Minggu, 07 November 2010

[Movie] Y Tu Mamá También (2001)



Y Tu Mamá También
(2001 - 20th Century Fox/IFC Films/MGM)

Directed by Alfonso Cuarón
Screenplay by Alfonso Cuarón, Carlos Cuarón
Produced by Jorge Vergara, Alfonso Cuarón
Cast: Maribel Verdú, Gael García Bernal, Diego Luna, Andrés Almeida


Berseting di Mexico City, dua sohib yang baru akan masuk kuliah, Tenoch (Diego Luna) dan Julio (Gael García Bernal) baru saja ditinggal berlibur oleh pacar2 mereka. Emang dasar ababil yang bosenan dan selalu berpikiran kotor, mereka iseng2 flirting sama Luisa (Maribel Verdú), wanita Spanyol nan hot yang adalah istri kakak sepupu Tenoch, bahkan mengajaknya pergi liburan ke tempat yang mereka karang sendiri, pantai Heaven’s Mouth. Beberapa waktu kemudian rupanya Luisa menyatakan pengen ikut pada rencana liburan fiksi Tenoch dan Julio, dan dimulailah perjalanan dua remaja tengil nan sotoy dan seorang wanita dewasa yang depresi, naik mobil melintasi gunung dan lembah, kampung dan kecamatan di Meksiko, yang juga “memaksa” mereka lebih mengenal satu sama lain, baik maupun buruk.

2 kali gw nonton Y Tu Mamá También, dan dua2nya reaksi di dalam pikiran gw adalah “Gila!”, meskipun untuk alasan yang berbeda. “Gila” pertama adalah secara kasat mata. Kalo temen2 cukup sering mengunjungi blog ini, pasti inget gw pernah singgung bahwa gw suka banget gayanya Alfonso Cuarón sang sutradara, dan di film ini pun bukan pengecualian. Gila, karena visual yang keren di satu sisi dan bikin shock di sisi lain. Keren, karena kabarnya inilah pertama kalinya Cuarón secara esktensif memakai teknik one-take shot panjang (sebelum Harry Potter 3 dan Children of Men) yang didukung sinematografi jempolan dan pengarahan pemain yang luar biasa. Coba tengok adegan Tenoch-Julio pertama ngobrol sama Luisa di pesta pernikahan, juga adegan di jalan (di mobil sambil jalan) soal 10 aturan persahabatan Tenoch-Julio, lalu shot favorit gw ketika Luisa nelpon suaminya dan Tenoch-Julio lagi main meja sepakbola2an yang terpantul di jendela kaca box telepon. Naah…bikin shock karena film ini sangat “terbuka” dengan apapun yang dilakukan oleh tokoh2nya, mulai dari kencing, nyimeng, kentut di mobil, ngobrolin mesumisme sampe anu2 yang…yah…let’s say, the closest thing to bokep I ever watch, hihihi.

Gila yang kedua adalah ketika gw sadar, bahwa dibalik gambar2 keren dan adegan2 racy, film ini dengan cerdasnya menyampaikan lebih banyak hal daripada soal adu karakter di tengah sebuah perjalanan. Decak kagum gw ternyata bertambah ketika menyaksikan setiap detail sebuah road trip yang ditawarkan Cuarón berbarengan dengan obrolan dan interaksi Tenoch-Julio-Luisa. Gw diajak benar2 mengalami perjalanan mereka (berantem di jalan, nyalip truk), melihat keadaan sekeliling (ada upacara pernikahan dan pemakaman, pemeriksaan oleh aparat di tengah jalan, etc), memperhatikan hal2 dan juga orang2 yang tidak biasanya dilihat (sapi ngehalangin jalan, pengemis di warung, etc)—maklum saya juga tiap tahun road trip Pantura, jadi keinget, hehe. Juga lewat bantuan narator yang menceritakan latar tokoh dan tempat yang kadang2 terkesan ngalor ngidul, justru membuat film ini menjadi solid, karena berhasil memberi asupan informasi soal politik, budaya serta sosial di Meksiko (lewat pandangan sang penulis naskah tentu saja) yang berkaitan baik langsung maupun tidak dengan para tokoh, tanpa terlalu menggurui atau terlalu serius. Sebuah gambaran yang cukup komplet dan jauh berbeda dari kesan yang selama ini beredar lewat telenovela yang kelewat mewah itu. Lagipula, narasi yang ada sedikit banyak bisa memuaskan gw soal motivasi para tokoh, serta—pada bagian akhir filmnya—gambaran bagaimana jadinya mereka setelah perjalanan ini. Pada menonton kali kedua juga gw ngeh bahwa Tenoch dan Julio dari latar keluarga yang berbeda, bahkan mungkin bertolak belakang, terutama secara ekonomi dan status keluarga, namun ternyata kelakuan mereka ya sama aja ^_^”.

Meski dikemas lewat tata adegan dan teknis keren serta naskah yang cerdas nan renyah dan ringan, juga akting yang total (denotatif), agak sulit juga mencari inti film ini kalau hanya sekali nonton. Namun, yang gw dapet setelah nonton sih kayak kata para kritikus kebanyakan, “coming of age”. Yah, setiap orang ada cara masing2 untuk menjadi dewasa, dan mungkin bagi Tenoch dan Julio, road trip bareng Luisa adalah caranya. Sebuah perjalanan yang tanpa mereka nyana menguji persahabatan mereka, ketika mereka benar2 saling tau sama lain, sampai pada titik mereka menyadari kegilaan dan ketengilan mereka sudah melampaui batas. Pun soal Luisa yang mencoba mencari arti kebahagiaan, salah satunya melebur dengan gejolak kawula muda Tenoch dan Julio *eh, kok rancu ya bahasanya XP* setelah selama hidupnya nggak pernah merasa benar2 bebas merdeka.

Kesimpulannya, yang pasti, gw suka film ini, dan mengukuhkan Alfonso Cuarón sebagai sutradara favorit gw. Kemampuannya meramu benang merah cerita yang sederhana tapi dipenuhi dengan topping beraneka ragam bergizi tinggi yang dipresentasikan lewat penggarapan visual aduhai dan pengarahan kelas wahid. Y Tu Mamá También bisa aja disturbing bagi sebagian penontonnya lewat beberapa adegannya yg tabu (meskipun menurut gw Cuarón memakai itu buat lucu2an), tapi nggak mengaburkan bahwa film ini bagus, keren, dan somehow cerdas. Eh, gw udah bilang blum kalo gw nonton versi unrated yang adegan anu2nya frontal? =D.




My score: 8,5/10

4 komentar:

  1. Menurutku ini salah satu film "sensual" yang "gak murahan." Suka film ini. :D

    Salam sesama penggemar film. Mampir ke blogku juga ya. Boleh tuker link?

    BalasHapus
  2. @Rijon, mnurut saya malah nggak sensual, tapi "visual" =D.

    yuk mari bertukar =)

    BalasHapus
  3. Salah satu film favorit saya nih.. Haha..

    BalasHapus
  4. @gabby, boleh kita tau kenapa? *pengentaualiaskepo* =)

    BalasHapus