Sabtu, 14 September 2013

[Movie] Arbitrage (2012)



Arbitrage
(2012 - Green Room Films/Treehouse Pictures/Lionsgate)

Written & Directed by Nicholas Jarecki
Produced by Laura Bickford, Kevin Turen, Justin Nappi, Robert Salerno
Cast: Richard Gere, Susan Sarandon, Brit Marling, Tim Roth, Nate Parker, Laetitia Casta, Chris Eigeman, Austin Lysy


Sedikit mengingat ke belakang, gw pernah dibuat cengok dan puyeng karena ndak mudeng blas sama berbagai istilah dan cara kerja dunia ekonomi kapitalis dalam film tentang krisis ekonomi 2008, Margin Call. Pengalaman itu agak terulang lagi sama Arbitrage yang juga berkisar pada dunia holding company, merjer, akusisi, dan sebagainya. Ini termasuk makna kata "arbitrage" sendiri yang ternyata merupakan istilah untuk semacam aksi ambil untung dari perbedaan harga di pasar berbeda, atau apalah. Untung, Arbitrage tidak berfokus tentang hal-hal begituan doang *napas lega*. Film ini mengungkap bahwa di balik kehidupan seseorang yang (ekonominya) sukses bikin sirik orang banyak, pasti ada aja sesuatu-sesuatu yang nggak mengenakkan.

Robert Miller (Richard Gere) adalah seorang pengusaha sangat sukses dengan perusahaan yang mapan dan berpengaruh. Keluarganya pun aman, damai, dan sejahtera. Sang istri, Ellen (Susan Sarandon) punya usaha sendiri, Brooke (Brit Marling) sang putri jadi orang kepercayaan Robert di perusahaan, dan Peter (Austin Lysy) sang putra juga kerja untuknya. Suatu malam Robert mengalami kecelakaan maut karena nyetir sambil ngantuk di tengah malam (!). Problemnya, ia di mobil bersama Julie Côte (Laetitia Casta), kekasih gelapnya. Jika publik tahu Robert ada di tempat kejadian, citranya akan hancur lebur, maka proses penjualan perusahaan Robert yang tengah berlangsung pun akan terpengaruh bahkan mungkin gagal. "Untung"-nya, Robert sigap sekali dalam melakukan penghapusan jejak pascakejadian demi mencegah dampak itu, and there's a reason for that. Rupanya menutupi keburukan demi citra baik bukanlah hal yang baru baginya.

Buat gw cukup menarik bahwa sutradara dan penulis Nicholas Jarecki berhasil membawa penonton untuk mengamati Robert hanya dari perilakunya menghadapi peristiwa ini. Awalnya pengenalan tokoh Robert biasa dan sekadarnya saja. Lalu sedikit demi sedikit terungkap lebih jauh, tapi masih pada titik yang bikin kita simpati. Dia orang yang tidak tak berdosa, tapi mungkin akhirnya dia akan eling dan bertaubat. Prett. Lama-kelamaan ketahuan bahwa Robert sudah luwes "beresin masalah", apapun itu masalahnya, baik pribadi maupun dalam konteks bisnis. Emosi terkuras, memang, tetapi bersama orang-orang kepercayaannya, Robert tetap bisa menjalankan trik demi trik, usaha demi usaha demi mencapai tujuannya. Untuk kali ini, setelah korban uang, nyawa, integritas profesi, kepercayaan keluarga, dan tuntutan hukum dari detektif  (Tim Roth) yang sudah mengincar pratik kotornya selama ini, tujuan Robert adalah sesederhana menjaga citra baik diri dan perusahaannya, sampai perusahaannya sukses terjual dengan harga yang bagus. Gila ye.

Selain jalinan kisahnya yang cukup intriguing dan relevan dengan dunia nyata (termasuk di negeri kita), Arbitrage juga jadi eksibisi yang baik untuk unjuk akting oom Richard Gere, yang semakin hari semakin mumpuni performanya. Ketika kekurangilmuan gw tentang ekonomi cukup menganggu kenikmatan gw saat menonton, maka akting oom Gere yang piawai memainkan emosi di sini menjadi jangkar yang menahan gw untuk tetap menyaksikan bagaimana nasib Robert hingga akhir film. Tapi nggak cuma beliau, Susan Sarandon dan Brit Marling juga tampil sangat baik meski hanya dalam durasi seperlunya. Aktor Nate Parker pun cukup mencuri perhatian sebagai Jimmy Grant, yang dimintai tolong Robert tapi kemudian harus diintimidasi oleh pihak berwenang yang ingin mempersalahkan Robert. Jimmy mungkin satu-satunya tokoh yang mengundang simpati, karena tindak-tanduknya yang jujur dan loyal sekalipun dijadikan "mainan" pihak-pihak yang lebih berkuasa. Jika ada sisi positif Robert yang benar-benar murni, maka itu tampak dalam interaksinya dengan Jimmy yang hanyalah warga biasa.

Buat gw film ini bagus dan rapi. Tetapi kalau mau adil, Arbitrage mungkin akan mengernyitkan dahi penonton yang cari drama tragedi keluarga yang emosional semata, sebaliknya akan sangat menggugah selera pemerhati politik, ekonomi, hukum, dan sosial *berat ye*. Gak masalah, setidaknya dengan adanya berbagai detil segmented dan "ribet", Arbitrage tetap berhasil sebagai film drama tragedi keluarga emosional pula kok. Beneran deh. Dan dari segala rajutan cerita yang telah dilewati, semuanya terangkum dalam adegan penutupnya yang brilian, sebuah ironi yang digambarkan dan diperankan dengan sempurna. Boleh, kakak, pencitraannya, kakak...*ala ITC*.




My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar