Rabu, 28 Desember 2011

Year-End Note: My Top 10 Songs of 2011 (Indonesia)

Year-End Note 2011 selanjutnya adalah lagu-lagu Indonesia. Tahun ini seperti beberapa tahun belakangan ada mungkin ratusan lagu-lagu Indonesia yang dirilis...dan sebagian besar gw nggak tau. O well, berikut adalah 10 lagu di antara sedikit yang gw dengar yang paling menyantol rasa, dari yang artisnya entah siapa hingga yang sudah go international *prett* sampe band lama format baru. Check them out...






10. "Lebih Indah" – Adera
I have no idea who he is, tetapi lantunan lagu pop dengan aransemen rapih-lengkap dan vokal enak yang gw temukan di YouTube gara-gara banyak yang bilang suka sama lagu ini di Twitter ini memang salah satu lagu paling mudah dinikmati sepanjang tahun. Petikan gitarnya asik dan liriknya nggak malu-maluin. Siapapun itu Adera yang menyanyikannya, good music will just shine.




9. "Bebas" – Stereocase feat. Sara (Un Soirée)
Kalau boleh jujur gw agak merasa terganggu sama vokalnya yang terlalu "bergaya" dan treble. Tetapi, gw amat sangat tidak terganggu dengan komposisi lagu ini. Meleburkan pop enerjik dengan sedikit funk dan lirik yang menambah semangat, "Bebas" yang asyik ini tampaknya tepat untuk membawa Stereocase lebih dikenal khalayak.




8. "Hujan Turun" – Sheila On 7
Bersyukurlah bahwa Sheila On 7, band yang sempat jadi idola hampir segenap insan manusia Nusantara pada awal 2000-an ini tetap berusaha berkarya meski formasi bandnya agak "porak-poranda". Gw mungkin agak "berhenti menggemari" mereka setelah album ke-4, namun lagu-lagu baru mereka saat ini sebenarnya tidaklah jelek sama sekali, walau mungkin belum bisa mengulangi masa kejayaan mereka dahulu. Lagu "Pasti Ku Bisa" sempat gw tag untuk jadi salah satu lagu Indonesia favorit gw tahun ini, namun kemudian muncul "Hujan Turun" yang lebih santai, lebih sederhana dan lebih "berasa". Tjakep lagu ini.




7. "Baby I’m Sorry" – Tauruz
Lagu dari duo akustik yang kredit nama-nama personilnya agak @L4y ini sekilas bernuansa John Mayer gimana gitu. Musiknya simpel, liriknya tidak terlalu istimewa, vokalnya cukup oke meski belum distinctive, namun secara keseluruhan kemasannya terasa pas dan tanpa beban, mengalir sejuk dan lancar, lalu di akhir diberi sedikit power sehingga lagu ini lolos dari kesan datar mejemukan. Lagu selingkuh tapi adem.




6. "Lelaki Dungu" – Sandy Canester
Sandy Canester ini pernah ngeluarin album nggak sih? Gw punya pegangan beberapa karyanya yang cukup memotivasi gw membeli albumnya (tapi nggak pernah nemu), selain pada warna vokalnya yang khas. "Lelaki Dungu" selain berjudul catchy, lagunya pun demikian. Nada-nada minor dan lirik galau dikemas dengan cerah dan asik, struktur nada verse-nya lebih di atas daripada chorus-nya pun menambah keunikan lagu ini. Vokal Sandy yang sebenarnya smooth pun rupanya tidak tenggelam sama irama medium-beat.




5. "Paralyzed"  –  Agnes Monica
Meskipun dengan jalan yang (sangat) tersendat, Agnes Monica akhirnya bisa menunjukkan bahwa ia mampu membuat karya yang setara kualitas internasional. Nuansa Pop R&B elektronika medhok dapat kita jumpai pada lagu ini, lengkap dengan melodi yang simpel (tidak ribet dan over the top kayak "Godai Aku Lagi" misalnya =P) serta aransemen musik modern yang juga tidak ribet namun bermassa. Liriknya (khususnya yang berbahasa Indonesia) pun dirangkai dengan apik. So, shut up, haters.




4. "Hanyalah Cinta" – Anggun
Nah sekarang kita beranjak pada artis Indonesia yang go-international betulan (sorry, Nez fans, she's just not there yet), Anggun mengerti betul bahwa pasar paling setia untuknya adalah negeri asalnya, Indonesia. Lagu "Hanyalah Cinta" meski memang dibuat oleh tim penulis mancanegara, namun versi lirik berbahasa Indonesia ini lebih cocok dengan melodinya dibandingkan versi bahasa Inggrisnya. Sangat catchy dan unik, diberi aksen mandolin yang mempermanis balada tentang cinta ini.




3. "Do Re Mi" – Budi Doremi
Ketika semua orang berusaha membuat lagu se-mellow mungkin, Budi hadir dengan nuansa lebih ceria bahkan terkesan main-main. Lagu "Do Re Mi" ini begitu ganas meracuni kuping dengan nuansa dan pemilihan chord yang mirip-mirip "I'm Yours"-nya Jason Mraz dan "The Lazy Song"-nya Bruno Mars (serta kemudian ditemukan di "Under The Misteltoe"-nya Justin Bieber, nothing is original these days), ringan dan terkesan jenaka. The lyrics somehow are a bit maksa and doesn't make sense. Tetapi jika diperhatikan dengan baik, performa seorang Budi tidaklah main-main, warna suaranya keren dan tekniknya pun asik tanpa ada kesan sok dibagus-bagusin. Vokal Budi, and I'm saying it with confidence, sukses memberi banyak nilai tambah untuk lagu ini, dari sekedar enak dan lucu menjadi sangat enjoyable.




2. "Sepeda" – RAN
Appeal RAN sebagai artis muda paling berbakat pada generasi saat ini masih terasa buat gw. Lagu "Sepeda" sedikit berbeda dari lagu-lagu mereka lainnya, terutama pada liriknya yang steril dari soal cinta. Keceriaan bersepeda pagi-pagi tercermin pada pembawaan yang fun dan aransemen yang tetap groovy, pemilihan chord-nya asik, melodi yang dinyanyikan pun sangat catchy. Good song indeed.








1. "Pujaan Hatiku" – Jikustik
Hands down, this is the most beautiful song of the year. Jikustik sempat goyah dengan hilangnya vokalis utama mereka, namun dengan menarik vokalis baru yang suaranya lebih keren, Jikustik berhasil mencuat kembali lewat lagu ini. Dengan effortless-nya lagu ini merenggut perhatian, liriknya puitis sederhana, melodinya syahdu tanpa cengeng, komposisi musik akustikanya menyejukkan luar biasa, perpaduan vokalis baru (Brian) dengan si bassist/ever-2nd-vocalist (Icha) membuatnya begitu menusuk. Sebuah lagu yang sangat Indonesia namun empunya keindahan langka. Bravo, Jikustik!











Honorable Mention: Guilty Pleasure of the Year
"Hamil Duluan" - Tuty Wibowo
O well, lagu dangdut Pantura ini memang asal-asalan dan lucu-lucuan saja. Namun siapa yang sanggup menahan goyangan ataupun tawa tiap kali mendengar lagu dengan pesan moral sangat baik ini. Gw heran banyak yang mengganggap lagu ini kampungan dan tidak mendidik. Hey, lagunya memang kampungan (obviously), tetapi lagu ini JAUH LEBIH MENDIDIK daripada "Jadikan Aku yang Kedua"-nya Astrid atau "Kekasih Gelap"-nya Ungu yang diklaim lebih bermutu itu. Masih mending dikasih tau kalo pacaran sambil tidur berduaan dan gelap-gelapan bisa hamil duluan, dasar orang-orang picik nggak tau terima kasih!





Next: My Top 10 Songs of 2011 (Japan)
Previously: My Top 10 Songs of 2011 (International)

5 komentar:

  1. Telat banget komennya. Guilty pleasure-nya bikin nganga, juaranya juga (ternyata sama), Adera tuh kalau tak salah anaknya Ebiet G. Ade kan? =D

    BalasHapus
  2. @Rafael: =))
    Adera anak Ebiet? wah, kalo benar thanks for the info ya =)

    BalasHapus
  3. Adera Ega kan? Ega itu inisial nama ayahnya =).

    BalasHapus