Rabu, 27 Juli 2016

[Movie] Star Trek Beyond (2016)


Star Trek Beyond
(2016 - Paramount)

Directed by Justin Lin
Written by Simon Pegg, Doug Jung
Based on the TV series "Star Trek" created by Gene Roddenberry
Produced by J.J. Abrams, Roberto Orci, Lindsey Weber, Justin Lin
Cast: Chris Pine, Zachary Quinto, Karl Urban, Zoe Saldana, Simon Pegg, John Cho, Anton Yelchin, Idris Elba, Sofia Boutella, Joe Taslim, Lydia Wilson, Shoreh Aghdashloo, Deep Roy, Melissa Roxburgh


Star Trek adalah one of thoses story materials yang bikin gw tertarik bukan semata-mata karena jalan ceritanya, tetapi karena dunia yang dibuatnya--istilah kerennya: world-building. Bagaimana si kreatornya menyuguhkan ide sebuah dunia lain, bukan juga asal mengarang bebas, tetapi ada konstruksinya, memerhatikan sampai ke rules, sejarah, tata letak, teknologi, sosial, budaya, pokoknya sampai ke bagian-bagian terkecil dikreasikan sehingga 'dunia' itu terkesan hidup. Biasanya yang kayak begini gampang nyantol di gw, sama halnya dengan Star Wars, The Lord of the Rings, serial Game of Thrones, bahkan Pacific Rim dan Warcraft kemarin, misalnya. Nah, khusus untuk Star Trek, mereka nggak cuma berhasil dalam world-building, tapi juga di karakter, dan itulah yang menurut tangkapan gw masih dijunjung tinggi di film-film reboot-nya, Star Trek (2009) dan Star Trek Into Darkness (2013)--yang sebenarnya lebih ke alternate universe-nya daripada reboot, makanya ada dua Spock: versi muda dan versi tua yang datang dari semesta serial aslinya.

Akan sangat dimaklumi kalau film lanjutannya, Star Trek Beyond juga masih memakai karakter sebagai jangkarnya. Tetapi, dengan ada dua film yang sudah lebih bertitikberat pada karakter, kini saatnya kru pesawat penjelajah antariksa Enterprise untuk benar-benar "menjelajah", sebagaimana setiap episode serial TV-nya dulu. Gw yang lebih duluan familier dengan serial Star Trek: The Next Generation teringat (agak samar-samar sih, dekade 1990-an 'kan gw...kayak baru lahir gitu deh =p) bagaimana pesawat besar ini menjadi semacam "rumah" bagi para krunya dengan fasilitas komplet dan hubungan antartokoh yang banyak dinamika. Lalu beberapa waktu lalu gw sempat lihat rerun serial Star Trek orisinal di saluran berlangganan *meski sering ketiduran karena alon banget lajunya ^_^; namanya juga gaya lama ye*, setiap episode membawa mereka ke sebuah planet, makhluk, benda, atau situasi baru yang kerap hadirkan gonjang-ganjing di dalam pesawat, mulai dari disusupi tokoh-tokoh manipulatif, sampai ada Captain Kirk versi jahat. Jadi, tampaknya memang sudah saatnya film-film Star Trek versi baru move on dari origin story dan merapatkan diri pada konsep petualangan dengan cerita-cerita lebih ajaib seperti yang dulu dikenal.

Dalam misi berjangka 5 tahun menjelajahi sisi ruang antariksa yang belum terjamah dan menjadi juru damai antarplanet, kru pesawat USS Enterprise pimpinan Captain James T. Kirk (Chris Pine) sudah masuk tahun ketiga, dan udah agak lelah juga. Mereka memutuskan mampir sejenak di Yorktown, sebuah stasiun luar angkasa metropolitan milik United Federation of Planets (semacam PBB antarplanet di masa depan). Tetapi, mereka nggak bisa beristirahat lama, karena ada sebuah panggilan minta tolong dari seorang alien bernama Kalara (Lydia Wilson) setelah pesawat dan krunya jatuh di planet tak terpetakan. Kru Enterprise kemudian berangkat dengan misi penyelamatan, namun ternyata di sana mereka diserang secara brutal oleh sekelompok makhluk pimpinan Krall (Idris Elba). Enterprise karam, dan para kru terdampar dan terpencar di planet asing itu. Mereka harus saling menemukan dan menyelamatkan, sementara Krall ternyata tengah merancang rencana untuk membuat serangan lebih dahsyat ke Federasi.

Salah satu hal yang gw sangat sukai dari Star Trek Beyond adalah konsepnya, bahwa nggak perlu selalu ada pesawat luar angkasa untuk membuat ceritanya jadi "terasa Star Trek". Toh, yang bikin menarik adalah dunianya dan para karakternya. Pada satu titik di sini karakternya diceraiberaikan di beberapa tempat berbeda: Kirk dengan Chekov (Anton Yelchin), Spock (Zachary Quinto) dengan Dr. 'Bones' McCoy (Karl Urban), Uhura (Zoe Saldana) dengan Sulu (John Cho), lalu yang selalu jadi penyegar suasana, Scotty (Simon Pegg) bertemu dengan karakter baru bernama Jaylah (Sofia Boutella). Meski Kirk jadi pemimpin, di sini dikedepankan bahwa semua anggota utama ini punya peran dan porsinya hampir seimbang. Si kapten--yang sering diasumsikan sebagai si jagoan utama--nggak harus ada di semua adegan untuk membuat ceritanya tetap terasa penting dan menyatu, karena tokoh-tokoh lain juga sama pentingnya. Oh, dan ini nggak cuma soal mereka terdampar di planet asing, taruhannya juga besar, yaitu keselamatan ratusan kru Enterprise yang lain serta kedamaian semesta yang akan terusik.

You know, karena udah agak lama kenal sama materi ceritanya, dan makin ter-hooked setelah Star Trek 2009, gw jadi gampang terima aja sama apa yang ditampilkan Star Trek Beyond. Soal teknologi-teknologi yang tidak belum bisa diaplikasikan sekarang bisa gw ikuti dengan pasrah, demikian pula sajian action-nya yang terus terang seru sekali. Mungkin beberapa fans lama akan menganggap Star Trek seharusnya tidak sebising ini, karena yang dar der dor duar duar itu gayanya Star Wars =P. Tapi, buat gw action yang diterapkan di Star Trek versi-versi baru ini, selain mengikuti tuntutan sebuah film blockbuster era sekarang, feel-nya bedalah sama toko sebelah, karena memang konsepnya lebih ke semangat kolektif ketimbang satu-dua orang dengan motivasi pribadi. Kerasa juga sih Star Trek Beyond ini menampilkan action yang menyerempet ke "Fast & Furious in space" berhubung sutradaranya si Justin Lin (Fast & Furious 4, 5, 6), dan masuk pula beberapa adegan pertarungan mirip The Raid--juga cukup menjelaskan kenapa ada aktor Indonesia, Joe Taslim di sana sebagai tangan kanannya Krall =). Tapi untungnya itu nggak terlalu menghilangkan sisi karakter dan ceritanya. It's fine and still exciting, dan bakal menghibur penonton secara lebih universal. 

Nah, walau demikian, gw nggak bisa bilang bahwa Star Trek Beyond melebihi (setidaknya) dua film pendahulunya. Gw perlu berpikir cukup lama kenapa begitu, dan akhirnya ketemu satu hal yang film ini kekurangan: nilai kebaruan. Star Trek 2009, meski memakai deskripsi tokoh yang lama, penyajiannya itu fresh banget dan beda dari Star Trek yang udah ada, bikin gw terpikat sama karakter-karakternya, sedangkan gaya directing dan penuturannya juga lincah dan asyik banget. Star Trek Into Darkness punya plot yang dibuat agak lebih ngejlimet *pasti gara-gara penulis Damon Lindelof =p* tapi asyiknya juga masih ada. Star Trek Beyond jadi berkurang asyiknya karena apa yang ditampilkan kayak udah pernah ditampilkan sebelumnya, semacam mau banyak easter egg dan referensi, tapi jadinya agak terlalu banyak. Enterprise jatuh udah pernah ada, katastrofi di tengah kota penuh penduduk apalagi, bahkan motivasi si Krall juga agak familiar. But it's okay, karena gw sih lihatnya semuanya diramu cukup enak dalam sebuah tontonan sinema, nggak terasa usang. Kalau digambarkan secara singkat, mungkin Star Trek Beyond ini seperti salah satu episode serial Star Trek lama tapi dengan injeksi action yang ramai seramai-ramainya dan visual mewah semewah-mewahnya.

Buat gw, Star Trek Beyond adalah kelanjutan yang oke dari dua film sebelumnya, agak lebih light tapi nggak mengecewakan. Dan, sekalipun filmnya terkesan ingar-bingar, film ini done a good job untuk masih memasukkan filosofi-filosofi yang selalu jadi unsur kebanggaan dari Star Trek, serta, again, menanamkan ide-idenya melebihi cerita yang dituturkan. Salah satunya soal asal-usul dan cara kerja si Krall yang sebenarnya menarik banget untuk diulik walau tidak diberi waktu lebih untuk dipaparkan panjang lebar--kalau gw cerita lebih dari ini bakalan spoiler hehe. Masih fun, visualnya canggih kekinian, humornya cukup oke, masih respek sama brand Star Trek, dan masih bikin gw mau menantikan petualangan dari para kru Enterprise ini di film-film selanjutnya.





My score: 7,5/10

NB: Kita kayaknya agak meng-underestimate fakta ini, tapi perlu dicatat, digarisbawahi, ditandai, dan dirayakan bahwa ADA AKTOR INDONESIA DI STAR TREK, MENNN!!!! Dan bukan cuma cameo lho *applause*.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar