Jumat, 25 Desember 2015

[Movie] Star Wars: The Force Awakens (2015)


Star Wars: The Force Awakens
(2015 - Lucasfilm)

Directed by J.J. Abrams
Screenplay by J.J. Abrams, Lawrence Kasdan, Michael Arndt
Based on the characters created by George Lucas
Produced by Kathleen Kennedy, Bryan Burk, J.J. Abrams
Cast: Daisy Ridley, John Boyega, Oscar Isaac, Adam Driver, Harrison Ford, Carrie Fisher, Mark Hamill, Domhnall Gleeson, Lupita Nyong'o, Andy Serkis, Anthony Daniels, Peter Mayhew, Gwendoline Christie, Max von Sydow


Mulai tahun ini, kisah epik fantasi Star Wars dibangkitkan kembali dalam sebuah trilogi baru, walau tanpa keterlibatan sang kreator, George Lucas. Ketimbang membuat remake atau reboot, trilogi baru ini justru memanfaatkan konsep Star Wars sebagai sebuah kisah panjang dalam semesta yang luas, sehingga sutradara J.J. Abrams—yang juga menulis skenario bersama Lawrence Kasdan dan Michael Arndt, hanya perlu melanjutkan kisah yang sudah bergulir di dua trilogi Star Wars sebelumnya.

Trilogi baru ini dimulai dengan Star Wars: The Force Awakens, berlatar 30 tahun sejak jatuhnya pemerintahan diktator Empire yang terjadi di film Star Wars: Episode VI – Return of the Jedi. Ketika pemerintahan Republik sedang dibangun kembali, timbul gerakan First Order yang ingin membangkitkan lagi pemerintahan Empire. Salah satu misi gerakan ini adalah membasmi Master Jedi terakhir, Luke Skywalker (Mark Hamill), yang kini menghilang. Pada saat bersamaan, gerakan Resistance membutuhkan Luke untuk bisa mengalahkan First Order yang juga memiliki seorang ksatria kegelapan dengan kekuatanThe Force, Kylo Ren (Adam Driver).

Kisah pun bergerak dari pencarian pihak First Order dan Resistance terhadap keberadaan Luke. Petunjuk pertama ada dalam sebuah peta yang dimiliki Lor San Tekka (Max von Sydow) di planet gersang Jakku. Pilot andalan Resistance, Poe Dameron (Oscar Isaac) berhasil mendapatkan peta itu, namun kemudian Kylo bersama pasukan Stormtrooper generasi baru berhasil menghadangnya. Untunglah, Poe berhasil menyembunyikan peta itu pada robot miliknya, BB-8 yang diperintahkannya untuk kabur.

Dari kejadian itu, cerita menyebar ke dua sisi. Perjalanan BB-8 mempertemuannya pada sosok wanita tangguh bernama Rey (Daisy Ridley). Rey adalah seorang yatim piatu dengan berbagai keahlian, yang hidup sendirian dengan memungut barang rongsokan dengan menjualnya ke pedagang gelap. Namun, pertemuannya dengan BB-8 menjadi gerbang bagi dirinya untuk memenuhi takdirnya yang sesungguhnya.

Sementara Poe yang ditawan Kylo membawa penonton pada sisi dalam dari gerakan First Order, yang memakai berbagai persenjataan dan atribut khas Empire dulu, namun kini dipimpin oleh pemimpin baru nan misterius. Di sini juga diperkenalkan sosok Finn (John Boyega), seorang tentara Stormtrooper yang tampak gamang dengan apa yang dilakukannya, sehingga memutuskan membelot dan menyelamatkan Poe. Poe memutuskan untuk menyelesaikan misi menemukan Luke dan turut menyeret Finn. Petualangan baru untuk menyelamatkan galaksi pun dimulai.

Bisa dikatakan bahwa The Force Awakens mengambil pola penceritaan yang mirip dengan trilogi Star Wars orisinal. Selain memulai cerita dari tengah-tengah sebuah peperangan, film ini memakai benang merah sederhana untuk memperkenalkan karakter-karakternya, serta menggulirkan cerita dari sudut pandang tokoh-tokohnya yang tergolong orang-orang kecil di tengah-tengah peperangan besar yang cukup kompleks. Sebagai sebuah episode baru dengan latar situasi yang baru, tentu saja film ini harus menghadirkan tokoh-tokoh baru yang perlu diperkenalkan dengan baik, sehingga penonton pun dapat mengikuti sepak terjang mereka dengan nyaman selama film berlangsung. 

Di titik inilah Abrams menunjukkan keahliannya. Sebagaimana ia pernah melakukannya dalam Star Trek (2009), ia berhasil memperkenalkan deretan karakter yang jumlahnya tak sedikit di The Force Awakens dengan efektif. Karakter-karakter ini jadi mudah dikenali, baik dari karakterisasi, tindakannya, maupun ciri fisiknya yang dirancang unik. Tak hanya yang baru, perkenalan kembali tokoh-tokoh lama seperti Luke, Han Solo (Harrison Ford), Chewbacca (Peter Mayhew), dan Leia (Carrie Fisher), berhasil memberi kesan sekaligus bernilai nostalgia yang kuat, tanpa harus menimbulkan kebingungan besar bagi penonton yang baru pertama kali menyaksikan franchise Star Wars di film ini.

Nilai nostalgia memang terasa kental di film ini. Dari pola cerita dan perkenalan karakternya, bahkan sampai rancangan visualnya, tampak merujuk langsung pada gaya trilogi orisinal Star Wars. Akan tetapi, The Force Awakens juga berhasil memberikan penyegaran penting. Di film terbaru ini, ada kesatuan yang solid antara drama, emosi, laga, dan humor, yang disajikan dalam laju yang lebih lincah dari film-film terdahulunya. Ini adalah sesuatu yang sangat khas film-film Hollywood era milenium dan, dalam kadar tertentu, khas Abrams. Dari penempatan Rey sebagai salah satu jagoan utama pun sudah menunjukkan nilai kontemporer dari film ini, bahwa kepahlawanan bukan milik kaum laki-laki semata.

Dengan modal itu, The Force Awakens juga berhasil membuat Star Wars menjadi exciting tidak hanya bagi penggemar lama, tetapi juga mereka yang baru bergabung. Dari segi plot, film ini memang agak meniru film Star Wars pertama. Akan tetapi, peniruan itu bukan sekadar mengulang, melainkan melakukan langkah-langkah penting yang membuat film Star Wars pertama itu menjadi sebesar sekarang.

Pertama dan terutama adalah dari membangun karakter-karakter baru yang mudah disukai penonton, tak terkecuali karakter non-manusianya. Konflik terbesar kisah ini memang belum akan dituntaskan di bagian ini, namun The Force Awakens telah sukses sebagai sebuah film yang menggugah untuk menantikan apa yang akan terjadi pada para karakternya di film-film selanjutnya. Bukan berarti film ini berakhir tanggung, karena misi "jangka pendek" di film ini juga akan diselesaikan dengan cara yang megah, sekaligus emosional.

Semua itu dilengkapi dengan akting yang baik dari para pemainnya—mungkin jadi film Star Wars dengan ensambel akting terbaik, intensitas dalam penataan adegan, polesan teknologi visual yang canggih dan sedap dipandang tanpa kesan kelewat berlebihan, The Force Awakens pun menjadi sebuah tontonan yang megah dan memikat. Mungkin tidak benar-benar baru ataupun orisinal, tetapi film ini berhasil membawa kesegaran dari semesta Star Wars, dengan tak mengkhianati brand Star Wars itu sendiri.




My score: 7,5/10

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Muvila.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar