Minggu, 12 April 2015

[Movie] Chappie (2015)


Chappie
(2015 - Columbia)

Directed by Neill Blomkamp
Written by Neill Blomkamp, Terri Tatchell
Produced by Simon Kinberg, Neill Blomkamp
Cast: Sharlto Copley, Dev Patel, Hugh Jackman, Ninja, Yo-Landi Visser, Jose Pablo Cantillo, Sigourney Weaver, Brandon Auret


Gw dengar respons yang kurang baik terhadap film ini sebelum akhirnya gw nonton. Gw tetap memutuskan nonton karena gw punya kesan baik sama dua filmnya Neill Blomkamp sebelumnya, District 9 dan Elysium (Iya. Elysium juga). Chappie is kinda weird even from the concept, tentang robot dengan nama sok imoetz yang punya perasaan hidup di tengah kerasnya dunia yang tidak mengerti dirinya, terdengar sangat Spielberg-ian. Tapi karena ini buatan Blomkamp, jadi sudah pasti ada yang namanya metafora tentang kesenjangan sosial. Eh, ternyata bener.

Jadi di sebuah dunia--well, Johannesburg, Afrika Selatan tepatnya--ketika sudah diperbolehkan robot untuk dipakai untuk hal-hal menyangkut pertahanan dan keamanan, seorang inventor muda nekad membuat sebuah robot yang bisa punya kesadaran dan artificial intelligence, sehingga jadi berpikir dan bertindak layaknya manusia, bahkan mungkin lebih cerdas dari manusia karena lebih cepat belajar. Sayangnya, mengingat kesenjangan sosial dan banyaknya preman, si robot ini dicuri/diculik oleh sekelompok preman kecil-kecilan biar bisa bantu mereka ngerampok demi bayar utang ke preman lain. Mereka kemudian menamainya Chappie (mungkin kalo di Indonesia ekivalen dengan "Dede") dan merawatnya layaknya anak sendiri, diajarin dari berbahasa sampe ngerampok =p. Tetapi, Chappie pun semakin mempertanyakan tentang keberadaannya di dunia ini dan pada satu titik ia menemukan hidayah dan bertaubat terjebak dalam berbagai konflik antargeng dan sebagainya.

Menurut gw, meskipun ceritanya di atas kertas itu baik, dan agak provoking tentang "kenapa ciptakan saya untuk kemudian mati", atau tentang robot yang gerak sendiri gantiin manusia vs dan alat yang tetap dalam kendali penuh manusia. Konsep visualnya pun cukup oke, Blomkamp sekali lagi blew my mind dengan visual effects/animasi CGI untuk robot-robotannya yang sangat sangat tangible dan hidup. Tapi ketika film ini memunculkan unsur-unsur premannya, buset dah, kagak enak banget dilihatnya. Mau coba-coba jadi gangstas style, tapi dengan aksen membingungkan dan musik hiphop yang luar biasa annoying, bener-bener bikin nggak nyaman nontonnya, apalagi porsinya nggak sedikit. Dan ketika filmnya mau coba ke ranah emosional, jadinya kurang nancep ke gw, kurang lebih karena kepremanan film ini nggak bikin simpati *alasan yang aneh, I know*.

Tapi perlu diakui porsi action serta set-up karakternya cukup oke dan efektif untuk membangun konflik-konfliknya, jadi bukannya nggak penting juga. Mungkin penyelesaiannya akan sedikit mengernyitkan dahi karena sangat bersifat anime (hint, Ghost in the Shell atau Fullmetal Alchemist, hehe), tapi yang nggak membingungkan amat, karena itu adalah bentuk perkembangan dari si Chappie itu sendiri. Masih cukup menghibur untuk ditonton, tapi yang ganggu juga lumayan banyak. Kalo dibanding District 9 mah jauh.




My score: 6,5/10


2 komentar:

  1. Haha, kalo menurut gw mah, aksennya malah lucu. Aksen Afsel emang gitu ya? XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, tapi lebih annoying daripada yang gw denger di District 9 atau Blood Diamond, ya karena gangstas gitu.

      Hapus