Rabu, 29 Januari 2014

[Movie] The Wolf of Wall Street (2013)


The Wolf of Wall Street
(2013 - Red Granite/Paramount)

Directed by Martin Scorsese
Screenplay by Terrence Winter
Based on the book by Jordan Belfort
Produced by Martin Scorsese, Leonardo DiCaprio, Joey McFarland, Emma Tillinger Koskoff, Riza Aziz
Cast: Leonardo DiCaprio, Jonah Hill, Margot Robbie, Matthew McConaughey, Kyle Chandler, Rob Reiner, Jon Bernthal, Jon Favreau, Jean Dujardin, Joanna Lumley, Cristin Milioti


Sepertinya gw memang ada masalah dengan film-film bertemakan ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan saham-saham dan pasar modal. Dari kecil gw sebenarnya penasaran dengan dunia tersebut, karena dulu ketika Bursa Efek Indonesia masih belum pakai komputer (yes, ini di 1990-an) dan sering ditampilkan di berita ekonomi di TV-TV, gw heran mereka tuh ngapain semangat banget mondar-mandir, nelpon-nelpon, nulis-nulis, dan kasih-kasih kode bahasa isyarat pakai jari entah kepada siapa, wah keliatan hectic bangetlah dulu. Unfortunately, sampai sekarang rasa penasaran itu tidak pernah tepuaskan sekalipun gw udah belajar Ekonomi di sekolah, ataupun dengan "metode menyenangkan" lewat film-film bertema ekonomi (contohnya Margin Call atau Arbitrage). Tetep sama sekali nggak ngerti.

The Wolf of Wall Street sepertinya punya cara jitu untuk mengakali orang-orang seperti gw. Caranya: nggak usah dipikirin, intinya pialangnya dapet duit banyak yang didapat dari persenan duit orang lain. Ini terdengar terlalu menyederhanakan dan jahat, tetapi itulah yang ditunjukkan dalam film ini. Dan perlu ditekankan, film ini berdasarkan kisah nyata. Well, gw tebak sih berbagai penggambaran di film ini cuma dibesar-besarkan aja, karena katanya sih tujuannya film ini jadi komedi, dark comedy lebih tepatnya, tapi emang tokoh-tokoh dan beberapa peristiwa penting dari film ini memang terjadi di Amerika sana, tepatnya di Wall Street, tempat berkumpulnya perusahaan-perusahaan saham mengeruk harta rakyat memutar uang. 

Julukan "the wolf of wall street" disematkan pada Jordan Belfort (Leonardo DiCaprio), yang dalam usianya yang baru 26 tahun di awal tahun 1990-an sudah bisa memimpin sebuah perusahaan saham yang beromzet besar, Scratton Oakmont. Film ini menyorot perjalanan karier Jordan yang pada waktu umur 22 (seperti "Si Ratu Oke" *eh ketuaan ya*) emang datang ke New York, khususnya ke Wall Street, supaya cepat kaya. Ketika krisis melanda Wall Street di tahun 1987, Jordan memulai lagi dari awal dengan menjadi pialang penny stock, saham kecil-kecil, yang pembeli sahamnya juga kebanyakan kelas pekerja. Karena kemampuan sales-nya yang luar biasa (alias jago nipu) karier Jordan bangkit lagi dengan cepat, uang yang semakin banyak, sampai membuat perusahaan saham sendiri yang lama-kelamaan juga makin besar. 

Kesuksesan ini berimbas pada gaya hidupnya yang bergelimang harta nyaris tak terkendali. Selain hobi menghamburkan uang, Jordan juga rajin mengonsumsi berbagai macam obat-obatan terlarang dan demen sewa lonte. Nggak cuma dia doang, (katanya sih) satu kantornya yang isinya ratusan orang juga rajin sewa lonte buat digilir pas jam kerja. Kegiatan dugem dan orgy jadi serutin pipis aja. Pertanyaannya, dengan praktek kantornya yang sebagian besar ilegal dan berbagai pelanggaran hukum yang dilakukan, apakah Jordan akan kena getahnya? Jawabannya iya. Caranya? Ya itulah yang akan diceritakan di film ini.

Tapi untuk mencapai konklusinya, gw harus bersabar menghadapi berbagai kelakuan Jordan dan kawan-kawan yang serba hedonis dan menyebalkan, selama nyaris 3 jam. Nah, ini dia. Jika ada hal yang membuat gw terganggu dari sebuah film selain tetep nggak ngerti soal saham, adalah "komedi" yang dihasilkan dengan cara menunjukkan orang-orang menyebalkan dan bermain-main dengan jokes soal seks yang (menurut mereka) lucu, khas Amerika banget. Membuat gw mikir-mikir, kalau ini bukan film dari kisah nyata dan bukan disutradarai seorang legenda Hollywood, Martin Scorsese, film ini nggak ada bedanya sama film-film macam The Hangover. Jorok. Buat mereka sih lucu. Buat gw sih saru. Gw nggak ngerti apa yang lucu dari nontonin orang-orang high atau orgy atau dengerin orang ngomong jorok terus-terusan.

Tapi yah, katanya ini "komedi", jadi kalau agak lebay ya maklumi aja. Kalau Leonardo DiCaprio terlihat berusaha sekali untuk tampil lebay, ya maklumi saja, karena itu tuntutan dari konsep filmnya. Gw masih enjoy dengan cara Martin Scorsese menata adegan, terutama yang melibatkan banyak orang sekaligus *astradanya tokcer nih*, walaupun gw masih belum nyambung sama "selera humor"-nya doski. On the other hand, The Wolf of Wall Street bisa jadi film yang paling "jujur" dalam menggambarkan kelakuan pialang yang katanya mau ngebantu klien jadi kaya tapi malah mereka yang lebih kaya, sahamnya bodong lagi. Niatnya aja udah haram, cuma mau kaya cepet-cepet, ya dapetnya duitnya juga haram, dipakainya untuk hal-hal haram juga. Jika film ini ditujukan jadi semacam reversed psychology supaya orang-orang tidak menjadi seperti Jordan, sebagaimana tujuan klip-klip keselamatan lalu lintas buatan Polri yang selalu berakhir dengan kematian, yah film ini berhasil. Gw benci sama karakter-karakternya, dan kehidupan yang mereka jalani. Sukses. Anggap saja The Wolf of Wall Street sebagai peringatan agar lebih banyak orang memilih ekonomi syariah.




My score: 7/10

NB: tulisan ini dibuat berdasarkan yang saya tangkap dari film The Wolf of Wall Street, tanpa mengurangi rasa hormat pada profesi pialang di mana pun...sekalipun saya tetap nggak ngerti kerjaan kalian itu apa sebenarnya.

2 komentar:

  1. Rasanya gwe Lebih terhibur baca review ini daripada nonton fiLmnya deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, coba tonton versi uncensored-nya mungkin lebih "terhibur" =D

      Hapus