Sabtu, 18 September 2010

[Movie] Revolutionary Road (2008)


Revolutionary Road
(2008 - DreamWorks)

Directed by Sam Mendes
Screenplay by Justin Haythe
Based on the novel by Richard Yates
Produced by Scott Rudin, Bobby Cohen, Sam Mendes, John Hart
Cast: Leonardo DiCaprio, Kate Winslet, Kathy Bates, Michael Shannon, Kathryn Hahn, David Harbour, Dylan Baker


Ada Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet...eh, ada Kathy Bates juga. Titanic 2? Mungkin kalo film dijual di DVD bajakan judulnya begitu (^_^;). Revolutionary Road adalah persembahan yang sangat berbeda daripada film Titanic yang mereka bintangi 11 tahun sebelumnya itu, selain bahwa mereka lebih tua tentu saja. Sedikit cek latar belakang sumber film ini, Revolutionary Road adalah sebuah novel best-seller tentang tragedi kehidupan pasangan suami istri muda Amerika dekade 1950-an. Premis "tragedi" dan nama sutradaranya, Sam Mendes yang kerap bikin film depresif (American Beauty, Road to Perdition) tadinya bikin gw ragu untuk nonton film ini—gw agak kurang menyukai film2 depresif dan tragedi. Lha kok ditonton juga? Abisnya, kata orang2 bagus (malah ada quote kritikus dipasang gede2 di cover DVDnya hehe), dan filmnya sendiri meramaikan award2an tahun 2008-2009. Gw coba aja.

Diawali dengan adegan singkat pertemuan awal Frank Wheeler (DiCaprio) dan April (Winslet), tak lama kemudian cerita masuk pada kehidupan rumah tangga mereka berdua yang agak nggak sehat, bahkan ada pertengkaran hebat di pinggir jalan sebelum judul "Revolutionary Road" muncul di layar. What a prologue. Frank dan April kini tinggal di daerah suburban, bagi orang2 sekitar mereka adalah pasangan yang harmonis dan ideal. Frank kerja kantoran di kota, April ibu rumah tangga mengurus 2 anaknya. Namun dibalik itu tersimpan duri yang lambat laun makin kerasa sakitnya bagi mereka berdua. April merasa sudah tak tahan dengan hidup "sempurna" yang mereka jalani, karena itu bukan keinginannya yang sejati, bagai terpenjara di rumah sendiri. Frank pun tersadar bahwa pekerjaan yang ia jalani sesungguhnya bukanlah yang ia inginkan, hanya penyambung hidup yang nggak membuatnya lebih bahagia. Menjalani yang tidak mereka inginkan dianggap pemicu seringnya pertengkaran. Maka April berinisiatif mereka sekeluarga pindah ke Paris, memulai hidup yang baru, melepaskan citra semu yang menempel pada "suami-istri Wheeler" selama ini.

Rencana itu tanpa ragu diceritakan oleh Frank dan April ke orang2 sekitarnya, baik ke tetangga2 maupun kolega kerja. Tentu semua orang bilang rencana itu gegabah sekali, terutama Helen Givings (Kathy Bates) sang sahabat keluarga, dan suami istri Campbell, Milly dan Shep (Kathryn Hahn dan David Harbour) tetangga sebelah. Hanya satu orang yang tampaknya tidak mencela mereka, John Givings (Michael Shannon) putra Helen yang justru didiagnosa nggak waras. Namun perjalanan menuju impian dan harapan mereka pun tidak mudah, karena mereka tetap harus menghadapi hari-hari menyebalkan yang justru nampak makin mempersulit rencana mereka, dan coba bayangkan sakit hati yang dirasakan ketika rencana/harapan/impian itu secara nyata terancam bubar jalan.

Revolutionary Road (seperti halnya The Hurt Locker) adalah film yang gw saksikan di saat yang tepat, sehingga gw merasa film ini "ngomong" sama gw. Daripada gw curhat, silahkan cek lagi sinopsisnya di paragraf ke-2, terutama bagian akhir2 ^_^. Intinya gw cukup memahami dan merasa apa yang dialami baik Frank maupun April, namun tidak semata-mata karena konektivitas pribadi, tapi karena film ini disampaikan dengan kuat (sejak adegan awal, like I told you earlier), efektif, dan tetap indah dipandang pula. Emang agak ganjil sensasinya, film yang begitu gelap dan murung temanya tapi secara pandangan mata terlihat cerah dan cantik (art direction, kostum, make-up). Mungkin memang begitu tujuannya, bahwa suami-istri Wheeler menjalani hidup yang tampak sempurna yg bikin envy orang2, yang kontras dengan keadaan hati mereka sesungguhnya yang retak, dan itu semua disempurnakan sinematografinya yang jempolan cing (oleh Roger Deakins, DoP yang karyanya paling sering gw tonton).

Ceritanya sendiri disampaikan dengan sangat baik, rapih, dan dialognya nggak mubazir, meski mungkin bahasanya agak nyastra sedikit. Biarpun begitu, pembawaan aktornya, yang dimotori penampilan perkasa DiCaprio dan Winslet, membuat bahasa2 agak tinggi itu jadi meyakinkan dan mengena. Maka Revolutionary Road keluar sebagai film yang nyaris flawless, baik dari naskah, visual, musik, akting, serta arahan Sam Mendes yang tetap bisa menularkan sinyal depresi ke gw, namun kali ini gw bisa menerimanya dengan baik dan rela, lagian at least tokohnya gak mati semua..emangnya Road To Perdition (=P). Gw gak menyangka bisa menyukai film ini, tapi itulah yang terjadi. Sebuah drama rumah tangga sekaligus tentang anak manusia yang bermakna dalam, nggak terkesan palsu, gelap sekaligus memancing renungan, dikemas secara bagus dan efektif. Untuk pertama kalinya gw suka filmnya Sam Mendes =).



My score: 8/10


NB: film ini muncul bersamaan dengan film The Reader yang dibintangi pula oleh Kate Winslet, yang memperoleh piala Oscar untuk perannya di situ. Mnurut gw, di Revolutionary Road dia sama bagusnya, tapi mungkin Academy lebih mendukung Winslet di The Reader karena di situ doi sering telanjang =b.

3 komentar:

  1. agak bingung dengan kalimat "Untuk pertama kalinya gw suka filmnya Sam Mendes"

    emg blm pernah ntn american beauty dan jarhead?? ato ga suka dengan american beauty dan jarhead??

    BalasHapus
  2. @kreshnahary, Jarhead blum nonton, American Beauty ndak suka...depresi banget lagian =). Mungkin Away We Go agak cerah sedikit ya *blum nonton juga*..

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus