Rabu, 04 November 2015

[Movie] Bridge of Spies (2015)


Bridge of Spies
(2015 - 20th Century Fox/DreamWorks Pictures)

Directed by Steven Spielberg
Written by Matt Charman, Joel Coen, Ethan Coen
Produced by Marc Platt, Kristie Macosko Krieger, Steven Spielberg
Cast: Tom Hanks, Mark Rylance, Amy Ryan, Alan Alda, Austin Stowell, Scott Shepard, Sebastian Koch, Mikhail Gorevoy, Will Rogers, Jesse Plemons, Eve Hewson, Billy Magnussen


Sineas Hollywood kondang, Steven Spielberg, kembali mempersembahkan sebuah film berlatar sejarah, Bridge of Spies. Nama Spielberg saja sebenarnya sudah menjadi daya tarik film ini, setelah ia terbukti sukses menggarap film berlatar sejarah lainnya, seperti Lincoln (2012), War Horse (2011), Munich (2005), Saving Private Ryan (1998), Amistad (1997), juga Schindler's List (1993). Daya tarik itu semakin kuat dengan adanya nama besar sang aktor utama, Tom Hanks, yang pernah sukses berkolaborasi dengan Spielberg di film Saving Private Ryan, Catch Me If You Can (2002), dan The Terminal (2004). Ditambah bahwa skenarionya turut melibatkan duo sineas Joel Coen dan Ethan Coen (True Grit, No Country for Old Men), film Bridge of Spies jelas jadi salah satu film yang patut mendapat perhatian tahun ini.

Nama-nama besar tersebut kini bersinergi mengangkat sebuah kisah nyata yang terjadi di masa Perang Dingin, ketika dua kubu adikuasa, Amerika Serikat yang berpaham liberal (blok Barat) dan Uni Soviet yang berpaham komunis (blok Timur), berlomba memberi pengaruh bagi dunia dalam berbagai bidang. Memang tidak pernah sampai ada perang terbuka di antara kedua negara tersebut. Akan tetapi, kekhawatiran bahwa kedua pihak sedang mengembangkan senjata nuklir yang akan mengakibatkan kehancuran, menimbulkan perang tak terlihat lewat aksi spionase atau mata-mata. Begitu terbelahnya kedua kubu ini, apabila mata-mata itu ketahuan, hukuman yang menanti begitu berat.

Pada tahun 1957, James Donovan (Tom Hanks), seorang pengacara spesialis asuransi di New York, tiba-tiba ditunjuk oleh firmanya untuk mendampingi Rudolf Abel (Mark Rylance), seorang anggota militer Inggris keturunan Rusia yang didakwa sebagai mata-mata Uni Soviet di AS. Sebuah tugas yang sebenarnya hanya formalitas semata. Sekalipun mengikuti prinsip semua orang berhak dapat pembelaan di pengadilan AS, hampir dipastikan bahwa Rudolf akan dinyatakan bersalah dan divonis hukuman berat. Namun, bukan berarti tugas ini tanpa risiko. Sebab, citra James terancam merosot lantaran masyarakat akan menyorotnya sebagai "pembela musuh".

Di sisi lain, kiprah James memunculkan potensi baru yang dapat dimanfaatkan oleh pihak pemerintah. Hampir bersamaan dengan kasus yang ditangani James, sebuah pesawat mata-mata AS ditembak jatuh oleh pihak Uni Soviet, dan pilotnya, Francis Gary Powers (Austin Stowell) dipenjarakan.

CIA lalu menugaskan James dalam misi rahasia merundingkan pertukaran tawanan, apalagi James diuntungkan pernah menjadi pengacara Rudolf yang berasal dari blok Timur, sehingga ia dianggap cukup netral. Dengan pengamanan yang minim, James harus masuk ke perbatasan blok Barat dan blok Timur di kota Berlin, Jerman, demi mengembalikan kedua orang tawanan ini ke rumahnya masing-masing.

Sekilas apa yang diangkat dalam film Bridge of Spies bisa dianggap cukup berat. Bukan hanya dari latar sejarahnya yang berskala besar, tetapi juga tema yang hendak diusung. Film ini memasukkan tentang hukum dan keadilan, serta persoalan pertukaran tawanan perang yang penuh risiko. Belum lagi, mengingat cerita ini dituturkan dari sudut pandang orang AS, mungkin muncul kecurigaan bahwa bakal ada muatan politis di dalamnya. Namun, itu tidak sepenuhnya terjadi di film ini. Film ini justru tampil dengan lembut dan cenderung menghibur, tanpa harus kehilangan esensi mengapa kisah ini harus diangkat.

Perang Dingin digambarkan sebagai masa-masa paranoia, ketika satu pihak mengantagonisasi pihak lain dengan segala cara, dan itu disebarkan ke rakyat masing-masing lewat berbagai macam propaganda. Perang Dingin juga menjadi alasan mengapa film-film bertema spionase Hollywood (atau juga film-film James Bond) banyak mengisahkan orang Uni Soviet atau Rusia sebagai sosok musuh.

Menariknya, Bridge of Spies tidak terjebak pada pada antagonisasi pihak lawan dengan berlebihan. Paling banter di sini hanya digambarkan bahwa blok Timur—Uni Soviet dan Jerman Timur—punya cara hidup yang berbeda dan agak aneh jika dibandingkan dengan kehidupan James di AS. Mulai dari cara unik anggota intelijen Uni Soviet menghubungi James—dengan dalih surat dari istri Rudolf, sampai para pengantar berkas di dalam lorong sebuah gedung di Berlin Timur yang memakai sepeda.

Jadi, ketika sosok James dalam cerita ini dituntut untuk berlaku adil, demikian pula penyampaian keseluruhan film ini. Benar bahwa ditunjukkan Uni Soviet bersukacita ketika pilot Powers divonis bersalah di pengadilan, terlepas itu benar-benar keputusan adil atau tidak, tetapi hal yang sama juga disaksikan James di pengadilan AS terhadap Rudolf. Benar bahwa pihak Uni Soviet menyiksa tawanan yang dianggap mata-mata, tetapi tindakan yang sama juga berlaku di AS.

Benar pula pihak Uni Soviet menganggap AS sebagai pihak yang jahat, tetapi hal serupa juga terjadi di AS, bahkan film propaganda tentang jahatnya Uni Soviet dipertontonkan untuk siswa-siswi SD. Dua kubu berlawanan, tetapi yang dilakukan untuk melanggengkan perang ternyata sama saja, sehingga sulit menentukan pihak mana yang lebih benar atau lebih salah.

Dengan sudut pandang demikian, film ini menaruh karakter James sebagai simbol harapan, bahwa keadilan dan orang-orang yang memperjuangkannya masih ada. Karakterisasi James sendiri mungkin agak terlalu heroik, karena ia seolah satu-satunya tokoh yang punya hati nurani di tengah mencekamnya perang, yang secara sederhana hanya mau semua orang selamat. Namun, bila mengacu kembali pada pernyataan keseluruhan film ini tentang perang dan keadilan, karakterisasi James yang demikian masih bisa diterima, sekaligus menambah unsur entertainment film ini.

Sebenarnya, sebagaimana salah satu ciri khas Spielberg, sangat terlihat bahwa Bridge of Spies tidak bermaksud disajikan dengan serba serius. Sekalipun topiknya tetap serius, begitu banyak unsur dalam film ini yang membuatnya nyaman untuk disaksikan sebagai hiburan. Drama dan ketegangan tetap ada, tetapi humor, nilai kekeluargaan, danadventure juga berhasil dimasukkan, walaupun mungkin dengan cara yang tidak biasa. Demikian juga dengan karakterisasi yang dibuat membumi dan mampu mengikat penonton, sebuah hal penting untuk membuat perhatian terhadap alurnya tetap terjaga.

James misalnya, dibangun sebagai tokoh yang santai tapi serius dalam segala situasi, walau sesekali kelicinannya sebagai pengacara tetap muncul. Kesahajaannya dengan keluarga yang kerap diwarnai percakapan jenaka dan hangat, dan ditambah dengan performa Hanks yang effortless, membuat James mudah untuk mendapat simpati penonton. Penampilan yang sama kuat juga ditunjukkan Rylance sebagai Rudolf yang hanya mengandalkan ekspresi subtil dan ketepatan intonasi dialog, berhasil merebut simpati walau tak satu kali pun tampil emosional.

Terlepas dari itu, sulit untuk dipungkiri pula bahwa Bridge of Spies agak terlalu panjang dalam bertutur. Bagian awal ceritanya dibangun dengan muatan yang banyak, mengandung detail yang kaya dan bermanfaat bagi keseluruhan cerita. Tetapi, perjalanan sampai tiba pada titik premisnya—James direkrut untuk berunding pertukaran tawanan—memakan waktu nyaris separuh dari total 141 menit durasinya. Di satu sisi, ini membuat bangunan ceritanya solid, tetapi di sisi lain beberapa penonton mungkin akan menganggap ini menjenuhkan.

Namun, dengan kepiawaian penataan adegan, didukung oleh akting mumpuni, desain produksi megah, juga sinematografi dinamis, Bridge of Spies mampu menyajikan tontonan yang tetap menarik untuk disimak sepanjang durasinya. Pada akhirnya, keberhasilan film ini terletak pada mulusnya penyampaian nilai-nilai yang ingin dikemukakan dalam sebuah sajian film yang mudah diikuti. Dan, yang pasti, nama-nama besar di depan maupun belakang layar film ini masih membuktikan kualitasnya, sama sekali tak dipermalukan.




My score: 7,5/10

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Muvila.com

1 komentar:

  1. adegan pesawat ketembak, khas spielberg banget. fantastis.

    BalasHapus