Senin, 03 Desember 2012

Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2012

Sebelum sampai pada Festival Film Indonesia, tahun ini ada pula sebuah ajang penghargaan untuk perfilman nasional yang diadakan pertama kalinya, Apresiasi Film Indonesia 2012, atau disingkat dengan sangat obvious sebagai AFI. Berbeda dengan FFI yang menilai film sebagai (supposedly) karya seni, AFI ini secara khusus menilai film-film sebagai media promosi nilai-nilai kebangsaan, yang dianggap memiliki "nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa". Atau kalo versi pengertian gw: film-film yang mendidik dan yang punya pesan moral. Film baik-baik lah, kira-kira begitu. Wajar, karena ajang ini diprakarsai dan diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Konon ajang ini digunakan sebagai promosi terhadap film-film yang memiliki nilai-nilai tersebut di atas tetapi kerap luput dari pandangan masyarakat. Kind of pretentious, but it's not wrong, really.


Meskipun dasarnya demikian, ajang ini tetap menilai beberapa unsur dalam film termasuk dari segi teknis, tepatnya ada 12 kategori untuk film panjang, ditambah kategori film dokumenter, film pendek, dan film animasi. Ada sebuah hiburan tersendiri buat gw ketika seluruh peraih penghargaan berbentuk lambang burung "tut wuri handayani" versi tinggi langsing ini telah dibagikan, dan salah satu film Indonesia terbaik (menurut gw) tahun 2012, Mata Tertutup memenangkan 5 piala, termasuk Film Terunggul. Menurut gw ini semacam jodoh, film karya Garin Nugroho yang memang dibuat sebagai film "propaganda" nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan anti-makar adalah contoh tepat sebuah film yang hendak mendidik tanpa kehilangan sisi artistiknya yang kental, yang sangat cocok dengan kriteria utama AFI. Kesuksesan Mata Tertutup di AFI ini jadi preseden baik, semoga saja pada ajang-ajang berikutnya akan tampil film-film yang sama baik kualitasnya dengan film ini. Untuk hal ini, tomat benyek buat FFI 2012 =p (yang hanya menominasikan Mata Tertutup di SATU kategori. SATU! Unbelievable).

Untuk malam penghargaannya sendiri telah diadakan pada 2 Desember 2012 pukul 9 sampai 11 malam di Sentul International Convention Centre (yang sangat sangat kegedean buat sebuah ajang debutan, IMO), ditayangkan langsung oleh ANTV, tanpa iklan! Serius. Meski jelas masih canggung dan kedodoran (yah ANTV gitu, berapa kali sih dia bikin award show?), "tanpa iklan"-nya itu bener-bener mengesankan gw, hehe, full-blocking nih penyelenggaranya. Akibatnya, acaranya fokus pada persoalan film, tidak dipaksakan harus "menaikkan rating" dengan menampilkan hal-hal yang tak relevan semisal harus ada boyband/girlband atau ST12 *udahbubarjugasik*. Dari konsep acara, niatnya baik, cuman eksekusinya semoga bisa diperbaiki di kemudian hari, pindah momennya tuh masih banyak kriik kriik.

Anyway, berikut ini adalah para pemenang piala AFI 2012 yang mendapat gelar "Terunggul".


Sambutan Bupati Kabupaten Bogor, AFI 2012 di SICC, Sentul.
Foto dari www.bogorkab.go.id

FILM CERITA TERUNGGUL
Mata Tertutup

nomine: Brandal-Brandal Ciliwung, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Soegija, Tanah Surga...Katanya


SUTRADARA TERUNGGUL
Garin Nugroho (Mata Tertutup)

nomine: Affandi Abdul Rahman (Negeri 5 Menara), Eugene Panji (Cita Citaku Setinggi Tanah), Garin Nugroho (Soegija), Herwin Novianto (Tanah Surga...Katanya)


PEMERAN UTAMA PRIA TERUNGGUL
Fuad Idris (Tanah Surga...Katanya)
*walau harusnya beliau lebih tepat sebagai peran pendukung, tapi ya udah sik*

nomine: Adipati Dolken (Perahu Kertas 1), Nirwan Dewanto (Soegija), Reza Rahadian (Hafalan Shalat Delisa), Rio Dewanto (Garuda di Dadaku 2)


PEMERAN UTAMA WANITA TERUNGGUL
Jajang C. Noer (Mata Tertutup)

nomine: Astri Nurdin (Tanah Surga...Katanya), Gritte Agatha (Brandal Brandal Ciliwung), Maudy Ayunda (Perahu Kertas 1), Nirina Zubir (Hafalan Shalat Delisa)


PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERUNGGUL
Kukuh Riyadi (Mata Tertutup)

nomine: Al Fathir Muchtar (Hafalan Shalat Delisa), Donny Alamsyah (Negeri 5 Menara), Lukman Sardi (Rumah di Seribu Ombak), Ringgo Agus Rahman (Tanah Surga...Katanya)


PEMERAN PENDUKUNG WANITA TERUNGGUL
Annisa Hertami (Soegija)

nomine: Andania Suri (Rumah di Seribu Ombak), Eka Nusa Pratiwi (Mata Tertutup), Elyzia Mulachela (Perahu Kertas 1)


PENULIS SKENARIO CERITA TERUNGGUL
Armantono & Garin Nugroho (Soegija)

nomine: Danial Rifki (Tanah Surga...Katanya),  Satriono (Cita Citaku Setinggi Tanah ), Tim Maxima (Brandal Brandal Ciliwung), Tri Sasongko (Mata Tertutup)


PENGARAH VISUAL TERUNGGUL
Erwin Arnada (Rumah di Seribu Ombak)

nomine: Allan Sebastian (Soegija), Eros Eflin (Negeri 5 Menara), Fauzi (Perahu Kertas 1), Nanang Rahmad Hidayat (Mata Tertutup)


PENGARAH SINEMATOGRAFI TERUNGGUL
Anggi Frisca (Mata Terutup)

nomine: Anggi Frisca (Tanah Surga...Katanya), Aria Tedja dan Aga Wahyudi (Cita Citaku Setinggi Tanah), Roy Lolang (Negeri 5 Menara), Teoh Gay Hian (Soegija)


PENYUNTING GAMBAR TERUNGGUL
Cesa David Luckmansyah & Ryan Purwoko (Hafalan Shalat Delisa)

nomine: Ahmad Beck Taufik (Mata Tertutup), Cesa David Luckmansyah (Negeri 5 Menara), Cesa David Luckmansyah (Rumah di Seribu Ombak), Laura Bee (Cita Citaku Setinggi Tanah)


PENATA SUARA TERUNGGUL
Khikmawan Santosa (Hafalan Shalat Delisa)

nomine: Adityawan Susanto (Tanah Surga...Katanya ), Khikmawan Santosa (Perahu Kertas 1), Satrio Budiono (Rumah di Seribu Ombak), Wahyu Tri Purnomo dan Ipet Tato (Mata Tertutup)


PENATA MUSIK TERUNGGUL
Thoersi Argeswara  (Rumah di Seribu Ombak)

nomine: Djaduk Ferianto (Soegija), Dwiki Dharmawan (Mata Tertutup), Thoersi Argeswara (Tanah Surga...Katanya), Tya Subiakto Satrio (Hafalan Shalat Delisa)


Penghargaan khusus:

PEMERAN ANAK TERUNGGUL
M. Syihab (Cita-Citaku Setinggi Tanah)

PENGABDI SENI DAN KEARIFAN LOKAL
Budiati Abiyoga 
(produser film antara lain Cinta dalam Sepotong Roti [1990], Badut-Badut Kota [1993]; pendiri PT. Prasidi Teta Film yang memproduksi antara lain Kejarlah Daku Kau Kutangkap [1985], Naga Bonar [1986])


Dewan juri film bioskop: Prof. Dr. Imam Prasodjo, MA (sosiolog); Prof. Dr. Tjipta Lesmana, MA (pengamat politik); Dr. Mathius Ali (dosen filsafat/film & TV, penulis); Prof. Dr. Arief Rahman (pakar pendidikan), George Kamarullah (sinematografer, penyunting gambar, penata artistik-peraih 6 Piala Citra)



FILM DOKUMENTER TERUNGGUL
A Short Story of Raden Saleh Syarif Bustaman

nomine: Cuplis Tak Sempat Bermain Bola, Lampion Lampion, Pendaki Gerbong Kaleng , Rinjani

Dewan juri film dokumenter: Andi Ranold; Ainun Ridho, S.Sn.; IGP Wiranegara, S.Sn.; Agus Widjojono; Gerzon Awayail



FILM PENDEK TERUNGGUL
Say Hello to Yellow

nomine: Anak Kanal, Garis Bawah, Jumprit Singit, Kelas 5000-an


FILM ANIMASI TERUNGGUL
Haaahhh...!!

nomine: Battle Of Surabaya, Florist, Kitik, Kripik Sukun Mbok Darmi


Dewan juri film pendek dan animasi: Boy Sandroto, Safei Sarim, Zul Azmi MS, Drs. Willy Hangguman, Maruli Ara



2 komentar:

  1. sangat ironis di mana perfilman kita di ambang kehancuran karena kurangya lahan untuk memutar/distribusi film, pemerintah dengan semangat mengeluarkan acara propaganda apresiasi film nasional. kalo mau apresiasi film kita: banyakin sekolah film, funding film berkualitas, subsidi film lokal (tax break), hancurkan dominasi 21. itu baru apresiasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. well, secara struktural bisnis bioskop bukan tanggung jawab Kemdikbud sih. Tapi soal pendidikan film itu memang perlu jadi perhatian. Masalahnya, di pemerintahan so far masih belum total dalam memberi perhatian pada pendidikan apapun itu jenisnya, dari dasar sampai ke tinggi. Konflik prioritas pasti terus ada, mana yang lebih urgent jadi perhatian. Miris memang. Piala AFI (dan katanya akan ada roadshow ke kota-kota) ini bisa dibilang cara paling instan dan mungkin paling mudah dari mereka (digagas wakil menterinya kalo gak salah) untuk menyemangati perfilman nasional, dan gak ada yang salah dengan itu sih, IMO.

      Good point, though =)

      Hapus