Rabu, 05 Desember 2012

[Movie] Life of Pi (2012)


Life of Pi
(2012 - Fox 2000/20th Century Fox)

Directed by Ang Lee
Screenplay by David Magee
Based on the book by Yann Martel
Produced by Gil Netter, Ang Lee, David Womark
Cast: Suraj Sharma, Irrfan Khan, Rafe Spall, Tabu, Adil Hussain, Ayush Tandon, Gérard Depardieu


Apa yang dicapai film Life of Pi (bacanya: 'pay') harus disaksikan sendiri. Ini adalah sebuah kisah penyintasan (survival *baru nemu padanannya*) yang dikisahkan dengan elemen fantasi. Ini berarti akan banyak visual effects berbicara. Namun bersyukurlah sutradara kenamaan, Ang Lee bukanlah tipe orang yang gampang 'tenggelam' dalam kecanggihan teknologi sinema, melainkan memanfaatkannya untuk mendekorasi secara lebih dahsyat kisah yang dibawanya. Ang Lee juga dengan ini menempatkan diri sebagai sutradara film cerita yang berhasil memanfaatkan teknologi 3-Dimensi dengan sangat baik dan exciting, setara dengan apa yang sudah dilakukan James Cameron di Avatar.

Adalah Piscine "Pi" Patel (Irrfan Khan), seorang imigran India di Kanada yang didatangi seorang penulis lokal (Rafe Spall) karena mendengar Pi punya kisah hidup yang luar biasa. Pi pun menceritakan pengalamannya ketika dirinya remaja (Suraj Sharma), akibat kebutuhan yang menghimpit seluruh keluarganya memutuskan untuk hijrah dari Pondicherry, India ke Kanada sambil membawa hewan-hewan kebun binatang yang mereka punyai agar bisa dijual di Kanada atau Amerika. Nahas, kapal kargo yang mereka tumpangi terhantam badai di Samudera Pasifik, dan hanya Pi manusia yang selamat karena berhasil naik sebuah sekoci. Manusia satu-satunya, bukan berarti ia sendirian, empat hewan yang berangkat bersamanya juga ada di sekoci itu: zebra yang patah kaki, hiena (anjing hutan yang suaranya kayak orang ngakak, musuhnya The Lion King =D), orang utan bernama Orange Juice, dan si harimau Benggala bernama Richard Parker. Sesuai dengan sifat asli, proses rantai makanan pun berjalan di atas perahu kecil itu, hingga tersisa Pi dan Richard Parker. Pi pun memutar akal agar—di tengah samudera luas antah berantah—ia bersama Richard Parker dapat selamat.

Kisah Life of Pi adalah salah satu contoh yang arahnya sangat mudah diketahui, apalagi dengan teknik penceritaan kilas balik. Kita sudah tau Pi akan selamat sampai Kanada, tapi proses menuju ke sananyalah yang seharusnya menjadi daya tarik. Apa yang terjadi, apa yang ditemui Pi selama sekitar tujuh bulan terombang-ambing di lautan bersama seekor harimau, dan dengan latar belakangnya pribadinya, kok bisa Pi tetap punya keyakinan terhadap Tuhan ketika pengalaman yang begitu berat menimpanya. Pribadi Pi memang dibuat unik, tak hanya pandai secara akademik serta nekad-an, tetapi juga punya minat besar terhadap spiritualitas dan ketuhanan, hingga menganut ajaran Hindu, Kristen, dan Islam sekaligus, sekalipun ia tumbuh di keluarga—terutama ayahnya (Adil Hussain)—yang cenderung menomorsatukan akal pikiran manusia. Meskipun bertentangan, latar belakang inilah yang membuat Pi dapat bertahan: secara rasio harimau tetaplah harimau yang akan bertahan hidup tanpa belas kasihan, termasuk kalau perlu memangsa Pi yang merupakan satu-satunya daging segar yang mudah didapat di sekitar sekoci itu, namun dengan ajaran agama yang dianutnya (mungkin soal karma), Pi juga tidak bisa membiarkan mati atau membunuh Richard Parker. Jalan keluarnya, keduanya harus "kerja sama", this part is quite emotional.


Hal yang gw suka dari film-film Ang Lee adalah penuturan yang kuat, nyaman, dan heartfelt, bahkan untuk film yang (harusnya) action seperti Crouching Tiger Hidden Dragon atau Hulk (btw, haters gonna hate, but I like that movie). Life of Pi pun memiliki penuturan yang sama enaknya, jenaka dan komikal di bagian perkenalan di awal terutama dengan editing lucu seperti di Hulk, lalu berubah jadi lebih intens di pertengahan. Memasuki bagian kisah utama, lajunya pun agak direm, menjadi lebih statis, dan mungkin berpotensi membosankan, namun untungnya di bagian inilah keunggulan audio visual Life of Pi dipertunjukkan. Di tengah-tengah usaha Pi bertahan hidup dan menanti pertolongan, berbagai gambar-gambar spektakuler yang antara nyata dan tak nyata hadir menghibur penonton. Mulai dari pemandangan laut dan langit cerah, ubur-ubur glow-in-the-dark, hingga pulau "bakau" yang permai. Oh indah nian. Efek 3D-nya benar-benar maksimal di sini, apalagi di bagian tenggelamnya kapal dan bagian gerombolan ikan terbang yang mengasyikan. Jika bagian ini dirasa datar, keindahan gambarnya sanggup menebusnya. Eh, hewan-hewannya, ya termasuk Richard Parker juga sebagian besar adalah animasi CGI yang halus, lho. Cenggih beut lah film ini. Namun, Lee selalu membawa perhatian penonton kembali ke perjuangan Pi, kepada kegundahan dan juga harapannya untuk dapat selamat, dan pada akhirnya tentang apa makna dari semua pengalamannya ini.

Sekali lagi, Life of Pi adalah pengalaman menonton film yang harus dialami sendiri, nggak bisa nitip. Pencapaian teknisnya ciamik, tata artistik+sinematografi+efek visual+tata suara semuanya kawin banget dengan ceritanya. Aktornya bermain apik, terutama Irrfan Khan sebagai Pi dewasa yang bermain wajar nan berbobot, dan Suraj Sharma yang sanggup mendominasi durasi film sebagai Pi remaja dengan penjiwaan yang baik, padahal doski pemain debutan lho. High praise dari gw juga buat musik latarnya yang dengan cantiknya benar-benar padu dengan kisahnya. Meskipun buat gw sendiri elemen spiritualitas dan ketuhanan yang menjadi tema utama film ini tidak sedalam dan sekuat yang dikatakan orang-orang, lagi pula bagian itu disampaikan secara verbal dan frontal lewat dialog instead of lewat "rasa" (gw lebih 'tertantang' di Prometheus, yang kebetulan juga ada Rafe Spall-nya), Life of Pi tetap sukses sebagai film yang mudah dinikmati sekaligus meninggalkan kesan yang akan terngiang di dalam benak penontonnya, terutama pada bagian akhirnya yang sebenarnya menegaskan akan inti kisah Pi ini. Bahwa dengan sedikit fakta, tidak ada bukti, dan hanya satu saksi, perihal kebenarannya hanya tinggal soal percaya atau tidak, atau percaya yang mana, nggak ada yang namanya paksaan. 

Jadi, pisang bisa ngapung di air nggak sih? =D




My score: 8/10


NB: Pada beberapa adegan malam, latar musiknya menggunakan instrumen gamelan =).

2 komentar:

  1. Bisa, pisang bisa ngapung. Coba aja di bak mandi atau wastafel :)

    BalasHapus