Rabu, 04 Desember 2013

[Movie] The Iceman (2013)


The Iceman
(2013 - Millennium Films)

Directed by Ariel Vromen
Screenplay by Morgan Land, Ariel Vromen
Based on the book "The Iceman: The True Story of a Cold-Blooded Killer" by Anthony Bruno
and the documentary "The Iceman Tapes: Conversations with a Killer" by James Thebaut
Produced by Ehud Bleiberg, Ariel Vromen
Cast: Michael Shannon, Winona Ryder, Chris Evans, Ray Liotta, David Schwimmer, Robert Davi, James Franco, Stephen Dorff, Danny A. Abeckaser, John Ventimiglia, Ryan O'Nan


The Iceman bukanlah film solo dari personel X-Men, ya. Daya jual The Iceman sesungguhnya terdapat pada sumber cerita yang berdasarkan kisah nyata, dan juga penampilan dari aktor yang lumayan terkenal, mulai dari Winona Ryder, Chris Evans, Ray Liotta, David Schwimmer, dan dibingtangutamai oleh Michael Shannon yang baru aja jadi penjahat di film Man of Steel. Kurang menjual juga? Well, mungkin perbedaan kronologis dan geografis juga pengaruh kali ya. Kisah kejadiannya udah lama banget dan di Amerika pula, mana kita ngeh, ya nggak? *cari temen*. The Iceman ini bisa jadi semacam Zodiac "kecil", yaitu tentang pembunuhan berantai misterius, tapi bedanya pelakunya udah ketahuan, bahkan jadi sorotan utamanya di kisahnya.

Alkisah pada tahun 1950-an, adalah Richard Kuklinski (Shannon), orangnya pendiam dan sangat cool, alias nggak pernah kelihatan emosi yang gimana gitu. Pekerjaannya sebagai petugas di laboratorium seluloid film porno membuatnya berkenalan dengan para mafia, salah satunya Roy Demeo (Liotta). Roy "kesengsem" dengan perangai Kuklinski yang sangat cool itu, dan menawarkannya jadi algojo pribadinya, tentu saja imbalannya jauh lebih besar dari yang sekarang. Kuklinski terima, dan selama beberapa tahun, pekerjaan bunuhin orang atas suruhan Demeo dilaksanakannya, dan kehidupan bersama sang istri Deborah (Ryder) dan kedua putrinya jadi aman damai sejahtera, sekalipun mereka nggak tau uang yang didapat Kuklinski itu asalnya dari mana.

Tetapi dengan bertumbuhnya keluarga, bertumbuh pula sensitivitas emosi Kuklinski. Suatu ketika ketika bertugas membunuh seseorang berwujud James Franco yang mesum, ia nggak tega menghabisi satu-satunya saksi, seorang cewek remaja yang habis digrepe-grepe James Franco. Harusnya nggak begitu. Kuklinski dinonaktfkan Demeo, penghasilan pun diputus. Kuklinski pun akhirnya punya cara, yaitu bekerja sama dengan seseorang bernama Mr. Freezy (Evans) yang dibayar oleh para mafia untuk "menghilangkan" orang-orang tertentu. Kerja sama ini berjalan dengan baik sampai akhirnya Kuklinski ini ketahuan oleh Demeo, kehidupan diri dan keluarganya terancam sirna, ketakutan pun melanda. Si Iceman rupanya sudah tidak se-cool yang dulu.

Well, penjulukan Kuklinski sebagai "Iceman" dari sifatnya yang cool itu mungkin bisa-bisanya sutradaranya aja, karena sebenarnya "The Iceman" itu julukan yang diberi media Amerika untuk berbagai pembunuhan yang dilakukan Kuklinski bareng Mr. Freezy pada awal 1980-an, modusnya adalah memotong-motong dan mengawetkan mayat korban di dalam es sebelum dibuang di tempat tertentu, biar waktu kematian serta penyebab kematiannya sulit dilacak.

Menurut gw, cerita film The Iceman ini lumayan...emm...biasa sih. Masih bisa diikuti, tetapi kalau kurang informasi tentang siapa itu Richard Kuklinski yang dijuluki "The Iceman" itu, kayak gw waktu nonton kemaren, gw nggak bisa megang film ini arahnya mau ke mana, jadinya kayak berasa random dan lama gitu. Ya gw ngerti sih ini semacam riwayat hidup seorang kriminal yang dengan sempurna menyembunyikan profesinya itu dari keluarga yang sangat dikasihinya, tapi buat gw film ini tidak memberi daya tarik lebih selain itu. Tegang-tegang dikit, tapi ya dikit doang. Eh ada deing, satu hal yang bikin gw betah nonton film ini adalah mengikuti transformasi akting Michael Shannon yang luar biasa, dari orang yang tanpa emosi menjadi orang yang belakangan rapuh. Sekalipun ditemani oleh aktor-aktor yang kelasnya nggak sembarangan, Shannon benar-benar menguasai film ini dengan segala gestur dan ekspresinya. Nggak over, tapi kena sasaran. Tapi buat filmnya secara keseluruhan, ekspresi gw tetap sedatar dan sedingin Kuklinski waktu ditodong pistol pas di awal-awal film.



My score: 6,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar