Minggu, 08 Juni 2014

[Movie] Godzilla (2014)


Godzilla
(2014 - Warner Bros.)

Directed by Gareth Edwards
Screenplay by Max Borenstein
Story by David Callaham
Based on the character "Godzilla" owned and created by Toho Co., Ltd.
Produced by Thomas Tull, John Jashni, Mary Parent, Brian Rogers
Cast: Aaron Taylor-Johnson, Ken Watanabe, Elizabeth Olsen, Bryan Cranston, Sally Hawkins, David Strathairn, Juliette Binoche, Carson Bolde


Gw kurang familiar dengan posisi Godzilla dalam pop culture dunia selama 60 tahun terakhir ini, secara gw kan masih belia banget getoh. Gw hanya pernah nonton Godzilla versi Hollywood yang pertama di tahun 1998, which was an entertaining monster movie, kecuali bahwa bentuk monsternya jauh banget sama Godzilla versi tradisional. Setelah ngecek-ngecek, Godzilla itu adalah film monster yang pertama kali dibuat di Jepang tahun 1954, yang katanya ahli perfilman bule sih jadi film berstatus klasik dan penting. Godzilla kemudian jadi ber-franchise-franchise sampe di milenium baru dengan kisah-kisah yang makin "kreatif"--that's my word for silly--juga membuat tren baru film-film monster raksasa yang konsepnya sama. And by the way, kita juga bisa melihat influence monster ini cukup besar bagi masyarakat Jepang dengan plesetannya di komik Detektif Conan jadi Gomera, dan sering juga nongol di Crayon Shinchan.

Jadi dalam rangka entah apa, Hollywood mau coba lagi mengangkat Godzilla versi mereka, dan kelihatan sekali mereka ingin lebih setia pada kreasi awal Godzilla versi Jepang, bukan cuma comot nama aja kayak di versi 1998. Well, itu sotoy-nya gw aja sih. Tapi 'kan dalam perkembangannya, Godzilla di film-filmnya di Jepang bukan cuma monster yang bikin ancur dan orang-orang keder, doi malah jadi monster yang membela bumi melawan monster lain yang jahat, an anti-hero, if you may call it. Lalu ada unsur bahwa  ia memang makhluk yang sudah ada aja gitu dari dulu, dan tidak ada kekuatan manusia yang bisa menaklukkannya, itu juga ditonjolkan di film ini. Selain itu, tema bahwa satu-satunya senjata yang (mungkin) bisa menaklukkan Godzilla ternyata in the process bisa memusnahkan jutaan manusia, juga lagi-lagi merujuk pada plot point film aslinya (menurut Wiki ya). Sebagai sebuah remake atau reboot atau reimagining atau apalah, Godzilla versi baru ini sangat hormat dan santun sama materi aslinya. Dan itu langkah yang bagus sekali.

Sekarang tinggal persoalan penonton zaman sekarang bakalan bisa atau tidak menikmati poin-poin itu apabila tidak terlalu kenal hakikat Godzilla. Yang tersisa adalah kisah tentang ayah dan anak yang restrained yang terhubung kembali lewat kasus bangkitnya monster-monster (yup, jamak) yang menimbulkan keresahan bagi bumi. Dan, karena si anak berprofesi militer, ceritanya terkesan ke mana pun doi pergi selalu ada penampakan monster, berulang-ulang. That's kind of a let down to me, walaupun cukup efektif untuk memberinya purpose dalam setiap aksinya, yaitu ketemu lagi sama istri dan anaknya yang masih kecil. Lagian itu masih mending daripada plotnya cuma sekedar wait and see--karena manusia nggak bisa ngapa-ngapain monsternya, which was what this film is practically all about.

Film Godzilla ini memang berjalan cukup slow, dan memang lumayan banyak berfokus pada drama manusianya yang dibikin cukup serius. Gw nggak selalu anggap slow itu buruk atau membosankan, menurut gw slow-nya film Godzilla ini cukuplah. Tetapi, yang sedikit di luar dugaan adalah film Godzilla ini agak-agak tidak memberikan showdown yang cukup komplit dari aksi monster raksasa ancur-ancurin kota, kecuali di bagian klimaksnya. Cuman mungkin bagi para action-junkies, film ini agak nanggung jadinya. Entah perbandingan ini fair atau tidak, film Pacific Rim tahun lalu yang juga menampilkan monster-monster raksasa kasih unjuk setidaknya tiga pertarungan komplit yang lumayan panjang. And that movie is more colorful and fun, so...yeah, you know where I'm getting at.

Kesimpulan gw, Godzilla versi Hollywood 2.0 ini adalah film yang solid, dengan audio visual yang keren, aktor-aktor berkelas, ramuan kisahnya boljug dan juga sangat menghargai materi aslinya. Sekarang tinggal masalah selera saja. Gw sih tidak sampe "waaaah" berulang kali, sekali aja. Menurut gw film ini sudah memenuhi syarat-syarat film yang oke kecuali di bagian "fun", it only has a little of it. Tapi ya nggak berarti jelek juga. Oke kok.




My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar