Rabu, 31 Oktober 2012

[Movie] End of Watch (2012)


End of Watch
(2012 - Exclusive Media Group)

Written & Directed by David Ayer
Produced by David Ayer, Matt Jackson
Cast: Jake Gyllenhaal, Michael Peña, Natalie Martinez, Anna Kendrick, David Harbour, Frank Grillo, America Ferrera, Cody Horn, Cle Sloan, Maurice Compte, Yahira Garcia


Salah satu efek dari apa yang disebut oleh para mahasiswa idealis sebagai "imperialisme modern Amerika Serikat" adalah cukup familiarnya aksi dan prosedur kepolisian Amerika yang anggotanya kerap ditugaskan berpasangan (atau kalau istilah ala teks terjemahan: bermitra) yang sering muncul dalam film-film maupun serial televisi. Mungkin ratusan judul serial tentang polisi USA telah muncul mulai dari "CHiPs", "T.J. Hooker" sampe "Southland", dan dalam film layar lebar pun kita cukup kenal seri Lethal Weapon (dan mungkin juga Rush Hour =p) yang beberapa kali tayang di televisi. Jadi konsep film End of Watch karya David Ayer ini bukanlah barang baru, pun dengan tipikal mengedepankan dua orang berbeda ras namun kompak bermitra sekaligus bersahabat erat. Nah, kalau udah biasa banget konsepnya, apa lagi yang mau dijadikan daya tarik film ini? First of all, jawabannya bukan pada pertanyaan "what", tapi "how". 

End of Watch disajikan mirip dokumenter, dengan menggunakan kamera-kamera yang lazim ditemui di sekitar masyarakat, mulai dari handycam, CCTV, kamera pengintai (ala-ala Reportase Investigasi gitu), juga kamera pengawas yang senantiasa jadi pelengkap mobil polisi sono, pokoknya bukan pakai kamera film bioskop. Jika ngebayanginnya film ini akan bergaya found footage seperti Cloverfield, Paranormal Activity, atau baru saja kita saksikan awal tahun ini, Chronicle yang benar-benar harus (ceritanya) pakai kamera yang digunakan oleh tokoh di dalam filmnya, yang satu ini gak kayak gitu. End of Watch lebih mirip District 9 yang memakai berbagai kamera yang ada dalam seting ceritanya, sekaligus juga memakai kamera bersudut pandang "orang luar", tapi gayanya masih samalah, goyang-goyang juga...toh hampir gak berasa juga karena editing-nya yang gegas, yang penting ceritanya tersampaikanlah *okesip*.

Di luar cara penyampaiannya, End of Watch nyatanya memang gak menawarkan hal yang baru lagi. Gaya berceritanya pun mengingatkan gw pada serial "The Shield" yang mengikuti sepak terjang tokohnya dari dekat dengan pengambilan gambar gaya semi-dokumenter, pun latarnya lebih kurang sama: kecamatan rawan kriminalitas di Los Angeles. End of Watch mengikuti aksi hari-hari dua opsir polisi patroli muda rada slengean tapi baik hati, Brian Taylor (Jake Gyllenhaal) dan Miguel "Mike" Zavala (Michael Peña, bacanya "pé-nya"). Entah ada hubungannya langsung sebagai konsekuensi atas tindakan main tembak mereka terhadap tersangka gangster di awal film atau tidak, selama beberapa pekan ke depan tugas patroli mereka dipindahkan ke wilayah yang paling rawan akan perang narkotika antar geng, terutama geng keturunan Meksiko dan kulit hitam. Awalnya Taylor dan Zavala menanggapi tugas ini dengan santai biasa saja, namun suatu ketika mereka bersentuhan dengan sebuah titik yang memicu kemarahan "penguasa" di wilayah situ, sehingga nyawa mereka pun kini dalam bahaya.

Meski tidak super istimewa, End of Watch jelas masih patut disaksikan. Kisahnya dijalin dengan rapi, dari bagian awal yang kayak segala sesuatu adalah biasa dan santai-santai saja, hingga akhirnya Taylor dan Zavala sadar mereka menghadapi masalah yang sangat serius dan membahayakan, perubahan berangsur-angsur itu disampaikan dengan baik dan smooth. Awalnya mungkin gw agak merasa film ini hanyalah kumpulan kejadian-kejadian sehari-hari Taylor dan Zavala tanpa juntrungan (misalnya nyari anak ilang dari orang tua pecandu), namun pada akhirnya gw paham bahwa itu semua langkah demi langkah pembangun plot yang saling terkait. Dan satu hal juga yang menambah kenikmatan film yang cukup violent dan penuh sumpah serapah ini adalah performa aktor yang kompak dan meyakinkan. Persahabatan Taylor dan Zavala yang lebih dari sekadar teman tugas dan canda-candaan ditunjukkan dengan sangat baik oleh Gyllenhaal dan Peña, mereka sukses berakting simpatik dengan tulus dan akrabnya percakapan antar mereka yang sesekali jenaka, sehingga gw bisa peduli pada nasib mereka seiring mencekamnya masalah yang dihadapi sampai pada bagian penamatannya, pun berhasil menekankan bahwa inti utama film ini bukan cuma hukum vs kriminal, tapi juga soal Taylor dan Zavala pribadi, bro. Para aktor pendukungnya pun bermain baik meski durasi kemunculannya gak terlalu banyak, ini termasuk Anna Kendrick dan Natalie Martinez yang masing-masing berperan sebagai belahan jiwa Taylor dan Zavala, dan kapan lagi bisa liat si America "Ugly Betty" Ferrera ngomong kasar =). Palingan tokoh-tokoh geng Meksiko-nya yang menurut gw bukannya serem tapi malah nyebelin karena sok jagoan banget lagaknya, tapi siapa tahu sih emang begitu adanya.

Rupanya gaya penyampaian tak biasa bukan hanya yang menjadi nilai jual End of Watch, tetapi juga pembangunan karakter yang apik serta rancangan plot yang solid. Bukan tipe favorit gw sih, karena kisahnya sendiri tidak terlalu beda dengan yang sudah-sudah, cenderung sederhana malah. Namun David Ayer dapat mengatasi kesederhanaan itu dengan kemasan yang membuat karya penyutradaraan ketiganya ini jadi segar dan menghibur. Mungkin kira-kira seperti inilah jika serial "The Shield" dibuat film dan diperkenankan menggunakan profanity.



My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar