Minggu, 12 Juni 2011

[Movie] A Little Princess (1995)


A Little Princess
(1995 - Warner Bros.)

Directed by Alfonso Cuarón
Screenplay by Richard LaGravenese, Elizabeth Chandler
Based on the novel by Frances Hodgson Burnett
Produced by Mark Johnson
Cast: Liesel Matthews, Eleanor Bron, Liam Cunningham, Vanessa Lee Chester, Arthur Mallet


Akhirnya gw sudah melengkapi filmografi—yg film panjang—dari sutradara kesukaan gw, señor Alfonso Cuarón, dengan baru2 ini berturut-turut menyaksikan A Little Princess dan Sólo con tu Pareja (review terpisah). Gw akan mulai dari A Little Princess, film kedua sekaligus debut Hollywoodnya, karena sebenarnya gw pernah menyaksikannya di sebuah pekan screening film2 Cuarón di Bentara Budaya Jakarta tahun lalu, tapi gak kedapetan bagian awalnya karena gw dateng telat ^_^;. Menyaksikan A Little Princess, bagi gw yang lebih dulu mengenal Cuarón dari karya era 2000-annya (Y Tu Mamá También, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, Children of Men) pasti merasakan ada sensasi berbeda dari film ini. A Little Princess memang sebuah film anak2 dengan pemain anak2 dan...well, ini film anak2, titik.

Ceritanya pada masa perang dunia pertama, gadis cilik Sara Crewe (Liesel Matthews) yang anak yatim namun bahagia karena punya ayah (Liam Cunningham) yang sangat menyayanginya selain berlimpah fasilitas bagaikan seorang putri, dikirim ke sebuah sekolah asrama putri di New York oleh ayahnya yang akan ikut berperang bersama pasukan Inggris. Tak butuh waktu lama, Sara menjadi murid yang disenangi sebagian besar anak2 lainnya lantaran dia pandai mendongeng. Berbeda dengan sang kepsek, Miss Minchin (Eleanor Bron) merasa Sara ini terlalu “cerdas” karena kerap mempertanyakan disiplin dan tradisi kaku yg diterapkan sekolah, termasuk berteman atau bahkan sekedar berbicara dengan anak pelayan berkulit hitam, Becky (Vanessa Lee Chester). Suatu ketika, Sara mendapat kabar bahwa sang ayah tewas di medan perang. Pastilah ia sedih karena dengan ini ia jadi sebatang kara, namun sudah jatuh tertimpa tangga, segala harta milik sang ayah diambil alih oleh pemerintah, sehingga secara teknis Sara tidak bisa melanjutkan biaya sekolahnya. Miss Minchin masih memperbolehkan Sara untuk ada di sekolah, tetapi tidak sebagai siswi, melainkan sebagai pelayan asrama bersama Becky, bahkan segala kepunyaan Sara yang ada di asrama disita oleh Miss Minchin, bila ketahuan dia mengambil atau memilikinya kembali, dia akan dituduh mencuri. Kasian ya...Apakah Sara akan menderita selamanya, ataukah ada keajaiban bakal terjadi sebagaimana pada dunia dongeng yang kerap diceritakannya?

Sebagaimana gw tekankan di awal, A Little Princess adalah film anak2, sebuah proyek yang agak mengherankan mengingat ini diarahkan oleh sutradara yang terkenal karena film dengan adegan2 persenggamaan frontal Y Tu Mamá También sesudahnya, bahkan filmnya sebelum film ini, Sólo con tu Pareja –juga film debut Cuarón—adalah juga sebuah sex comedy =D. Secara jalan cerita film ini termasuk generik sekali layaknya sebuah film anak2 bersetting masa lalu ala Hollywood semacam Annie atau Matilda (sok tau padahal blum nonton =P). Ada heroine yang baik hati, smart, berani dan tabah namun mengalami kemalangan dan terdzalimi—walau mnurut gw si Sara ini agak "delusional" karena pada satu titik nggak membedakan dongeng dan kenyataan, oh well that's not the point really. Ada tokoh dewasa yang jahat (si Miss Minchin dari rambut putih segarisnya aja udah ketauan antagonis) ada juga yang agak dodol. Ada anak “teladan” di sekolah yg iri sama keberadaan dan kepopuleran Sara. Ada selipan pesan2 bijak dan motivasi untuk anak2 ("every girl is a princess", anyone? =)). Kemudian dengan sedemikian rupa lewat berbagai peristiwa, se-filmbanget apapun itu, akhirnya toh akan bahagia =). Memang tone-nya sedikit dark untuk sebuah film anak2—bahkan bagian berwarna di visualisasi cerita Rama-Sita juga terkesan demikian, nuansa visual film ini agak mirip sama Great Expectations—namun dengan menggunakan sudut pandang dan kepolosan anak2 tetap membuat film ini terasa hangatnya. Akting aktor2 ciliknya diarahan dengan baik, terlihat seperti anak2 yang sedang bermain teater sih (dari nada ucapannya yang, yah, gitu deh =D), namun mereka tampak nyaman di layar, tanpa beban atau sok dewasa. Begitupun pemain dewasa yang bermain tepat porsinya.

Sentuhan yg juga ada dalam karya2 Cuarón lainnya ternyata masih gw rasakan, baik dari penyampaian ceritanya terbilang mudah dipahami tanpa terlalu memanjakan penonton, adanya adegan2 yg tak disangka-sangka (balon meletus, “kutukan” Sara pada si sirik Lavinia (Taylor Fry) ^_^;) dan one-long-take shot yang cakep (meski hanya 1-2 adegan saja), dan yg terutama adalah dari desain produksi dan sinematografi yang manstab sekali (film ini dinominasikan di Academy Awards 1996 untuk kedua bidang tersebut). Bisa jadi ini adalah karya Cuarón yang paling tidak gw favoritkan—buat gw dia paling tokcer kalau ikut terlibat dalam naskahnya, namun A Little Princess sama sekali bukanlah karya yang jelek. Ceritanya memang anak2 sekali, tetapi bagaimanapun film ini indah dan enak ditonton, menghibur pula. Sebuah pembuktian bahwa Cuarón punya range yang luas namun tidak membuatnya kehilangan karakter, entah itu komedi mesum, drama, fiksi ilmiah, petualangan, maupun yang diperuntukkan bagi anak2. Dan, karena melalui A Little Princess dimana Cuarón terbukti pandai mengarahkan aktor2 muda inilah, beliau akhirnya dipanggil membuat Harry Potter 3 yg keren itu. A beautiful and artistic feature for kids and the whole family—berasa kutipan kritikus =P.



My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar