber semangat, mereka menampilkan variasi irama di tiap-tiap lagunya yang ber-chorus maut sehingga terhindar dari kejenuhan kala mendengarkannya, kayak konser aja.
Review



6. A Tribute to KLa Project – various artists
Gw berani menyatakan dengan yakin bahwa seperti inilah sebuah album tribut seharusnya dibuat. Karya-karya besar nan apik dari KLa Project ditata ulang untuk dibawakan oleh artis-artis yang lebih muda dengan karakter masing-masing, yang akan (relatif) menyenangkan penggemar KLa dan terlebih lagi penggemar artis-artis yang membawakan lagu-lagunya di sini. Sebuah album kompilasi yang dikonsep dan dieksekusi dengan cerdas, dan yang penting: enjoyable.



5. WHITE – Angela Aki
Salah satu alasan gw suka Angela Aki adalah dia pasti punya gambaran jelas mau seperti apa karya yang dihasilkannya. WHITE sendiri memiliki konsep yang unik, 5 lagu baru dan 5 lagu cover (baik lagu orang lain maupun lagunya sendiri yang direkam ulang, baik bahasa Jepang maupun Inggris. Oh that enka cover is superb), semua dalam karakter Angela yang kuat, untuk memenuhi tema "the new you" yang diusungnya. Meskipun tidak seimpresif karya-karya sebelumnya, WHITE tetaplah sebuah perpanjangan reputasi Angela yang tidak pernah menghasilkan karya jelek hingga album ke-5 nya ini. Quality music.



4. Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna – Kahitna
Album double disc berisi 28 lagu ini penting gw taruh di senarai ini sebagai tanda salut gw terhadap Kahitna, atas kemurahan hatinya dalam mempersembahkan hit-hit mereka tanpa ditahan-tahan dalam sebuah album. Merekalah artis Indonesia yang so far paling tidak pelit dalam hal membuat album kompilasi hits. Tak hanya soal itu, album ini juga berhasil dalam fungsinya mengingatkan kembali range musik Kahitna yang dinamis namun tetap manis didengar. Wajib punya? Of course.
Review



3. HOP3 – RAN
Dengan album ketiga ini, RAN telah membuktikan bahwa mereka adalah "hope" bagi generasi muda musik Indonesia. Kreativitas bermusik trio pop-urban ini semakin terasah. Meskipun dalam album ini musik mereka lebih mengarah ke digital, namun, alih-alih tersesat, karakter RAN malah semakin jelas. Nada-nada lincah nan catchy dibungkus dengan aransemen yang asik nan groovy, tema liriknya pun mengalami progress, menjadikan album ini sangat kompak dan menyenangkan meskipun hanya terdiri dari 9 lagu di dalamnya.



2. Realtime Singer Songwriter – Yu Takahashi 
(リアルタイム・シンガーソングライター – 高橋 優)
Terkejut adalah artis yang tadinya gw agak remehkan ternyata malah jadi gw sukai banget. Yu Takahashi gw kira akan jadi penyanyi/pencipta-lagu bergitar beraliran pop-folk-rock "berkarakter" yang hanya punya 1-2 lagu enak abis itu selesai. Siapa nyana, album debutnya, Realtime Singer Songwriter (ini catchphrase yang diciptakan oleh orang yang sama yang menciptakan slogan "No Music No Life" untuk toko kaset Tower Records) seakan menawan gw sejak didengar pertama kali, padahal denger pertama itu cuma sambil lalu pas gw mandi. Enak-enak BANGET lagu dalam album ini, dan begitu mudah dinikmati dengan variasi irama dan mood lagu-lagunya yang disusun sedemikian rupa. Bahkan gaya nyanyi Takahashi yang asal-asalan (cenderung annoying) tidak menghalangi gw menjadikan album ini salah satu yang paling sering gw puter tanpa bosan hingga sekarang. Best debut album I've heard in recent years.
Review








1. 21 – Adele
Terlepas dari galau-galauan, terlepas dari ini konon album terlaris di dunia tahun ini, yes, 21-nya Adele adalah album paling TERBAIK tahun 2011 ini. Sudah bosan nampaknya mengemukakan alasan kenapa album ini bisa disukai banyak orang, ya vokal Adele yang exceptional, ya rangkaian liriknya yang menggedor-gedor emosi, ya musik pop/soul/R&B-nya yang sangat rapi. Buat gw, simply karena tiap-tiap lagunya enak dan mudah dikenali, tanpa kecuali. Mau didengarkan berurutan ataupun random tidak masalah, gw tidak sanggup melongkap satu track pun dari album ini, tanpa bosan. Jika ada oknum-oknum yang enggan meletakkan album ini sebagai favoritnya, berarti dia hanya menyangkal karena gengsi nggak mau ikut arus *nuduh*. Bukan soal liriknya semata, tetapi keseluruhan bunyi dari album ini. Great job, mbak Adele.
Review




Next: My Top 10 Films of 2011
Previously: My Top 10 Songs of 2011 (International, Indonesia, Japan)

2 komentar:

  1. Aku malah suka banget dengan albumnya Ohashi Trio -- L dan R. Mungkin karena dari dulu aku suka dengan lagu-lagu yang durasinya panjang, dan interlude-nya lebih lama dari liriknya. Heuheu (=_=)a. Di antara 10, yang belum punya cuma albumnya No Regret Life. Terima kasih sudah mengenalkan Yu Takahashi. Dia jenius! =D.

    BalasHapus
  2. @Rafael: Ohashi Trio kurang suka mungkin juga karena nyanyinya kayak nggak semangat, hehe.
    No Regret Life itu cukup recommended terutama untuk yang suka karya mereka terdahulu.
    Mas Yu emang keren ya =)
    Terima kasih sudah menyimak. List-list saya banyak juga ya yang sama dengan list do blognya Rafael *tos*

    BalasHapus