Kamis, 11 Agustus 2016

[Movie] Suicide Squad (2016)


Suicide Squad
(2016 - Warner Bros.)

Written & Directed by David Ayer
Produced by Charles Roven, Richard Suckle
Cast: Will Smith, Margot Robbie, Jared Leto, Viola Davis, Joel Kinnaman, Cara Delevigne, Jai Courtney, Jay Hernandez, Adewale Akinnuoye-Agbaje, Karen Fukuhara, Scott Eastwood, Adam Beach, Ike Barinholtz, Common, Ezra Miller, Ben Affleck


DC Comics dan Warner Bros. tengah membangun sebuah cinematic universe dari superhero mereka, dimulai dari Man of Steel lalu dilanjut dengan Batman v Superman: Dawn of Justice, lalu akan lanjut lagi dengan Wonder Woman, The Flash, Aquaman, dan gabungan dari mereka semua, Justice League. Tetapi, di antara itu semua, terseliplah Suicide Squad. Sebagai non-pemerhati industri komik Amerika, Suicide Squad akan dapat reaksi otomatis 'hah apaan tuh?' dari gw, dan ternyata memang ini bukan kisah superhero kebanyakan--dan mungkin itu sebabnya promosinya digeber banget. Memang masih satu dunia dengan para superhero itu, tetapi ini ternyata lebih kepada kisah program rahasia pemerintah merekrut para penjahat berkemampuan khusus untuk misi negara, keuntungannya adalah apabila gagal, pemerintah bisa tinggal nyalahin mereka, dan kalau mereka mati menjalankan misi ya berarti dunia hanya akan kekurangan beberapa penjahat. Kisah ini kemudian jadi the other side dari dunia superhero DC, sehingga jangan heran kalau tokoh-tokoh yang lebih dahulu terkenal terkenal, seperti Batman, The Flash, dan even The Joker pindah posisi jadi tokoh-tokoh pendukung aja.

Yang kemudian dipersembahkan dalam film Suicide Squad adalah perpaduan ganjil antara kisah laga superhero dengan kisah kriminal dunia bawah kekinian gitu, dipenuhi dengan karakter-karakter aneh yang tidak diketahui pasti agenda dan keberpihakannya, dihiasi berbagai ornamen bling bling ala hip hop yo, dan unsurprisingly mengingatkan pada film-film David Ayer yang pernah gw tonton sebelumnya, film kriminal End of Watch dan film perang FuryWell, they're bad guys, mereka ini ditangkap--beberapa oleh Batman--karena berbuat kejahatan memanfaatkan kemampuan dan keterampilan istimewa mereka. Seorang agen pemerintah, Amanda Waller (Viola Davis) kemudian berinisiatif untuk membuat sebuah regu khusus untuk menjalankan misi negara, karena mereka tak mau selamanya bergantung sama Superman dan kawan-kawannya, karena mereka juga nggak percaya orang-orang yang disebut meta-human itu akan berada di pihak 'yang benar' alias membela kepentingan US of A.

Waller kemudian membentuk satuan yang dipimpin oleh tentara Rick Flag (Joel Kinnaman), yang harus "mengayomi" sekelompok penjahat: Deadshot (Will Smith), Harley Quinn (Margot Robbie), El Diablo (Jay Hernandez), Captain Boomerang (Jai Courtney), Killer Croc (Adewale Akinnuoye-Agbaje), dan Slipknot (Adam Beach). Ini ditambah lagi dengan bantuan rekan Flag, Katana (Karen Fukuhara) dan tenaga supranatural dari penyihir kuno Enchantress yang merasuki tubuh kekasih Flag, Dr. June Moone (Cara Delevigne). Namun, justru di sini permasalahannya dimulai. Enchantress rupanya berhasil bersiasat membangkitkan adiknya yang berwujud monster mistis dan menciptakan huru-hara di Midway City. Maka, dimulailah misi perdana dari Task Force-X atau nama jalanannya, Suicide Squad.

Seiring berjalannya film, gw tergolong orang yang tertarik dengan apa yang diangkat di film ini. Lucu aja bahwa di samping plot utamanya tentang menyelesaikan sebuah misi, di sini juga diangkat baik Waller maupun para penjahat ini mau saling mengakali, pasalnya para penjahat ini melakukan hal ini dengan paksaan, dan ketika mereka nggak dikurung di penjara dan berada di ruang terbuka tanpa dibelenggu, hasrat untuk kabur jelas semakin besar. Salah satu yang ongoing sepanjang cerita adalah bagaimana Harley menanti upaya penyelamatan oleh kekasihnya dalam kegilaan dan kejahatan, The Joker (Jared Leto). Sementara Waller menggunakan trik menanamkan alat pemantau di dalam tubuh personel ini, yang akan meledak dan menewaskan bila mereka bertingkah macam-macam. Ancaman fisik maupun psikologis gitu. Dari sini masuklah pertanyaan, kalau pemerintah juga berani bertindak sekejam itu, yang jahat siapa? Dalam dunia DC, mungkin itu alasan kenapa Superman harus ada.

Anyway, pada penyajiannya Suicide Squad ini nggak terlalu berat ternyata. Dari perpindahan shot dan adegan yang cepat, adegan laga yang heboh, humor sana-sini, bahasa-bahasa slang ala gangster--bahkan Joker di sini sangat gangsta dan nggak mau kalah bling sama P.Diddy, hingga deretan soundtrack dari lagu-lagu lawas membuat gelapnya tema menjadi lebih light dan menyenangkan. Dan, yang gw nggak sangka, film ini masih sempat selipkan unsur emosi pada beberapa karakternya. Ada salah satu adegan yang menurut gw brilian, ketika Harley lagi sedih di tengah hujan setelah sebuah peristiwa, lalu datanglah rekan-rekannya, dia langsung maksa pasang tampang cengengesan-gendeng-nya lagi. Dalam waktu dan ruang cerita yang terbatas, film ini menurut gw bisa meng-include unsur-unsur yang cukup untuk menjadikannya film yang menghibur. Belum lagi penataan visualnya yang lusuh tapi keren bikin gw asyik aja ngikutin apa yang disajikan film ini--terutama di final battle-nya yang buat gw lebih cool dilihat daripada beberapa adegan sejenis di film-film superhero setahunan belakangan ini, dan segala design yang menyangkut Enchantress itu menurut gw epic.

Tetapi, gw juga sebenarnya melihat bahwa penuturan film ini agak berantakan. Mood film ini kurang konsisten dan belok-beloknya kasar, dari yang cool-yo-wassup-yo ke yang dramatik ke yang komikal ke yang pertaruhan keselamatan seluruh dunia. Dan, ini sebenarnya udah kelihatan di awal ketika perkenalan tokoh-tokohnya agak redundant: udah ada perkenalan random ala Quentin Tarantino di awal, eh ditambahin lagi di pas perekrutan--kalau gw boleh pilih, yang pekenalan ala Tarantino-nya mending nggak usah, tapi entar dibilangnya filmnya kurang ceria *Cherrybelle kali ah*. Di salah satu bagian juga film ini antara niat-nggak-niat untuk ngasih twist atau pengungkapan dalam plot yang sebenarnya udah jelas terbaca tapi diulang lagi dengan penjelasan yang nggak meng-elevate ceritanya juga.  Dan, film ini juga kena penyakit tipikal film dengan tokoh-tokoh banyak, yaitu nggak semua tokoh dapat kesempatan untuk shine. Dari cerita ini, mungkin hanya Deadshot dan Harley yang paling menonjol, dan buat gw si El Diablo dan Rick Flag juga berhasil mencuri perhatian lewat story arc-nya, tetapi tetap aja itu nggak terjadi di semua anggota tim. Untung aja, deretan pemainnya jempolan banget--gw termasuk nggak nyangka Kinnaman bisa imbangi aktor sekaliber Will Smith dan Viola Davis, plus didukung kostum dan makeup yang berkarakter, jadi kemunculan tokoh-tokoh yang porsinya lebih sedikit at least bisa tetap teringat. 

However, untuk segala keberadaannya, gw condong untuk menikmati Suicide Squad ini. Film ini punya tema dan angle menarik dari dunia superhero DC dan disajikannya juga dengan style--walau kadang ya kurang konsisten itu tadi. Sebuah break yang asyik dari gegap gempita sosok superhero-superhero dengan nama besar, menonjolkan karakter-karakter dengan kelakuan kurang terpuji tapi (beberapa) bisa menarik simpati tetapi tidak juga sertamerta membenarkan mereka. Bahwa penuturan filmnya agak berantakan pun juga seperti mencerminkan tokoh-tokohnya yang emang nggak ada yang 'bener', hehe. Gw masih menunggu karya-karya lebih besar dan lebih solid dari dunia superhero DC ke depannya, tetapi for now Suicide Squad adalah sajian sela yang menyenangkan.





My score: 7/10

2 komentar:

  1. akhirnya ada review SS yang sejalan sama fikiran gue, menurut gue review2 diluar sana terlalu menjelek-jelekan film ini, padahal nyatanya nggak sejelek itu juga... SS tetep menyenangkan dan seru... itukan yang orang2 minta setelah lihat batman v superman?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau menurut gue itu soal ekspektasi, film-film superhero DC (sayangnya) standarnya udah dinaikkan oleh trilogi The Dark Knight yang mungkin belum bisa disusul, dan film-film yang sekarang ini masih mencari-cari style baru yang paling tepat, dan risikonya nggak semua orang akan merasa cocok. sementara soal fun atau nggak itu selera sih, anggaplah keuntungan kalau memang cocok sama film ini =D

      Hapus