Rabu, 20 Januari 2010

Nonton Avatar dalam format 3D


Avatar adalah film yg digembar-gemborkan sebagai pencapaian termutakhir teknologi film saat ini, dan memang dibuat untuk disaksikan dalam format 3-dimensi, apalagi si James Cameron sang sutradara/penulis/produser sendiri yg meng-invent kamera khusus 3D yg konon lebih canggih dari yg sudah ada. Okelah, apa artinya sesumbar kalau belum dibuktikan....dan buktinya, gw nonton 2 kali dalam format 3D, hahaha *korban kapitalisme*.

Sebelumnya gw udah nonton Avatar versi normal sebagai tontonan bisokop penutup tahun 2009. Gw agak "terpaksa" nonton dalam versi normal, 2 hari setelah jadwal rilis karena rangkaian alasan berikut: 1. Pengen nonton secepatnya, sebelum tahun 2009 berakhir, biar gaul getoh; 2. Hanya sempet nonton Sabtu atau Minggu, karena Seninnya (21 Desember) berangkat road trip sekeluarga mudik ke Denpasar; 3. Nonton dalam format 3D di hari Sabtu dan Minggu (plus Jumat) adalah bunuh diri karena harga tiketnya dua kali lipatnya Senin-Kamis, yg notabene udah 2 kali lipatnya harga tiket non-3D—duit dari mane bang? Untuk itu, gw memutuskan untuk nonton dalam format biasa, dan cukup worth it (nonton di Plaza Indonesia eX XXI emang maknyuss).

Setelah itu, blantika perbioskopan gw di tahun 2010 diawali dengan menonton Avatar 3D bareng beberapa teman sekantor. Berdasarkan pengalaman, nonton film 3D buat gw lebih mending di Blitz Megaplex dibandingkan XXI, lebih mahal sih tapi kacamata RealD 3D di Blitz lebih nyaman bagi gw yg berkacamata. Karena itulah kami memilih nonton di cabang Blitz di mall Pacific Place (itu loh, yg pernah ada wanita muda dibunuh di tangga darurat =_=;). Ternyata, wow, cukup puas. Janji2 teknologi itu memang terbukti. Gw bener2 bisa ngeliat "ruang" di dalam layar dan sesekali beberapa benda keluar layar, gambarnya terang pula, nggak terlalu bikin pusing. Gw paling suka berkas2 cahaya matahari yg nyorot hutan Pandora, bener2real. Dalam format 3D ini juga gw memperhatikan banyak banget serangga yah di film ini ^o^'.

Entah kenapa, seminggu kemudian gw terpanggil lagi untuk nonton Avatar dalam format 3D. Kali ini sendirian, gw memilih nonton di Blitz di Grand Indonesia (itu loh, yg ada orang lompat dari lantai 5 =_=; Kenapa gw nontonnya di situs2 TKP gini yah?) terutama karena layar di sana lebih besar. Percobaan pertama gagal karena diwarnai dengan insiden hilangnya handphone di bus TransJakarta, damn! Tapi gw keukueh mau nonton hari berikutnya dan berhasil ^o^;. Overall, hampir sama seperti pengalaman nonton sebelumnya, plus layar yg lebih gede, cuman sayang sound bioskopnya tidak se-mantap di Pacific Place apalagi di eX XXI. Tapi okelah, kapan lagi nonton Avatar dalam format 3D, di DVD kan nggak bisa.

Lucunya, meskipun nonton dalam format 3D, toh gw bukannya mencari-cari kapan efek 3Dnya akan keluar. Baik versi normal maupun 3D, Avatar "memaksa" gw untuk nonton "film"nya, bukan hanya gambar 3 dimensinya, which is a good point. James Cameron membuat filmnya sedemikian rupa sehingga teknologi canggih dalam Avatar tidak mengalihkan perhatian penonton pada filmnya sendiri, efek2 3D nya nggak ada yg terkesan maksa "supaya keliatan 3D", semua terlihat pas dan tepat. Well done, Sir.

Dalam review gw kmaren setelah nonton versi normal, gw bilang nilainya "segitu" dulu (8,5/10) karena belum nonton versi 3D yg konon adalah format yg pantas. Tapi setelah nonton versi 3D, dua kali bahkan, gw nggak terbebani untuk menaikkan atau menurunkan nilainya. Setiap kali nonton ulang, gw merasa "nilainya memang pantas", berbeda dengan setiap kali gw nonton Star Trek yg kayaknya nilai dari gwnya naik terus. Ceritanya tidak terlalu baru, endingnya rada predictable dan durasi yg kerasa lamanya masih jadi faktor yg membatasi gw memberi nilai lebih tinggi. APALAGI nih ya... di format 3D nggak ada adegan Jake dan Neytiri "mating before Eywa"!! What? Why? Kali ini bukan ditutupin secara manual kayak waktu nonton Star Trek di teater IMAX Keong Emas, tapi emang udah di-edit dari sononya. Apakah adegan "begituan" belum pantas disaksikan secara 3D? Yaelah, bukan orang beneran aja kok musti dipotong siy. Maka, lengkaplah keputusan gw nggak menaikkan nilai film ini (kurang meyakinkan yah, hihihi).

Eh, denger2 Avatar ini mau maen juga di Teater IMAX Keong Emas TMII lho (seperti biasa info di media kurang jelas, musti nelpon ke call centernya sepertinya). Mungkin berformat IMAX biasa, belum 3D, dan mungkin adegan "mating before Eywa" nya juga hilang...hmm, I think I'll skip it. ^m^



My score 8,5/10



NB: Oh btw, Avatar baru aja menang Best Motion Picture Drama dan Best Director dalam Golden Globe Awards. Congragulations (?). Gw suka sih film ini, tapi kalo menang film terbaik rasanya agak gimanaa gitu... ^_^;


Tidak ada komentar:

Posting Komentar