Rabu, 10 Oktober 2012

[Movie] Finding Nemo (2003)


Finding Nemo
(2003, 2012 re-released in 3D - Walt Disney/Pixar)

Directed by Andrew Stanton
Original Story by Andrew Stanton
Screenplay by Andrew Stanton, Bob Peterson, David Reynolds
Produced by Graham Walters
Cast: Albert Brooks, Ellen DeGeneres, Alexander Gould, Willem Dafoe, Brad Garrett, Allison Janney, Geoffrey Rush, Barry Humphries, Eric Bana, Bruce Spence, Elizabeth Perkins, Andrew Stanton


Udah pernah nonton pada saat rilis tahun 2003 lalu. Udah punya DVD-nya, udah sering pula main di TV nasional termasuk yang versi sulih suara bahasa Indonesia. Terus, kalo sekarang filmnya dirilis lagi di bioskop yang gambarnya sudah dikonversi ke 3-Dimensi, penting banget gitu? Gw harus koprol, kayang, handstand, squat jump, pilates, lompat tinggi gaya gunting terus bilang "waw" gituh? Jawabnya: tentu tidak, karena yang gw harus lakukan hanyalah segera menontonnya di bioskop terdekat. Sesimpel itu. Kenapa? Karena ini adalah Finding Nemo, yang tak lain tak bukan salah satu film terfavorit banyak orang, baik dalam kategori animasi produksi Disney-Pixar sendiri maupun kategori general. Seperti Titanic tempo hari, menyaksikan ulang film favorit kita di layar lebar bukanlah hal yang tabu. Biarin aja udah sering nonton DVD-nya di layar kecil kebanggaan kita, menonton di bioskop tetap punya sensasi tersendiri, terutama sih kecilnya distraksi sehingga bisa konsen terus kepada filmnya.

Well, sebenarnya udah jelas sih, dengan posisinya yang berada di peringkat 5 dalam senarai 100 film tahun dekade 2000-2009 favorit gw, Finding Nemo versi 3D ini tidak boleh gw lewatkan. Ia berada di puncak masa keemasan animasi CG keluaran Pixar. Sudah 9 tahun sejak pertama kali dirilis dahulu namun kualitas produksi (terutama audio visual yang cakep banget) dan kisahnya tetap unggulan, tetap sanggup menyita perhatian, bahkan gw udah gak peduli lagi ini filmnya 3-dimensi atau tidak, toh pada akhirnya kepedulian gw hanya akan terhisap pada filmnya semata, bukan pada efek tambahan 3-dimensinya. Hmm, okay, konversi 3-dimensinya terbilang bagus, jadi menyaksikan seting bawah laut seperti lihat akuarium raksasa secara lebih riil. Nyaris gak ada adegan timbul sih, but generally it's nice. Tapi efek "tiga dimensi" terbaik adalah menyampaikan cerita yang menggugah. Itulah yang membuat menonton Finding Nemo 3D yang dirilis lebih kurang hanya untuk menarik laba semata ini tetap bukanlah tindakan tercela dan tidak ada ruginya.

Perlu gw sampaikan ceritanya lagi gak? Hah!? Masih ada yang gak tau Finding Nemo yang membuat anak-anak memanggil semua ikan badut jadi "ikan nemo" ini filmnya soal apa? Fine. Akibat kejadian traumatis, seorang ayah ikan badut, Marlin (Albert Brooks) sangat overprotective (udah sangat, over lagi) terhadap putra semata wayangnya, Nemo (Alexander Gould), namun malang tak dapat ditolak, tiba-tiba Nemo ditangkap dan dibawa pergi oleh manusia penyelam. Marlin yang panik segera mencari sang anak dengan segenap tenaga bersama teman seperjalanannya yang pelupa, Dory (the brilliant Ellen DeGeneres) menyeberangi samudera. Begitulah. Oh, percayalah, kisah fabel persembahan Disney dan Pixar selalu di atas rata-rata, dan Finding Nemo berada di tingkat paling atas. Dengan warna-warni visual yang luar biasa, petualangan sekaligus road movie ini mengetengahkan pentingnya hubungan orang tua-anak dibangun atas kasih sayang ketimbang kekhawatiran. Pengisahannya dinamis, jenaka dan menyentuh dalam takaran dan timing yang pas, begitu captivating sehingga membuat gw tetap terpaku dan menikmati ceritanya, dan karakterisasinya pun akan mudah sekali diingat, serta yang penting tetap appealing untuk segala usia secara aman. Sebuah film yang buat gw gak akan lekang oleh waktu ataupun habis daya tariknya meski sudah berulang kali disaksikan.

Yang belum nonton, inilah kesempatan kalian, jangan sampai kelewatan. Yang "baru" nonton di layar kecil, tidak ada ruginya untuk menonton lagi di layar besar...yah kecuali memang udah gak nyaman sama penampakan hiu. P. Sherman 42 Wallaby Way, Sydney!




My score: 9/10

3 komentar:

  1. Teknologi tiga dimensi belum ada di bioskop kotaku. Jadi, dengan berat hati aku tak bisa menonton penayangan ulang film-film hollywood dalam alterasi 3D (curhat sambil nangis).

    BalasHapus
    Balasan
    1. *pukpuk*
      jangan berhenti berharap, semoga ada teknologi 3D di bioskop Cirebon. Amin =]

      Hapus
  2. Sy sangat suka film finding nemo, slh satu film kesukaanku selain finding nemo ^^ tapi aku blm prnh nntn di bioskop .-.

    BalasHapus