Sabtu, 03 September 2011

[Movie] Rango (2011)


Rango
(2011 - Paramount/Nickelodeon Movies)

Directed by Gore Verbinski
Story by John Logan, Gore Verbinski, James Ward Byrkit
Screenplay by John Logan
Produced by Gore Verbinski, Graham King, John B. Carls, Jaqueline M. Lopez
Cast: Johnny Depp, Isla Fisher, Ned Beatty, Abigail Breslin, Bill Nighy, Alfred Molina, Harry Dean Stanton, Ray Winstone, Timothy Olyphant


Seekor bunglon kesepian dan agak delusional (Johnny Depp) yang tadinya tinggal di akuarium milik manusia mengalami kejadian lalu lintas sehingga ia harus terlempar dari mobil majikannya ke jalan...yang adalah gurun nan terik dan kering. Lewat petunjuk seekor armadillo tua (Alfred Molina), si bunglon memberanikan diri mengarungi padang pasir nan kejam hingga dapat sampai ke kota koboi Dirt demi mendapat air. Di kota lusuh itu si bunglon mengaku-ngaku bernama Rango, jago tembak dan pernah berhasil mengalahkan geng penjahat tersohor hanya dengan 1 peluru. Karena sebuah peristiwa yang (sedikit banyak) mendukung kisahnya, Rango pun akhirnya diangkat oleh walikota kura-kura (Ned Beatty) sebagai aparat penegak hukum/sheriff baru kota Dirt. Rango yang sebenarnya cuman pandai bersilat lidah ini pun harus menghadapi masalah utama kota Dirt: air. Rupanya warga Dirt sedang kesulitan air dan hanya mendapat giliran bagi2 air dari walikota setiap hari Rabu, boro2 dapat mengairi tanah ladang semisal milik kadal gurun betina Beans (Isla Fisher)—malah tanahnya ditawar walikota untuk dijual. Sial, kali ini air benar2 kering, dari keran hari Rabu itu hanya keluar lumpur. Lebih sial lagi, persediaan air di bank kota Ditrt menipis dan dirampok pula oleh gerombolan penggali tanah. Bisakah Rango menyelamatkan penduduk Dirt, mengingat dia bukan jagoan betulan?

Rango adalah proyek film cerita animasi (CGI) perdana dari Industrial Light and Magic (ILM) milik George Lucas si juragan seri Star Wars, perusahaan yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terdepan dalam efek visual di Hollywood. Tak hanya itu, dari sutradara Gore Verbinski (Pirates of the Caribbean), penulis John Logan (Gladiator, The Aviator, Sweeney Todd) dan James Ward Byrkit dan produser2nya, pokoknya para "petinggi" proyek ini hampir tidak ada atau hanya punya seiprit pegalaman di bidang animasi. Namun, Rango bisa dibilang sebuah proyek yang cukup membanggakan bagi mereka2 ini. Secara visual film ini luar biasa bagusnya, benar2 menunjukkan kualitas kecanggihan perusahaan film sekelas ILM. Animasinya mulus banget, pemandangannya keren, angle dan lighting-nya cantik banget (lagi2 meminjam ilmu dari sinematografer kawakan Roger Deakins sebagaimana WALL-E dan How To Train Your Dragon), kesatuan gambarnya bagus, dan detil2 desain dan animasi karakter2nya, yang kesemuanya adalah hewan2 gurun, sangatlah nyata. Bisa lah jadi pesaingnya studio Animal Logic (yang juga perusahaan efek visual sama kayak ILM, dan udah duluan bikin film Happy Feet dan Legend of the Guardians) dalam meng-animate hewan2 dengan sangat bagus. Namun saking nyatanya, sampe di bulu/kulit/sisik, tokoh2 yang ada di Rango ini jadi terkesan “intimidatif” kalau gak mau disebut serem. Rango sih gak masalah, tapi penduduk Dirt yang rata2 dekil itu loh, agak2 gimanaa gitu.

Tokoh2 di film ini memang terinspirasi dari satwa penghuni gurun, terutama di Amerika sana, mulai dari sejenis tikus atau tupai, kalkun atau ayam, burung hantu (yg jadi pemain orkes mariachi, their scenes are my most favorite parts of the film =)) kodok, hingga reptilia mulai dari kadal2 yang bentuknya udah serem dari sononya, kura-kura, hingga si ular beludak yg ekornya berdesis. Iigh. Mungkin ini karena gw juga agak tidak nyaman dengan reptil atau amfibi (walau seneng makan swike =P), but seriously, walau beberapa dari mereka itu tokoh baik, tapi secara tampilan mereka jelas tidak mengundang simpati, even Beans. Padahal ada baiknya keseramannya di-tone-down dikit gitu, sorry nih ya agak diskriminasi fisik *ehem*, yang pasti perlu diperingatkan aja bagi yang gak suka sama reptil atau ular sebelum nonton film ini. Oke, tampilan *mungkin* hanya soal selera, tapi ini juga jadi berbahaya ketika gw juga merasa tidak terlalu jelas peran2 aneka satwa grotesque ini, sehingga selain Rango, Beans, walikota dan Rattlesnake Jake (Bill Nighy), udah gw gak kenal atau sekedar inget lagi sama yg lain2nya.

Di lain pihak, secara keseluruhan Rango punya konsep yang menarik, nggak terlalu standar dan memang tidak ringan2 amat. Jika Kung Fu Panda adalah film silat versi hewan, maka Rango ini film koboi versi makhluk2 gurun. Petualangan Rango dari jalan raya hingga bisa jadi pahlawan kota Dirt cukup enak dinikmati meski arah film mau ke mana ini baru ketahuan agak di tengah2, dan alih2 membuatnya seringan mungkin, film ini justru memuat nilai2 eksistensi dan jati diri terutama dari Rango yang sebenarnya gak punya nama dan untuk pertama kalinya beinteraksi dengan makhluk2 lain sepantarannya, juga soal ketamakan lewat analogi air, dialognya pun sebenernya tidaklah sederhana. Tapi nggak masalah, toh dengan kecerobohan dan mulut besar Rango hal2 itu tidak terasa terlalu membebani atau terlalu serius. Well, humor2 yg muncul mungkin gak memberi penghiburan sebegitunya, tetapi adegan2 aksinya lah yang jadi juaranya film ini. Penggarapan kejar2an seru sekali, yah sesatu yang tidak mengherankan bila mengingat sutradaranya pernah menggarap 3 film pertama Pirates of the Caribbean. 

Sekali lagi, untuk sebuah proyek film cerita animasi perdana bagi rata2 pembuatnya, Rango adalah sebuah karya yang sangat pantas diapresiasi. Ritme yang terjaga—nggak membosankan, cerita yang oke, gambar2 dan animasi yang bagus2 banget, serta adegan laganya memberi kesenangan tersendiri. Pengisi suaranya pun cukup memberi bobot pada peran masing2, Johnny Depp bahkan hampir nggak dikenali ^_^;. Banyak yang mendaulat Rango adalah calon kuat film animasi terbaik tahun ini terutama di Oscar nanti, namun untuk gw sendiri nggak bisa apresiasi sampe segitunya. Gara2 wujud karakternya yang terlalu nyeremin, serta penanaman dan pengembangan karakter yang tidak membekas, juga jalan cerita yang awalnya agak nggak jelas, membuat Rango tidak sampai dalam taraf menghibur gw secara total. Bagus sih, tapi gw cuma “cukup suka” saja. Lagian meski ini "kartun" dan ada label Nickelodeon, rasanya kok film ini bakal tidak menarik anak2 deh kayaknya, ketakutan sih iya *itu mah gw kali*. Eh, btw, gw suka lagu temanya yang dimainkan Los Lobos saat credit roll, keren. Rangoooo....Rangooo....Rrrango! =)



 My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar