Rabu, 05 Juni 2013

[Movie] Jurassic Park (1993)


Jurassic Park
(1993, 2013 re-release in 3D - Universal)

Directed by Steven Spielberg
Screenplay by Michael Crichton, David Koepp
Based on the novel by Michael Crichton
Produced by Kathleen Kennedy, Gerald R. Molen
Cast: Sam Neill, Laura Dern, Jeff Goldblum, Richard Attenborough, Bob Peck, Joseph Mazzello, Ariana Richards, Wayne Knight, Martin Ferrero, Samuel L. Jackson


Mungkin ya, tahun 1993 adalah tahun konfirmasi seorang Steven Spielberg sebagai sutradara handal dan versatile. Beliau menyutradarai dua film akbar: Jurassic Park yang mem-"bombardir" box office dunia, lalu Schindler's List yang berjaya di ajang penghargaan. Well, at least pada sekitar tahun itulah gw baru mendengar nama Steven Spielberg sang sutradara hits (udah pernah juga sih nonton Hook tapi nggak perhatiin siapa sutradaranya), maklum baru 7 tahun dan pengenalan akan dunia film masih terbatas, waktu itu taunya film-film Disney aja...di kaset video BetaMax bajakan pulak =D. Nah akibatnya, gw termasuk orang yang tidak menikmati Jurassic Park sebagai sebuah movie event dan fenomena pada masanya, mungkin dulu gw mikirnya yang bukan kartun atau komedi belumlah tontonan untuk gw padahal karena ngeri aja sih liat monster/hewan-hewan besar bergigi tajam. Jadinya gw nonton The Land Before Time aja, hahaha. Kalau nggak salah gw baru nonton utuh waktu SMP lewat VCD, dan gw akui, meski bukan favorit pribadi, Jurassic Park itu sebuah film yang timeless, thrill sebuah film yang berumur hampir satu dekade masih tetap terasa sekalipun lewat media secupu VCD. Lagipula efek-efek yang "membangkitkan" beraneka ragam dinosaurusnya masih terlihat mengagumkan.

Nah, menyambut 20 tahun sejak Jurassic Park dirilis pertama kali, Universal Pictures merilis ulang secara terbatas film favorit banyak orang ini dalam format 3-Dimensi, sama seperti yang dilakukan Finding Nemo dan Titanic tempo hari. Iya sih, Jurassic Park itu film besar yang sukses menjual jutaan home video dan sudah diputar ribuan kali di televisi, bahkan sudah ada dua sekuelnya, kenapa juga musti nonton di bioskop lagi sekarang? Tetapi, kenapa nggak? Mau 3D atau nggak, apa yang salah dengan menyaksikan kembali film favorit di layar besar? Khususnya buat gw yang 20 tahun lalu belum akrab sama bioskop, ini adalah kesempatan gw merasakan sensasi Jurassic Park di bioskop, sekalian kepo apa sih yang dulu bikin film ini hits banget. Dan hasilnya, bagaikan menyaksikan pertama kali, film ini tetap sukses untuk menghibur dan mengundang decak kagum. Lagipula, surprise, efek konversi 3D-nya ternyata asik dan lebih ngefek daripada film-film hasil konversi lainnya. Ngefekkk benerr *masih syok adegan ngidupin saklar*.

Sedikit menyegarkan ingatan bagi yang lupa atau belum tahu (hah? belum tahu?), Jurassic Park ini adalah kisah petualangan sekelompok orang yang terjebak di sebuah pulau taman safari. Tetapi bukan taman safari biasa, karena Jurassic Park di pulau Isla Nublar kawasan Karibia ini adalah taman yang dipersiapkan untuk jadi fenomenal, karena isinya dinosaurus hidup! Sekelompok ilmuan di bawah Mr. Hammond (Richard Attenborough) berhasil meng-kloning pelbagai jenis spesies dinosaurus beserta segenap flora zaman purba yang harusnya sudah punah, mengembangbiakkannya lalu menempatkannya di seluruh taman. Namun, akibat sebuah peristiwa kecelakaan kerja, pemilik modal ingin mengadakan investigasi tentang safety taman yang belum dibuka untuk umum ini. Demi mendapatkan endorsement para ahli, Mr. Hammond pun mengundang Dr. Grant (Sam Neill) si ahli dinosaurus, ceweknya Dr. Sattler (Laura Dern) ahli tanaman purba, juga Dr. Malcolm (Jeff Goldblum) si ahli matematika dan teori chaos untuk inspeksi kelanjutan proyek Jurassic Park. Akibat sebuah skema jahat dari seorang teknisi, Dennis Nedry (Wayne Knight) yang menyebabkan kerusakan sistem taman, termasuk sistem keamanan dan komunikasi (dan "untungnya" kala itu handphone belum memasyarakat), orang-orang ini harus berusaha sintas di tengah badai tropis yang menimpa pulau itu, karena dino-dino berbahaya semacam T-Rex dan Velociraptor kini juga berkeliaran bebas mengikuti naluri hewaninya tanpa ada yang bisa menghalangi. 

Jurassic Park adalah sebuah petualangan yang menegangkan nan mengasyikkan. Konsep taman safari dinosaurus saja sudah mengundang decak kagum seperti kekaguman para tokoh di film ini, tetapi bahwa arahnya jadi inspection gone wrong membuatnya jadi begitu thrilling dan menggedor jantung *masih syok adegan dino beracun di mobil Nedry*. Apalagi efek-efek robot dan animasi untuk menghidupkan dinosaurusnya yang sangat mencengangkan pada zamannya itu masih dan masih tampak mengagumkan  sekaligus masih efektif menimbulkan kengerian (membuktikan practical effects untuk hewan-hewan lebih serem daripada animasi CGI). Oke, mungkin jika dilihat keseluruhannya sekarang sudah tampak "Hollywood banget" dengan tata adegan yang terlalu staged, dan segala situasi dan segala hal dibikin gone wrong dan mepet agar meningkatkan ketegangan kegemesan, juga ditambah segala kebetulan-kebetulan, tetapi itulah juga faktor yang membuat film ini mengasyikkan. Toh film ini tetap menampilkan humor-humor dan karakter-karakter yang menarik dan dibangun dengan sangat baik, di samping sisi fiksi-ilmiahnya yang masih bisa diterima akal. Sekarang setelah menyaksikan lebih saksama di layar besar (plus 3D), gw akhirnya dapat menilai bahwa Jurassic Park memang layak atas kesuksesannya. Sebuah film yang heran, megah, menghibur, dan crazy fun sekalipun sudah berumur. Itulah tandanya film yang klasik yang akan selalu dikenang *masih syok adegan Velociraptor bisa lompat ke meja* *ngeheklah*.




My score: 8/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar