Selasa, 13 September 2016

[Movie] Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016)


Warkop DKI: Reborn: Jangkrik Boss! Part 1
(2016 - Falcon Pictures)

Directed by Anggy Umbara
Written by Bene Dion Rajagukguk, Andi Awwe Wijaya, Anggy Umbara
Produced by Frederica
Cast: Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, Tora Sudiro, Indro Warkop, Hannah Al Rashid, Ence Bagus, Fazura, Nikita Mirzani


Akhirnya proyek yang bikin penasaran sekaligus bikin khawatir keluar juga. Warkop DKI Reborn adalah salah satu proyek film paling unexpected dalam perfilman Indonesia dalam satu tahun terakhir. Maksud gw, how can you "reborn" a legend? Gw ngerti sih, dengan bergeraknya lagi blantika film Indonesia, ada kerinduan untuk membuat film baru dari grup lawak Warkop DKI (Warung Kopi Dono Kasino Indro), yang film-filmnya senantiasa laris dulu era 1980-an sampai 1990-an dan sering diputar ulang di TV sampai sekarang, tapi itu hampir mustahil terwujud karena personel Warkop yang masih hidup tinggal Indro. Nah, komedi ala Warkop, apapun perspektif maknanya, sebenarnya sudah mulai ditawarkan sejak satu dua tahun belakangan ini. Paling terbuka mengakui ini adalah Komedi Moderen Gokil (2015) yang juga dibintangi Indro, dan sukses komersial, jadi demand-nya mungkin memang ada dan nyata. Tetapi, proyek Warkop DKI Reborn mungkin yang paling daring, karena benar-benar memakai brand Warkop DKI, dengan karakter Dono Kasino Indro, tapi dimainkan oleh orang lain. Penjelasan dari mereka sih intinya ingin menjadikan "jiwa" karakter khas Warkop DKI terus ada meski pemeran aslinya sudah tidak ada kelak. Maka, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 dijadikan semacam jembatan untuk membuka jalan Warkop DKI sebagai franchise film yang diharapkan dapat terus bergulir.

So here we are, gw dan mungkin jutaan orang Indonesia lainnya yang sudah akrab dengan Warkop DKI entah lewat jalur yang mana, ditawarkan sebuah film baru yang berisikan karakteristik khas Warkop DKI yang biasa ditampilkan dalam pertunjukan-pertunjukannya dahulu, hanya saja kini dalam tubuh baru: Dono yang polos dan paling sial dimainkan Abimana Aryasatya, Kasino yang ceriwis dan banyak akal dimainkan Vino G. Bastian, dan Indro yang santai-santai diperankan Tora Sudiro. Dengan sentuhan riasan dan gestur, menurut gw ketiganya cukup berhasil untuk menjadi Dono Kasino Indro tanpa kesan sekadar impersonating. Selama film berjalan gw nggak terpancing untuk ingat-ingat lagi wujud DKI asli saat menyaksikan mereka--sekalipun ada Indro asli muncul di samping Indro versi Tora tapi malah jadi meta yang menarik =D. Berarti, memang tak percuma aktor-aktor ini dipakai menghidupkan trio Warkop dalam film ini. Untuk bagian yang sebenarnya paling berisiko ini, film ini berhasil menuntaskannya.

Namun, bagaimana dengan presentasi keseluruhannya? Jangkrik Boss! Part 1 pada akhirnya memilih jalan antara remake, reboot, tribute, dan meta dari berbagai unsur dari film-film Warkop DKI yang lama lalu diutak-atik dan dicampur-campur, kemudian dijahit dengan jalan cerita baru. Kalau diingat-ingat, film-film Warkop DKI zaman dahulu sebagian besar adalah deretan sketsa komedi atau gags tanpa actual story. You know, yang awalnya apa tengahnya apa akhirnya apa, dan mungkin itu sebabnya banyak momen-momen komedi itu jadi sangat ikonik dan memorabel meski gw selalu gagal mengingat konteks ceritanya =D--toh tetap banyak yang nonton karena yang dicari memang lawaknya. Jangkrik Boss! Part 1 ini bisa dibilang meminjam sebagian konsep itu, tetapi paling nggak ada satu tujuan besar yang harus mereka capai bersama-sama. Dono, Kasino, dan Indro adalah anggota keamanan swasta CHIPS yang kerap buat kekacauan, sehingga suatu saat mereka harus cari 8 miliar rupiah dengan cepat untuk membayar denda. Pencarian ini membawa mereka ke mana-mana, dan of course di bagian ini belum akan selesai karena ada Part 2-nya nanti, hehe *kzl*. 

Menurut gw Jangkrik Boss! Part 1 ini cukup baik dalam meminjam konsep-konsep lama itu dalam sajian yang baru. Iya tentu dari segi cerita jadi terasa stretchy, tetapi itu karena diisi oleh berbagai lawakan yang memang ingin dijadikan menu utama film ini, which also explains why film ini dibuka dengan pembacaan berita yang kayaknya nggak nyambung sama isi filmnya, selain memang tribute terhadap salah satu film Warkop lawas yang gw lupa judulnya haha. Lawakannya sih nggak melulu mengulang Warkop DKI yang lama untuk nilai nostalgia, tetapi dimasukkan juga materi yang lebih sesuai zaman, misalnya maraknya begal di jalanan, hakim singgung hutan gundul tinggal ditanam lagi, hingga ilustrasi kaleng biskuit *XD*. Tapi yang penting, buat gw antara satu gag ke gag yang lain nyambungnya mulus, nggak patah tiba-tiba, dan jadi semacam adventure yang tetap bisa diikutin.

Nah, karena isinya banyak terkonsentrasi di penyajian komedi, hal ini bisa jadi keuntungan sekaligus kerugian bagi film ini. Untung bila yang nonton cocok sama lawakan slapstick, absurd, plesetan, humor receh-recehan, atau sentilan sosial yang frontal, mereka pasti akan terhibur oleh film ini. Kalau yang nggak, ya nggak, sesimpel itu. Gw sendiri nggak sampe ngakak sepanjang film, tetapi gw tetap bisa menemukan kelucuan-kelucuan di beberapa tempat, dan beberapa ternyata dirancang dengan cerdas, sekalipun memang film ini kesannya konyol-konyolan "kurang pintar". Salah satu yang paling mindblowing buat gw adalah bagaimana film ini bisa mengatasi persoalan copyright lagu-lagu dari luar negeri yang dalam film-film Warkop DKI sebelumnya nggak diperhatikan, tapi caranya itu bangke banget dan buat gw jadinya malah nambah unsur komedinya in a deeper layer. Perhatikan adegan bandara Malaysia and you'll see what I mean =D.

Anyway, dengan kepenasaranan maupun kekhawatiran gw tentang proyek Warkop DKI Reborn ini, sebenarnya ada satu bagian yang gw nggak perlu khawatir, yaitu kemasannya. Dengan kemajuan zaman, ditambah lagi sutradaranya Anggy Umbara yang selalu tampilkan visual mentereng (Comic 8, 3) dan Falcon Pictures yang banyak duit =P, niscaya visual film ini akan lebih mending dan fresh dibanding sebelum-sebelumnya. Namun, betapa senangnya gw bahwa kemasan visualnya nggak seperti ekspektasi gw. Anggy di sini sedang tidak "centil" dengan visual berkilap dan berwarna tajam, malah gambarnya tampil lembut dan toned-down walau tetap cerah--Yunus Pasolang a.k.a. my new favorite Indonesian cinematographer juga membuat banyak shot dengan komposisi asyik =), yang didukung production design yang rapi, ditambah lagi riasan dan kostum bernuansa retro, dan sentuhan visual effects yang mulus sesuai kebutuhan. Semuanya blend dengan baik dengan karakter dan konten yang diusung, dan kayaknya sih itu yang bikin gw makin enak menikmati deretan adegan yang ditampilkan di film ini.

Jadi, apakah film Jangkrik Boss! Part 1 ini bagus atau lucu, ya jawabannya tergantung definisi masing-masing orang mengenai itu. Gw sendiri nggak bisa bilang bagus karena filmnya sendiri belum komplet ceritanya, dan dibilang lucu pun relatif. Tetapi, yang bisa gw bilang adalah film ini works, baik dalam membangkitkan dan memperlakukan sebuah brand legendaris, memutakhirkannya, maupun sekadar sebagai film hiburan yang appealing buat penonton luas. Gw sebenarnya berharap filmnya jangan dibelah dua, biar tuntas gitu, dan akan lebih baik kalau yang sekali itu sukses baru dibikin episode baru selanjutnya daripada dipecah-pecah. Tapi, gw sih nggak keberatan menanti Part 2-nya *teperdaya taktik yang punya film*.





My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar