Selasa, 20 Desember 2011

[Album] A Tribute to KLa Project


Various Artists - A Tribute to KLa Project
(2011 - KLa Corp.)

Tracklist:
1. RAN - Tentang Kita
2. The Upstairs - Lantai Dansa
3. Ungu - Yogyakarta
4. Vidi Aldiano - Semoga
5. Ahmad Dhani - Terpurukku Disini
6. Violet - Bahagia Tanpamu
7. Pongki Barata - Meski T'lah Jauh
8. Babas - Sudi Turun Ke Bumi
9. MALIQ & D'Essentials - Prasangka
10. Kerispatih - Menjemput Impian


KLa Project itu salah satu band besar Indonesia. Kurang tau ya apakah salah satu paling laku atau bukan, yang pasti unit musik pop modern yang terdiri dari Katon Bagaskara (vokal), Lilo (gitar, vokal) dan Adi Adrian (piano, keyboard) ini—thus "KLa", dari inisial nama, kali aja ada yang nggak tau—punya pengaruh besar bagi industri musik Indonesia. Mereka mulai merilis karya dari akhir 1980-an dan sangat aktif menelurkan hits di sepanjang tahun 1990-an, masa-masa keemasan yang sayangnya belum bisa dibangkitkan kembali pada dekade selanjutnya, namun respek orang-orang terhadap mereka tidak pernah pudar. Lihat aja di toko-toko kaset, pasti masih ada setidaknya CD/kaset album Dekade 1988-1998 dan atau The Best of KLa milik KLa Project masih dijual di sana, bukti bahwa mereka masih punya nilai jual *analisasotoy*. Baik musik maupun lirik KLa terbilang distinctive dari yang lainnya, lirik mereka sangat nyastra, dan musik mereka tidak karatan dimakan zaman. Kecuali masalah kualitas rekaman, coba deh, lagu-lagu KLa yang dirilis 10-15 tahun yang lalu, ketika didengarkan sekarang, nggak ada rasa "lagu lama"-nya, musik KLa selalu current didengar kapanpun, ini sebuah keistimewaan yang langka.

Kini selain masih mengeluarkan album dan manggung-manggung, KLa Project sudah punya perusahaan rekaman sendiri. Album A Tribute to KLa Project adalah salah satu produknya. Lilo (tanpa Stitch) yang selama ini juga aktif sebagai produser sepertinya sadar betul akan kerinduan penikmat musik Indonesia pada karya-kaya KLa pada masa keemasannya, sehingga beliau menggagas sebuah album tribut dengan mengundang beberapa artis untuk membawakan lagi lagu-lagu KLa. An artist-approved tribute album, aye =). Artis-artisnya pun bukan anak-anak kemarin sore kayak album-album tributnya Indonesian Idol, melainkan mostly artis-artis yang sudah dan sedang dikenal yang, and I find this brilliant, punya karakter dan pasar masing-masing. Lagu-lagu yang dipililih pun bukan sekedar yang terkenal saja, tetapi juga yang dianggap paling sesuai dengan artis-artis yang membawakannya.

Hal itulah yang membuat gw salut sama A Tribute to KLa Project ini, tidak asal ambil momentum, melainkan dikonsep dan dieksekusi dengan baik dan benar. Menurut gw, lagu cover version yang baik adalah yang ketika didengarkan seakan itu lagu milik artis yang menyanyikannya, tidak seperti lagunya orang, meskipun yang dengar sudah tau itu lagu orang lain. Dalam album tribut ini, sebagian sudah demikian. Lagu "Tentang Kita" dibawakan RAN dengan karakter RAN yang pop groovy, "Terpurukku Disini" *tiba-tibagatelpengenperbaikigrammar* dibawakan Ahmad Dhani seperti karakter musiknya sekarang-sekarang ini yang dominan digital, lagu fenomenal "Yogyakarta" dibawakan Ungu yang tidak berkarakter dengan pop-rock-melankolis ala Ungu. Yang paling jempolan menurut gw adalah "Lantai Dansa" yang dibawakan The Upstairs yang new wave (rock agak campur disko) berhias synthesizer—bahkan dikasih lirik tambahan oleh sang vokalis Jimi Multazam—udah bukan kayak lagu KLa lagi, serta "Prasangka" yang dengan tepat setepat-tepatnya dibawakan MALIQ & D'Essentials yang bernuansa acid jazz asyik sebagaimana band ini telah dikenal khalayak. Mungkin karena gw juga nggak familiar dengan kedua lagu ini *buehehehe* tetapi menurut gw pencapaian dua artis ini dalam memperlakukan lagu-lagu KLa menjadi milik sendiri namun tetap dengan hormat adalah yang paling terpuji dari sepuluh track yang ada di album ini. Keren.

Sisanya terbilang aman-aman saja. Vidi Aldiano "Semoga" dalam nuansa vokal pop murni, "Menjemput Impian" oleh Kerispatih dengan vokalis-baru-yang-terlalu-berusaha-pengen-suaranya-mirip-vokalis-lama dalam musik pop yang cukup riuh dan megah, "Meski T'lah Jauh" oleh Pongki Barata si mantan-vokalis-Jikustik-yang-dulu-suaranya-mirip-vokalis-KLa bareng sang isteri, Sophie Navita dalam pop mellow standar saja, dan "Bahagia Tanpamu"—perhaps my least favourite KLa song, both this and the original versions—oleh trio/girlband vokalis-violinis asuhan perusahaan rekaman milik KLa sendiri (ciee promo ni ye), Violet dalam nuansa pop dihiasi permainan biola sepanjang lagu, track-track ini masih bisa dibilang okelah, listenable walau masih terkesan "artis-artis yang menyanyikan lagu KLa Project", tidak lebih. Jika ada yang paling mengejutkan dari album ini, mungkin adalah track "Sudi Turun Ke Bumi" yang dinyanyikan oleh seseorang bernama Babas (entah siapa, nggak kenal). Tadinya sebuah lagu pop progresif yang sangat berkarakter, kali ini dibawa ke arah yang sama sekali berbeda: modern rock! Di satu sisi bisa dibilang "kacau" dan "berkhianat" karena melodinya ada yang bergeser dan nuansanya pun jadi lebih spooky (=P), namun di sisi lain lagu ini keren juga, modern rock-nya nggak setengah-setengah dan tetap menjadikannya lagu yang sesuai dengan karakter penyanyinya. I kinda like it, though.

Secara keseluruhan gw menikmati 10 lagu KLa Project yang dibawakan artis-artis "muda" ini (apa? Ahmad Dhani nggak muda? Parah loe, dia 'kan tetep lebih muda daripada mas-mas KLa =P). Meskipun tidak bisa dibilang suka semua tracknya, itu tertutupi oleh kekaguman atas cerdasnya cara Lilo sang produser album ini untuk menarik dua pasar: penggemar KLa dan penggemar artis-artis yang memberi tribut. Album ini jelas membawa kembali nostalgia lagu-lagu lawas KLa Project yang tidak akan terlalu diprotes para penggemarnya, di saat yang sama gw rasa setiap track bisa dipasarkan dan diterima oleh masih-masing segmen penikmat artis-artis yang membawakannya: penggemar RAN pasti akan menyukai "Tentang Kita", penggemar Ungu pasti akan memuja-muja "Yogyakarta", anak-anak "indie" pasti akan respek pada rendisi enerjik "Lantai Dansa" dari The Upstairs, anak-anak ABG pasti akan mudah tersentuh sama "Semoga"-nya Vidi Aldiano, simpatisan Republik Cinta pun rasanya akan bangga atas cover "Terpurukku Disini" oleh Dhani. Strategi pemasaran lewat jaringan mini market Indomaret pun terbilang lebih masuk akal dan jujur (jaringan luas sampe ke kabupaten-kabupaten, dan belinya nggak maksa kaya paket KFC =p), bahkan diintegrasikan dengan proses kreatif. Coba lihat warna cover yang senada dengan logo Indomaret =). This might be how a tribute album should be made, tanpa tekanan dari label, tetap mempertimbangkan komersialitas serta memaksimalkannya sejak tahap kreasi, dan pastinya memberikan penghormatan yang pantas pada si empunya karya yang dibawakan. Gara-gara album ini akhirnya ada lagunya The Upstairs dan Ungu di playlist gw...



My score: 7,5/10


Previews from YouTube

A Tribute to KLa Project promo



MALIQ & D'Essentials - Prasangka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar