Jumat, 06 Januari 2017

[Movie] The Great Wall (2016)


The Great Wall
(2016 - Universal/Legendary)

Directed by Zhang Yimou
Screenplay by Carlo Bernard, Doug Miro, Tony Gilroy
Story by Max Brooks, Edward Zwick, Marshall Herskovitz
Produced by Thomas Tull, Charles Roven, John Jashni, Peter Loehr
Cast: Matt Damon, Pedro Pascal, Jing Tian, Willem Dafoe, Andy Lau, Zhang Hanyu, Eddie Peng, Kenny Lin, Lu Han, Chenney Chen, Wang Junkai, Huang Xuan, Zheng Kai


The Great Wall adalah sebuah proyek yang wajar bila melihat peta industri perfilman dunia sekarang. Bila rajin baca berita perfilman, film produksi Hollywood mulai merangkul potensi penonton film bioskop di China (yang kalau dapat 1 persen penduduk aja jumlahnya udah 13 juta orang! =O). Cara yang paling sering kita lihat belakangan adalah film-film blockbuster Hollywood, tak terkecuali franchise Marvel dan Star Wars, dibuat kerja sama produksi dengan China, biasanya disertai dengan masang pemain berdarah China atau memasukkan lokasi teritorial China atau setidaknya menampilkan sisi positif keterlibatan bangsa China dalam ceritanya. Konon ini berangkat dari adanya kuota film asing di China, tapi kalau kerja sama dengan perusahaan China nggak dihitung film asing, win-win. Namun, mulai banyak juga film produksi China dengan memakai pemain Hollywood, semacam menunjukkan upaya para pengusaha film di China untuk menjadi pembuat konten setara Hollywood, nggak cuma sebagai konsumen. Contohnya beberapa waktu lalu ada Dragon Blade (film produksi China dengan bintang Jackie Chan, John Cusack, dan Adrien Brody) atau Skiptrace (film China-AS arahan Renny Harlin dibintangi Jackie Chan dan Johnny Knoxville), atau kalau ditarik lagi ke tahun 2011 ada The Flowers of War garapan Zhang Yimou dengan bintang Christian Bale. Speaking of Zhang Yimou, beliaulah sutradara The Great Wall ini, yang diinisiasi oleh Legendary Entertainment (yang sekarang juga udah diakuisisi perusahaan China) sebagai film Hollywood pertama yang syuting sepenuhnya di China, sekaligus film pertama Zhang Yimou yang diproduksi studio Hollywood dengan skenario berbahasa Inggris.

Nah, di satu sisi The Great Wall adalah proyek yang sangat menarik dari skalanya yang besar, juga dengan keterlibatan Zhang Yimou. Konon Zhang Yimou adalah salah satu sineas paling terpandang dari China yang bolak-balik masuk festival film internasional lewat film-film drama penuh makna atau apalah. Sedangkan gw, mohon maaf sekali, hanya tahu karya beliau yang bukan "makanan festival" =D. Zhang Yimou yang gw kenal adalah film silat Hero (2002) yang lebay itu, film silat House of Flying Daggers (2004) yang lebih lebay itu, film prahara rumah tangga kekaisaran Curse of the Golden Flower (2006) yang super-duper lebay itu, plus upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 yang luar biasa akbar-gelegar-bikin-bergetar itu. So, menurut gw, The Great Wall sepertinya nggak akan jauh dari "karakter" Zhang Yimou yang gw tahu, bikin film dengan dana ratusan juta dolar dari Hollywood mah hayuk ajah, pasti sanggup.

Di sisi lain, nggak bisa disembunyiin bahwa ide film ini agak maksa. Mungkin awalnya ingin bikin sesuatu yang besar dari monumen terkenal China, Tembok Besar alias The Great Wall, mulailah dicari-cari cerita yang cocok mengakomodasi kebesaran yang diinginkan sebagaimana kata "besar" di nama Tembok Besar. Nah, berhubung Legendary adalah rumah produksi yang erat dengan laga, sci-fi dan fantasi (contoh Inception, Pacific Rim, Godzilla, Warcraft), maka dibikinlah cerita legenda bahwa Tembok Besar itu sebagai pertahanan pertama melindungi kekaisaran China dari serangan monster. Ya bebas sih, toh faktanya keberadaan tembok ini agak kontraproduktif, setelah dibangun kekaisaran malah jadi lebih sering diserang bangsa asing jadi ya why not diserang monster juga =). Jadi bukan juga berasal dari cerita rakyat China atau apa pun. Sementara untuk bikin jadi blockbuster dipilihlah setting zaman pertengahan, dan supaya jadi internasional dipilihlah bintang Hollywood sebagai pemeran utama, kali ini ada Matt Damon, bersanding dengan bintang-bintang dari teritori Tiongkok. How could this unlikely combination works? Yet....it could =)).

Dua pria dari daratan Eropa, William (Matt Damon) dan Tovar (Pedro Pascal) adalah yang tersisa dari segerombol orang yang lakukan perjalanan panjang dari Barat ke negeri China demi bahan berharga yang disebut bubuk hitam—obviously yang dimaksud adalah mesiu. Saat hampir dekat ke tujuan, monster misterius menyerang mereka, namun William mampu memukul mundur monster itu. Tak lama keduanya tertangkap saat melewati Tembok Besar, yang anehnya sedang dipenuhi ribuan pasukan bersenjata lengkap dari kekaisaran China yang disebut Nameless Order. Ternyata, pasukan ini tengah bersiap melawan para monster misterius yang menyerang setiap 60 tahun sekali, yaitu kelompok lebih besar dari monster yang pernah dikalahkan William. Jenderal Shao (Zhang Hanyu) dan komandan Lin (Jing Tian) melihat keterampilan tempur dua orang asing ini bisa membantu mereka dalam melawan monster-monster itu, sehingga memutuskan untuk memberdayakan mereka daripada cuma disekap. Di saat bersamaan, sekalipun di tengah ancaman bencana seperti ini, William dan Tovar tak rela melupakan tujuan utama mereka untuk pulang ke Eropa jadi kaya raya.

Gw perlu memperingatkan bahwa film ini memang hanya soal itu, nggak lebih. The Great Wall adalah sebuah film action fantasi—walau kalau lihat dari teknologi yang dipakai dan penjelasan tentang monsternya, ini lebih ke sci fi sih—durasinya cuma 90 menit dengan karakter nggak terlalu banyak, jadi wajar aja kalau nggak perlu cerita ribet-ribet. Emang bener-bener ceritanya straight to the point ada monster yuk dikalahin, dirancang agar bisa memfasilitasi berbagai pemandangan laga yang jadi jualan utamanya, dan gw pikir film ini sudah melaksanakan seperti yang semestinya. Flow ceritanya tetap terasa wajar, perbedaaan bahasa digunakan dengan cukup masuk akal, karakterisasinya mudah untuk dikenali (nggak perlu sampai didalami). Namun, gw juga melihat sedikit muatan yang nggak membuat film ini kosong melompong banget, entah itu dari perbedaan cara pandang perang untuk negeri vs perang untuk keuntungan diri, kesetaraan gender—the women practically protect the men in this one, bahwa nggak ada noda musuh yang nggak belajar saat lakukan serangan kesekian kalinya, sedikit hint tentang pejabat pemerintahan yang berlomba-lomba menjilat kaisar, dan—ini mungkin pesanan hehe—ada upaya menunjukkan saling respek antarbudaya, malah seperti ditunjukkan bangsa Tiongkok agak lebih superior dari bangsa Eropa, terbukti mereka lebih dulu memakai teknologi mesiu dan crossbow =). Semacam antitesis dari orientalisme (kecenderungan anggap kebudayaan Timur itu lebih terbelakang) yang sering muncul dari karakter-karakter Asia di karya-karya bangsa Eropa dan Amerika.

Aaakan tetaaapiih, jelas bukan itu poin paling utama yang gw dapat dari film ini. Jika The Great Wall dilabeli sebagai action fantasi sci-fi yang akbar, maka itu sangat benar adanya. Oh my goodness persembahan visual film ini gilak men. Visualnya ditata dalam estetika khas Zhang Yimou yang somehow poetic dan imajinatif, kerap menampilkan bagian-bagian individual dalam jumlah yang buanyak dan membentuk berbagai konfigurasi keren, juga tampilan warna -warni kostum, bangunan, alam, dan benda-benda lainnya yang terang mencolok tapi terkoordinasi dengan indahnya, dibantu pula dengan animasi CGI strata Hollywood yang sangat halus, sedap dilihat dan sangat terkontrol (maap maap nih ya buat film The Sorcerer and the White Snake atau film-film fantasi China lain yang masih mabok CGI =p). Adegan-adegan perangnya benar-benar epic akbar menggelegar dengan konsep berbagai senjata mekanik raksasa ala steampunk yang mungkin nggak kepikiran sama Hollywood, serta dengan taktik-taktik perang yang seru banget, baik dari pihak manusia maupun monsternya. Pertarungan jarak dekat manusia vs monsternya juga mampu memunculkan ketegangan yang berarti, didukung hampir semua karakter di sini pada dibuat bad-ass. Formulanya mungkin Hollywood, tetapi dengan masuknya style yang gw tahu hanya bisa dilakukan Zhang Yimou—yang pastinya harus ada kain berkibar-kibar dan slow motion dong =D, The Great Wall jadi sebuah sajian yang beda dari film-film sejenis yang pernah gw lihat sebelumnya, bahkan mungkin more exciting dari yang murni Hollywood punya.

You guessed it, gw sangat terpuaskan sama The Great Wall ini, sejanggal apa pun proyek ini kelihatannya dari permukaan, dan selebay apa pun kemasannya. It's been a while gw bisa berseru spontan sama adegan-adegan laga sebuah film yang CGI-heavy, dan ternyata bisanya sekarang di film ini. Ini adalah film yang sangat menyenangkan, penuh hiburan mata dan telinga yang memuaskan—Ramin Djawadi once again bikin komposisi musik kece dan catchy. Bukan berarti bebas problem, kekurangan film ini agak signifikan juga di bagian akhirannya yang sayangnya nggak se-epic peperangan-peperangan yang ditampilkan sebelumnya. Tetap rame sih, dan bisa bikin gregetan juga tuh, cuma citarasanya nggak seheboh yang diharapkan. Namun, ya sudahlah. The Great Wall buat gw adalah perpaduan paling sempurna dari Hollywood dan China sejauh ini, ini adalah high quality entertainment dari dua raksasa industri film dunia saat ini. If anything, Zhang Yimou yang gw kenal begitu pandai bikin spektakel insane-tapi-tertata tetap bisa gw temukan di sini, dan bahwa sebenarnya nggak ada pihak yang dipermalukan di sini. Kerenlah pokoknya, film pembuka tahun yang nendang.





My score: 7,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar