Kamis, 26 Maret 2015

[Movie] American Sniper (2014)


American Sniper
(2014 - Warner Bros.)

Directed by Clint Eastwood
Screenplay by Jason Hall
Based on the book "American Sniper: The Autobiography of the Most Lethal Sniper in U.S. Military History" by Chris Kyle, Scott McEwen, James Defelice
Produced by Clint Eastwood, Bradley Cooper, Robert Lorenz, Andrew Lazar, Peter Morgan
Cast: Bradley Cooper, Sienna Miller, Keir O'Donnell, Luke Grimes, Jake McDorman, Sam Jaeger, Navid Negahban, Eric Close, Sammy Sheik, Mido Hamada


Sutradara dan mantan bintang action Clint Eastwood kini berusia 84 tahun, dengan pengalaman yang panjang dan beragam. Dari drama, action, komedi, roman, olahraga, sampai musikal sudah pernah ia jalani. Namun, kesuksesannya yang terbesar justru didapat dari karya terbarunya, American Sniper, yang "hanya" sebuah biografi. Sejauh ini, film yang dibintangi Bradley Cooper ini jadi film rilisan tahun 2014 terlaris di AS (total lebih dari 340 juta dolar AS), dan berhasil masuk ajang Piala Oscar dengan enam nominasi, termasuk Best Picture.

Kesuksesan itu mungkin bisa terbaca dari materi yang diangkat di film ini. American Sniper adalah biografi seorang sosok istimewa, anggota pasukan elit US Navy S.E.A.L. yang disebut-sebut paling mematikan yang pernah ada. Sebagai penembak jitu, Chris Kyle dilaporkan telah menewaskan 160 target (yang terkonfirmasi) selama bertugas empat putaran di Irak sampai tahun 2008. Berkat reputasinya itu, ia dianggap legenda oleh rekan-rekannya, sekaligus jadi buruan pihak musuhnya. Singkatnya, ia adalah pahlawan rakyat AS di dunia nyata.

Film American Sniper pun mencoba mengulik tentang kehidupan sang pahlawan dari awal. Film dibuka dengan adegan Chris Kyle (Bradley Cooper) harus menentukan pilihan terhadap nasib seorang wanita dan anak kecil yang membawa hulu ledak ke hadapan rekan satuannya. Momen ini bakal jadi tembakan pertamanya di medan perang. Lalu penonton diajak kembali melihat masa kecil Chris di Texas, melihat ia dan adiknya, Jeff (versi dewasa diperankan Keir O'Donnell) dibesarkan oleh orang tua yang cukup konservatif dan keras.

Chris kemudian tumbuh sebagai penunggang rodeo yang sering beraksi di beberapa tempat, namun ia mulai merasakan kejenuhan. Di saat yang sama, ia terdorong oleh banyaknya aksi terorisme di berbagai tempat yang mencelakakan warga AS. Chris pun bergabung di kemiliteran, walaupun usianya sudah 30 tahun. Dengan karier yang baru ini pula, Chris menemukan cinta sejatinya, Taya (Sienna Miller). Usai serangan terhadap gedung World Trade Center di New York, 11 September 2001, panggilan untuk Chris ke medan perang pun datang juga. Tak lama setelah melangsungkan pernikahan dengan Taya, Chris menjalani tugas putaran pertamanya di Irak.

Kesan pertama yang timbul dari film American Sniper adalah ringkas dan padatnya penyampaian film ini tentang sosok Chris Kyle. Ini tentu bukan hal buruk, sebab tidak mudah meringkas kehidupan seseorang menjadi tontonan dua jam saja. Film ini secara cepat dan tepat merangkum perjalanan hidup dan memperkenalkan sosok Kyle dengan cukup menyeluruh, menunjukkan poin-poin yang terpenting, baik sisi positif maupun negatifnya (ia dibesarkan konservatif tetapi mempraktikkan kumpul kebo). Keputusan untuk tidak menambahkan ilustrasi musik pun tidak menurunkan kadar dramatisasi adegan-adegan yang ditunjukkannya.

Untungnya, American Sniper sebagai film drama biografi punya lebih darisekadar menceritakan perjalanan hidup seseorang dari awal sampai akhir. Film ini juga menggaris bawahi dualisme rasa yang dialami Chris sebagai prajurit. Bagaimana semangatnya yang menggebu-gebu di awal seakan menguap setiap kali ia menarik pelatuk senapannya. Benar bahwa ia berhasil melindungi rekan-rekan seperjuangan, juga bangsa dan negaranya, sebagaimana tugas dan niatnya di sejak awal. Tetapi, di saat bersamaan itu tidak membuatnya tenang. Pada perjalanannya, kerasnya medan perang membuatnya jadi orang berbeda setiap kali pulang ke rumah. Belakangan Chris pun harus bolak-balik pusat veteran perang untuk terapi.

Ditekankannya konflik antara kebanggaan dengan trauma dalam film ini memang cukup menarik. Sekalipun dimasukkan unsur action yang cukup intens, film ini memang lebih banyak bertumpu pada sosok Chris pribadi, dan seakan pembuat filmnya ingin menegaskan bahwa perang tidak punya dampak baik. Bahkan, akhir hidup Chris pun berkaitan dengan topik tersebut.

Masalahnya, nilai tersebut sama sekali tidak baru. Memasuki era milenium, sudah bergelimpangan judul film perang yang ingin membuat pernyataan serupa. Sudah ada Saving Private Ryan (1998), Black Hawk Down (2001), Green Zone (2010), juga lewat film Eastwood sendiri, Letters from Iwo Jima (2006). Bahkan, bisa dikatakan apa yang disampaikan di American Sniper agak ketinggalan dari film The Hurt Locker (2009). Film garapan Kathryn Bigelow tersebut juga membuat gambaran perang yang mencekam dalam sudut pandang pribadi, dan tentang tokoh yang tetap terpengaruh oleh perang sekalipun sudah aman nyaman di rumah, malah akhirnya lebih pilih terjun perang.

Namun, yang membuat American Sniper berbeda adalah sumber ceritanya yang nyata (sementara The Hurt Locker fiktif). Film ini pun bisa ditangkap dengan dua cara berlawanan, entah itu bangga terhadap betapa hebatnya Chris (kemungkinan itu yang membuat film ini laris di AS) yang memang ada di dunia nyata, atau sebaliknya, rasa iba karena Chris seolah-olah terus menyangkal bahwa ia tertekan akibat perang.

Apapun itu, American Sniper tetap sebuah sajian film yang engaging, baik sebagai tontonan hiburan maupun substansi yang ingin disampaikannya. Mungkin pesan yang disampaikannya terkesan "basi", tetapi tidak menutupi fakta bahwa film ini ditata dengan nilai produksi yang tinggi, rapi, punya unsur action yang tidak main-main, dan berhasil mengeluarkan penampilan terbaik dari aktor Bradley Cooper. Well, mungkin pengecualian pada efek bayi yang terlihat sekali palsu dan efek digitalnya yang (secara cukup mengherankan) bukan di level teratas Hollywood.





My score: 7/10

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Muvila.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar