Jumat, 23 Maret 2012

[Movie] Margin Call (2011)


Margin Call
(2011 - Myriad/Benaroya/Lionsgate/Roadside Attractions)

Written and Directed by J.C. Chandor
Produced by Robert Odgen Barnum, Corey Moosa, Michael Benaroya, Neal Dodson, Zachary Quinto
Cast: Kevin Spacey, Paul Bettany, Jeremy Irons, Zachary Quinto, Penn Badgley, Simon Baker, Demi Moore, Stanley Tucci


Pada tau nggak seh apa yang menyebabkan krisis ekonomi Amerika yang heboh terjadi sejak tahun 2008 silam? Gw sih enggak, mau dijelasin gimana juga gw nggak paham, terutama karena gw juga nggak menguasai komponen perekonomian kapitalisme di Amerika atau di mana pun, baru nyampe belajar Koperasi aja gw =P. Jadi setelah mencerna penjelasan yang paling mudah dari Ligwina Hananto dan Suze Orman, mungkin masih ada salah persepsi jadi tolongin gw kalau ada yang salah atau kurang, kira-kira begini: 

1. Masyarakat beli rumah, tanah atau mobil dengan cara bayar pake kredit/minjem dari perusahaan finansial. They call it mortgage, we call it hipotek. Atau meminjam uang dengan harta-harta besar itu sebagai jaminannya. 
2. Perusahaan finansial udah ngeluarin duit untuk peminjam, jadi masyarakat/peminjam harus balikin duitnya dong. Caranya dicicil secara berkala plus bunga. Dari sini sih ngerti ya.
3. Utang cicilan itu dijadikan "surat utang" yang diperjualbelikan oleh perusahaan kredit itu untuk perusahaan-perusahaan finansial lainnya, jadi semacam jaminan untuk modal. Lho kan itu utang, belum ada duitnya? Nah, karena HARAPANnya adalah utang tersebut AKAN terlunasi plus bunganya, AKAN ada uangnya, jadi yang diperdagangkan dan dijaminkan adalah nilai uang yang AKAN didapat.
4. Masalah terjadi karena ternyata banyak sekali masyarakat/peminjam yang nggak bisa melunasi, atau nilai uang yang dikembalikan nggak sebesar yang diharapkan. Akibatnya nilai surat utangnya yang jadi jaminan jatuh atau malah gak ada nilainya. Perusahaan finansial yang meminjamkan uang harus menanggung utang tersebut kepada siapapun yang telah membeli surat utang, tetapi yang terjadi utangnya terlalu banyak sedangkan penerimaan pun nggak ada, jadi banyak perusahaan-perusahaan semacam ini, yang tadinya berlimpah uang, jatuh bangkrut (toh uangnya dari awal emang nggak ada bukan?).
5. Yaudah gw taunya sampe situ, hubungannya sampe bikin keuangan perusahaan-perusahaan besar jadi rontok dan banyak PHK gw belum bisa menalar.

Apa hubungannya dengan film Margin Call? Well, karena film ini menceritakan jam-jam pertama krisis itu. Di sebuah perusahaan fiktif yang bergerak dalam bidang, err...entahlah, anggep aja kredit finansial, mereka sudah mulai mengalami masalah entah di mana, jadi pada suatu hari memutuskan untuk mem-PHK sebagian pegawainya, termasuk di jajaran manajemen risiko (whatever that means) Eric Dale (Stanley Tucci) yang sudah sangat lama bekerja di sana. Dale kesal bukan soal pengabdian lama atau posisi, tetapi Eric mengsinyalir pengenaan PHK pada dirinya disebabkan adanya ketidaksukaan beberapa atasannya, terutama Sarah Robertson (Demi Moore), setelah Eric mengemukakan prakiraan nggak enak tentang keadaan perusahaan setahun sebelumnya. Di saat-saat terakhirnya di kantor, Eric menyerahkan sebuah flash-disk (yu-es-bi kalo orang sini bilangnya mah) kepada seorang analis muda, Peter Sullivan (Zachary Quinto) sambil bilang "hati-hati". Peter penasaran dan segera membuka isi flash-disk yang adalah hasil pekerjaan Eric yang belum selesai. Peter menyempurnakan hitung-hitungannya dan terungkaplah apa yang dimaksud Eric, yaitu:........*geleng-geleng* entahlah cuma mereka yang tau =P. Sutradaranya sih cuman bilang pokoknya itu sebuah proyeksi yang akurat tentang kejatuhan perusahaan mereka, perusahaan ini akan merugi bahkan melebihi jumlah nilai aset yang dimiliki, mungkin bangku dan bolpen dijual juga nggak akan ngaruh.

Dari titik itu, film ini bergerak pelan-pelan dengan memanggil karakter-karakter yang terkait satu per satu. Peter memanggil supervisornya, Will (Paul Bettany), Will manggil si bos perusahaan, Sam (Kevin Spacey), Sam memanggil dewan atasannya lagi, Jared (Simon Baker) beserta timnya Sarah Robertson yang kayaknya jadi semacam dewan penasihat gitu. Lalu karena begitu gentingnya "masalah itu", biar udah lewat tengah malam juga, didatangkanlah bos besar perusahaan induk mereka, John Tuld (Jeremy Irons). Nah kumpul dah tuh. Sekarang mereka berusaha mencari solusi bagaimana supaya tidak bangkrut, atau kalau memang harus bangkrut, gimana caranya supaya mereka bisa mundur pelan-pelan, ngambil untung semampunya, sebelum bubar. Langkah mana yang mereka ambil akhirnya juga gw nggak tau pasti. Pertentangan ada di antara Sam dan Jared plus John yang terkesan nggak berhati, Eric dan Sarah yang kesannya nggak mau menanggapi serius peringatannya dulu malah dianya dipecat, ditambahi kebimbangan pegawai yang istilahnya masih di bawah banget seperti Peter dan kawannya yang masih muda banget Seth (Penn Badgley), bebannya adalah mereka yang pertama kali tau sejak awal sebelum rekan-rekan mereka. 

Film ini sesungguhnya a well-made one. Presentasi akting dan gambarnya terjaga dengan rapih dan baik. Tapi, gw tuh kayak dicuekin sama filmnya. Dengan lajunya yang lambat berseting tengah malam/pagi buta di sebuah gedung pencakar langit kota New York, isinya cuman orang-orang saling ngobrol sembari menunggu. Ya, menunggu, menunggu apa langkah perusahaan, serta menunggu nasib mereka masing-masing. Atau juga menunggu sampe durasinya lebih dari 90 menit biar tidak jadi film pendek belaka. Sayangnya gw merasa mereka ngobrol dalam kalimat-kalimat encrypted. Bukan istilah susah, cuman mereka juga nggak memberikan rujukan dan gambaran jelas tentang apa yang mereka katakan, tentang masalah yang mereka hadapi itu, kesannya gak maju-maju, ya cuman buat nunggu matahari terbit aja. Terlalu banyak kata ganti, seakan menghindari hal yang teknis, terutama apa sebenarnya hitung-hitungan Eric dan Peter, tapi bahkan penjelasan mereka sebenarnya kerja di perusahaan macam apa juga nggak ada. Udah berkali-kali ada karakter minta "tolong pake bahasa sederhana", gw massih juga gagal nangkep "apaan?" (ini sih salah gw kali ya). Yang jelas, mereka akan bangkrut, gitu doang. Kirain di sini bisa mendapat insight tentang apa kira-kira asal-muasal runtuhnya perekonomian Amerika 2008 sehingga gw lebih paham, nyatanya nggak. Yang diperlihat adalah (ceritanya) orang-orang di balik sebuah perusahaan (ceritanya) yang pertama menyatakan bangkrut sebelum merambat ke perusahaan yang lainnya. Reaksi dari orang-orang ini pun ya gitu-gitu aja, nggak ada yang gimana gitu *O my God, gw jadi pake kata ganti kayak film ini*. Palingan yang jelas terlihat emotionally connected adalah semua adegan Eric, adegan Sam yang berhubungan dengan anjingnya, serta obrolan Peter, Will dan Seth yang mungkin paling gampang dipahami karena lebih nyambung ke "dunia luar". Sisanya, err...

Overall, I did not enjoy this film. Kemungkinan besar karena pengetahuan gw yang terbatas, pun film ini tidak memperkayanya. Mungkin lain hal jika ditonton oleh orang-orang berlatar ekonomi atau orang-orang Amerika sendiri. Yang bisa gw lihat adalah orang-orang saling berbicara seakan tau apa yang mereka bicarakan tanpa peduli GUWEH ngerti atau enggak. Nyebelin kan? Thanks a lot, man.



My score: 5,5/10

2 komentar:

  1. Bener banget, gw juga sadar ini film yang well made tapi karena kurangnya pengetahuan jadi gak sreg sama nih film. Kurang akrab sama penonton awam nih

    BalasHapus
  2. @rasyidharry, hehe, ya begitulah. jadi kurang bisa dinikmati ya *caritemen

    BalasHapus