Selasa, 06 April 2010

[Movie] How To Train Your Dragon (2010)



How To Train Your Dragon
(2010 - DreamWorks Animation/Paramount)


Directed by Dean DeBlois, Chris Sanders
Screenplay by Dean DeBlois, Chris Sanders
Based on the novel by Cressida Cowell
Produced by Bonnie Arnold
Cast: Jay Baruchel, Gerard Butler, Craig Ferguson, America Ferrera, Jonah Hill



Nonton film 3-Dimensi lagi niy...Dengan segala keterbatasan pada saat itu (dana dan kesehatan), meskipun selalu beranggapan bahwa nonton film 3D terbaik adalah di RealD Blitz Megaplex, tapi gw akhirnya memutuskan nonton How To Train Your Dragon di Mega Bekasi XXI yg deket rumah saking deketnya udah kayak tetangga sendiri *apaan sih*. Dan untungnya, Dragon adalah film 3D pertama yg ada subtitel Bahasa Indonesia, jadi lumayan menghemat pikiran dan tenaga =_=. Ternyata, Dragon adalah tontonan yg sangat memuaskan dan pas 3Dnya, walaupun "hanya" di XXI. Ini mungkin salah satu tayangan 3D terbaik yg pernah gw tonton..dan bisa jadi paling baik karena faktor subtitel, hehehe.
Nevertheless, it's just because it is a good movie.

Jujur saja film ini kurang menarik tampak luarnya, terkesan terlalu kekanakan dan materi promosinya (poster, trailer dst) kurang sanggup memanggil gw untuk menyaksikan filmnya. Akan tetapi, nama dibalik film ini cukup menarik gw, yaitu Chris Sanders dan Dean DeBlois yg mnurut gw sangat berhasil dengan Lilo & Stitch bareng Disney. Bahkan tokoh (utama) naga di Dragon, yg bernama Toothless (hahaha) bentuknya agak mirip si alien bandel Stitch. Kali ini temanya juga nggak jauh2 amat dari Lilo & Stitch, tentang persahabatan antar spesies. Tokoh utama kita adalah Hiccup (Jay Baruchel), seorang anak di sebuah desa Viking zaman dahulu kala. Desa ini dipenuhi oleh orang2 perkasa, baik laki2 maupun perempuan yg ahli membasmi naga2 yg sering datang dan mencuri hasil ternak mereka. Tapi Hiccup berbeda, dia adalah anak yg lebih rumahan sebagai seorang pandai besi yg kecil, kurus dan lemah, dan dianggap menyebalkan, padahal dia adalah anak kepala suku setempat, Stoick (Gerard Butler), yg juga pembasmi naga terhebat di sana. Akibat tak ada yg mau benar2 berteman dengannya, apalagi pacar, Hiccup pun bertekad untuk bisa jadi pemburu naga terhebat, yaitu dengan menjadi Viking pertama yg menangkap Night Fury, jenis naga yg paling misterius dan paling ditakuti.


Suatu malam, kesempatan itu datang. Dengan peralatan miliknya, Hiccup berhasil menembak jatuh naga yg diyakininya sebagai seekori Night Fury. Walaupun seluruh penduduk nggak percaya, ternyata benar saja, seekor naga hitam terjatuh dan terikat oleh tembakan Hiccup. Ketika Hiccup mau membunuhnya, ia urung dan malah melepaskan ikatan naga itu. Rupanya si naga belum beranjak jauh semenjak di lepaskan Hiccup, tapi malah terkurung di sebuah lembah danau/telaga/apapun itu, karena sebelah sayap di ekornya hilang. Hiccup pun mencoba mengadakan interaksi langsung dengan si naga hitam, dan betapa terkejutnya ia bahwa si naga tidaklah seperti yg selama ini diyakini oleh penduduk desanya. Ya, naga yg diberi nama Toothless (karena giginya hanya muncul kalau diinginkan) itu bagaikan anjing dengan tingkah menggemaskan dan mau menjalin persahabatan dengan Hiccup. Lewat interaksi akrab (tentunya sembunyi2) Hiccup dengan Toothless, rupanya membuat Hiccup dapat mempelajari sifat2 dan kelemahan naga, sehingga tanpa diduga semua orang sebelumnya, ia bisa sukses besar di ujian pemburu naga dengan cara2nya yg didapat dari pertemuannya dengan Toothless. Hiccup jadi yg paling populer di desanya. Tapi sampai kapan Hiccup bisa menyembunyikan Toothless? Dan siapkah penduduk desa mengetahui bahwa seorang di antara mereka "berhubungan baik" dengan naga musuh mereka?


Persahabatan 2 makhluk yg sedianya tidak mungkin bersahabat adalah tema yg sudah sangat lumrah. Namun entah kenapa, kehangatan film ini tetap terasa istimewa. Gw senang bahwa Hiccup tidak hanya "memanfaatkan" Toothless untuk mencapai keinginannya, tapi ia juga memberi sesuatu untuk si naga, yaitu kesempatan untuk terbang tinggi lagi (dengan keahlian pandai besinya) meski mereka harus terus bersama-sama. Dalam durasi yg tidak panjang, plot film ini sangat enak untuk diikuti, nggak kedodoran dan perpindahan antar momennya sangat
smooth. Dialog2 serta adegan2nya pun kerap mengundang tawa tulus, tidak menjengkelkan, meskipun nggak sampe ngakak kayak waktu nonton Kung-Fu Panda, pokoknya semua ditata dalam timing yg oke. Untuk bagian klimaksnya, atau istilahnya mungkin "act three", yaitu sejak penonton tau asal usul naga2 itu, gw sangka akan terlalu serius dan mengacaukan apa yg sudah dibangun di awal, tapi nggak tuh, rupanya dieksekusi dengan baik sekali. Pokoknya dari segi drama, komedi, action, sukses semuanya. Seru lah.

Kekuatan cerita Dragon sangat diakomodir oleh sektor visualnya. Gw singgung di awal, Dragon adalah film (animasi) dengan penggunaan teknologi 3D paling berhasil yg pernah gw tonton--karena Up agak garing, dan A Christmas Carol filmnya gak sebagus Dragon (hehe). Kedalaman dan penonjolan gambarnya sangat oke, nyaman, dan terang. Desain lanskapnya yg mengambil contoh dari daerah Eropa Utara (ada Giant's Causeway-Irlandia Utara, yg bebatuan tapi kayak susunan batu bata) terlihat indah padahal tidak berwarna meriah, yah agak2 mirip game RPG kali ye. Desain naga2 pun terlihat
family-friendly karena nggak terlalu menyeramkan, malah cenderung konyol karena rata2 cameuh semua (^_^;). Desain Toothless terbilang menarik karena meskipun bisa terlihat imut tapi juga bisa tampak kuat dan gagah. Justru desain karakter manusianya yg mnurut gw agak kurang berkesan, mungkin lebih terlihat oke di gambar 2 dimensi. Tapi untungnya semua terbantu oleh karakterisasi yg baik, hidup dan mudah diingat, serta peran suara aktor yg cocok2 saja. Ada beberapa momen yg paling gw suka adalah bayangan2 naga yg menyemburkan api dibalik awan yg menimbulkan siluet naga, adegan ini ada beberapa kali dan menurut gw itu keren2, memberikan efek dramatis dan megah (cieileeh).

Satu hal lagi yg gw suka dari How To Train Your Dragon adalah bahwa film ini tidak jatuh jadi
cheesy, juga tidak terlampau berat gimana gitu. Dalam kemasan yg sangat menghibur baik mata, hati maupun telinga, film ini mengajak penontonnya untuk tidak takut jadi one of a kind, apalagi the first of a kind. Hiccup tidak sama dengan orang2 disekitarnya, toh dengan apapun yg ada di dirinya, ia berhasil lebih unggul dari yg lain dengan caranya sendiri, bahkan membawa perubahan di sekitarnya. Perubahan macam apa? Makanya, nonton dong...^o^



my score:
8/10


4 komentar:

  1. kandidat jagoan saya nih di 2010 :D

    BalasHapus
  2. @Adithiarangga
    ho-oh..it is that good.. ^_^

    BalasHapus
  3. Ya, film ini sangat bagus (yg terbagus sejauh ini utk tahun 2010). Ceritanya mantap dan fun habis. Sependapat dgn kamu, kalau awalnya sy jg kurang tertarik krn gambarnya kok kelihatannya kurang okay. Ttp setelah nonton, ternyata visualnya sgt indah (apalagi klu nonton di 3D). Two thumbs up.

    BalasHapus
  4. @MJ, yup, dan untungnya film ini masih bertahan di box office US, saya akan senang sekali kalau pada akhirnya Clash kalah sama Dragon *yeeaaah!*

    BalasHapus