Minggu, 29 Desember 2013

Year-End Note: My Top 10 Songs of 2013 (Indonesia)

Sekarang giliran lagu-lagu Indonesia yang paling oke versi gw di tahun 2013. Tidak seperti lagu-lagu internasional, gw cukup kesulitan memenuhi quota 10 lagu terfavorit tahun ini. Bukan karena calonnya kurang, tapi yang emang gw suka banget ternyata tidak banyak. Tetapi setelah diingat-ingat lewat ingatan gw yang belum lumpuh ini *pun intended*, akhirnya bisa nemu juga lagu-lagu oke dari sana-sini, bukan cuma dari radio tapi juga dari soundtrack film. Dan agak maksa juga sih, sedikit memanipulasi peraturan bikin top 10 musik yang harusnya satu artis-satu karya, tetapi gw beri kelonggaran kalau karya satunya itu duet hehehe *spoiler*.

Baiklah, silakan melihat 10 lagu Indonesia terfavorit gw tahun 2013...




10. "Diam-Diam Suka" – Cherrybelle
What? Lagunya enak, gabungan cheesy pop dengan etnik. Gw suka lagunya tanpa harus diam-diam. Lay off, haters =p.




9. "Inspirasi Sahabat" – Kotak
Kotak bisa kok bikin lagu enak yang bukan tema cinta. This one is cathcy, rancak, ceria, dan masih mampu menunjukkan vokal Tantri yang oke berat itu.




8. "Mursala" – Iwan Fals
Gw termasuk jarang menyukai karya-karya Iwan Fals, tetapi entah kenapa gw begitu drawn oleh theme song film Mursala ini. Mungkin ada hubungannya dengan lagu ini sangat menyegarkan dibandingkan filmnya *eh*, terlepas dari lagu ini merangkum semua inti filmnya. Gw suka nuansa kesejukan dari melodi dan aransemennya, ada folk-nya gitu, bagaikan sejuknya melihat air terjun Mursala di Sumatera Utara.




7. "Tunggu Tanggal Mainnya" – Sandy Canester
Sandy Canester remains one of the most underrated Indonesian pop male artists, tetapi tak menghalangi doski mengeluarkan karya-karya yang asik. Single terbarunya dari album kedua yang gak-tau-deh-kapan-keluarnya-selain-ada-di-iTunes-doang ini masih mengandung kualitas pop yang sebenarnya mudah disukai karena kesederhanaannya, tetapi nggak kacangan, dan membuktikan Sandy nggak cuma jago di lagu-lagu cinta slow-medium aja. Nice.




6. "Cinta dalam Kardus" – Endah N Rhesa
Lagu ini  benar-benar penjelmaan dari film Cinta dalam Kardus-nya Radiya Dika. Quirky, jenaka, tetapi ada pahitnya juga, baik dari lirik, melodi, maupun chord-nya. Buat gw ini adalah theme song film Indonesia paling representatif tahun ini, dan sebagai lagu mandiri pun bagus sekali. Nada-nada "kartunis" ala Endah N Rhesa ditemani oleh permainan instrumen sederhana yang skillful. I wonder when Endah N Rhesa will make a Bahasa Indonesia album.



5. "Apakah Ku Jatuh Cinta" – Sherina & Vidi Aldiano
Lagu ini benar-benar mengingatkan gw sama Sherina ketika masih jadi penyanyi cilik dan musik dari lagu-lagunya ditangani oleh alm. Elfa Secioria: melodik, megak, klasik, tertata rapih, dan menyenangkan. Sudah lama sekali gw nggak denger lagu pop duet yang dibuat serapih ini. Still, vokal Vidi emang masih agak ganggu gayanya, untung ada Sherina =p.




4. "Enyah" – Andira
So, Andira nama seorang penyanyi perempuan, bukan asuransi mobil *what?*. Dan kalau nggak perhatikan dengan saksama, emang musik dan gaya vokalnya mengingatkan pada Raisa. Tapi, untunglah Andira punya lagu ini, yang buat gw sih lebih enak daripada lagunya Raisa yang manapun tahun ini *langsung dirajam fans-nya*. Lagunya catchy dengan variasi melodi yang asik, musiknya yang groovy bikin sejuk walaupun liriknya soal perselisihan berujung perpisahan. 




3. "Kita Bisa" – RAN feat. Tulus
Gw makin percaya RAN selalu bisa bikin lagu yang bagus. "Kita Bisa" memuat melodi jazzy yang catchy, seperti RAN biasanya. Tetapi, ada yang bikin gw lumayan merinding denger lagu ini. Bukan karena ada Tulus (not a fan of his singing), tetapi karena penggunaan strings section--baik digesek maupun dipetik--dan brass section yang luar biasa cantik, dinamis, dan "terdengar", bukan sekadar hiasan di belakang. Cakep lah lagu ini.




2. "Drama Romantika" – MALIQ & D'Essentials
Pola kerja MALIQ & D'Essentials sekarang yang cukup irit mengeluarkan karya sepertinya pilihan tepat. Mereka pun jadi bisa mengeksplorasi musik mereka...termasuk bikin lagu dangdut. Iya, MALIQ yang band pop-jazz-urban so cool so sophisticated itu bikin lagu dangdut. And it’s a very good dangdut. Terinspirasi dari rock-dut lawas khas Rhoma Irama, MALIQ nailed this one dengan lirik yang (untungnya) tetap classy dan aransemen yang "pecah". They should submit this one in dangdut category in the next AMI Awards, might win it, too.








1. "Sebelum Selamanya" – Sherina

"Sebelum Selamanya" adalah sebuah lagu pop unusual yang, ketimbang menjatuhkan, malah mem-boost-up talenta seorang Sherina sebagai artis musik sejati. Liriknya ditata bagus sekali, aransemennya pun perlahan tapi pasti beranjak dari yang sesimpel petikan gitar akustik, ke perkusi, lalu ke strings section yang megah dan dramatis. Ditambah vokal lembut, berbobot nan apik milik Sherina, menjadikannya sebuah sajian audio yang mengagumkan dan menyejukkan. Keren banget.




See also:

4 komentar:

  1. Aku juga suka Diam - Diam Suka tanpa diam - diam

    BalasHapus
  2. issh kak eno ini gak romantis deh, gak ada Sepatu-nya Tulus :(((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepatunya ada di Bata *krik*
      lagunya datar sih =P *kaboor*

      Hapus