Year-End Note: My Top 10 Indonesian Songs of 2025

Dalam menyusun senarai top 10 lagu Indonesia, gw musti kembali menghaturkan gratitude pada stasiun-stasiun radio yang telah mempertemukan gw dengan beberapa kandidat lagu, sehingga senarai ini untungnya nggak berisi dia-lagi-dia-lagi--and no, gw memang nggak menjamah TikTok. Keep radios alive ya guys ya. Dan dari radio, algoritma YouTube, hingga sumber-sumber lainnya, inilah lagu-lagu Indonesia yang gw sukai di sepanjang 2025.

FYI, "Terbuang dalam Waktu" Barasuara itu dari 2023 dan "Mangu" fourtwenty dari 2022. Gw suka kedua lagu itu, but let's move on.




SPECIAL MENTION

"Gemilang" - Perunggu
Gw jadi sering masang lagu ini karena sangat mengingatkan gw sama ASIAN KUNG-FU GENERATION era akhir 2000-an. Letaknya nggak dalam top 10 karena...ada lagu lain dari Perunggu yang gw taruh di sana =).





10. "Menjadi Dewasa" - Aziz Harun, Rendy Pandugo & NAKI

Kolaborasi artis Malaysia, Brunei, dan Indonesia, sebenarnya agak bingung mau menaruh ini di kategori Indonesia atau Internasional, tapi berhubung Rendy Pandugo porsinya di sini agak banyakan: penulis lagu, produser, dan salah satu performer—dan liriknya berkosakata sangat Indonesia, gw selfishly tarik ke kategori domestik. Lagu pop bernuansa vintage yang menenangkan dan menonjolkan karakter masing-masing vokalis. Good vibes.




9. "Menarilah dengan Jiwamu" - Isyana Sarasvati

Salah satu track yang terdengar paling pop dari Isyana akhir-akhir ini. Unsur disko gaya Motown dikemas kalem dan groovy, bisa banget didengarkan santai walau tentu saja ada detail-detail terampil yang disematkan di beberapa titik chord maupun melodinya.




8. "Percik Kecil" - JKT48 & Bernadya

Gw menyambut positif setiap ada original song dari JKT48, dan khususnya di tahun 2025 menjadi era mereka berkolaborasi dengan berbagai musisi lokal. Tetapi, no surprise, gw sering memutar track mereka yang paling berasa J-Pop-nya. Energi JKT48 dikawinkan dengan senandung sendu Bernadya dalam kemasan musik rock band yang up-beat, lagu ini kayak cocok banget buat diekspor balik ke Jepang.




7. "Awal Kisah Selamanya (feat. Barsena Bestandhi)" - Raisa

I’m a sucker for a proper duet, tahun ini perpaduan vokal Raisa dan Barsena dalam sebuah lagu ballad kalem nan soulful adalah yang paling banyak tick the boxes. Syahdu dan merdu, dengan komposisi musik yang meng-highlight kemampuan masing-masing vokalis. Jujur, ini lagu melibatkan Raisa yang paling gw sukai sejak….sekian lama.




6. "Amalan Baik" - Perunggu

Udah lama banget kesulitan nemu rock lokal yang cocok ke gw, algoritma YouTube membawa gw pada Perunggu (ini tumben algoritmanya bener). Track ini langsung menarik perhatian gw karena atmosfernya persis dengan power pop 2000-an, gitar digeber lepas, menghentak tegas serta ringkas nggak macem-macem, dan untungnya dengan lirik yang masih nyambung sama umur =D.




5. "Merelakanmu" - Endah N Rhesa

Nilai kerinduan akan karya baru Endah N Rhesa mungkin jadi penyebab posisinya tinggi di senarai gw. Namun yang pasti, duo akustik suami-istri ini hadir kembali dalam versi favorit gw: lagu ballad penuh rasa dengan lirik berbahasa Indonesia yang puitis tapi bercerita jelas dan dalam.




4. "Sandaran Baru" - OKAAY

Ini mungkin contoh lagu OKAAY yang kemasan musiknya paling sesuai dengan mood dari isi liriknya—setahu gw biasanya mereka berada di sisi ‘jogetin aja’ =P. Ballad sakit hati yang dikemas dramatis, menusuk dan makin mengangkat emosi dari vokal khas Nicky Kay.




3. "Mau Jadi Apa?" - Yura Yunita

Yura kembali unjuk kreativitas dalam menghasilkan karya dari angle baru. Lagu ini membahas kegelisahan mencari tujuan hidup yang dirasakan banyak orang dalam rangkaian lirik berdiksi cantik, lalu dikemas dalam slow beat ala Latin tropikal yang membuai sekaligus playful




2. "Puspa" - Dere

Gw agak terkejut ketika singer-songwriter berkarakter vokal unik ini muncul secara bold dalam lagu yang kental warna alternative R&B, ada rap line pula. Pinternya adalah Dere masih menggunakan progresi chord berstruktur klasik “Just the Two of Us”, sehingga tetap mudah dinikmati telinga dan groove-nya pun mencuat. Jadinya ini lagu aneh tapi nggak aneh. Keren.




1. "Terakhir Kali" - Wijaya 80

Proyek antik tiga musisi generasi Y yang membangkitkan atmosfer pop kreatif Indonesia dekade...apalagi kalau bukan...yak, 1980an. And boy they knocked it out of the park lewat lagu ballad patah hati ini. Peminjaman bunyi-bunyian vintage bukan performative semata, malah menjadi wahana yang menegaskan rasa yang ingin diungkapkan lewat liriknya yang lugas, emosional tanpa harus cengeng. Layak ditambahkan dalam deret anthem situasi bertepuk sebelah tangan.



Playlist gabungan dari tiga kategori Top Songs of 2025 gw bisa dicek juga di Spotify dan YouTube.






ilustrasi dari irasutoya.com

Komentar