Sabtu, 28 Juni 2014

[Movie] How to Train Your Dragon 2 (2014)


How to Train Your Dragon 2
(2014 - DreamWorks Animation/20th Century Fox)

Directed by Dean DeBlois
Screenplay by Dean DeBlois
Based on the novels by Cressida Cowell
Produced by Bonnie Arnold
Cast: Jay Baruchel, Cate Blanchett, Gerard Butler, America Ferrera, Craig Ferguson, Jonah Hill, Christopher Mintz-Plasse, Kristin Wiig, T.J. Miller, Kit Harrington, Djimon Hounsou


Film How to Train Your Dragon yang pertama itu begitu loveable sampe gw rada-rada sedih gitu ketika film itu muncul di tahun yang sama dengan Toy Story 3. Film itu bagus dan keren dan...wah pokoknya terenyuh deh waktu tahu film dari kreator Lilo & Stitch itu gak bakalan bisa menang Oscar--karena Toy Story 3 juga bagus dan kuat dan dari Pixar (you know, karena Oscar lebih sayang Pixar *suudzon*). Dragon pun gw perhatikan jadi film animasi DreamWorks yang beda, isinya bukan cuma ketawa-ketiwi doang, bahkan mungkin salah satu yang paling nggak lucu. Ada berbagai layer dalam kisahnya, malah berani mengambil langkah yang dark, tapi masih tetap menghibur dengan enaknya.

Dan tentu saja, karena ini film DreamWorks-si-banci-sekuel, film itu juga dibuat sekuelnya. Untungnya, How to Train Your Dragon 2 bisa mempertahankan kualitas film yang pertama...dengan cara biarkan yang pertama tetap demikian dan membuat cerita dan situasi yang benar-benar berbeda di film kedua, menghindari perulangan. Setting waktunya sekarang sudah lima tahun sejak film pertama, artinya si tokoh utama Hiccup dan kawan-kawan yang tadinya mungkin sekitar 14-15 tahun usianya, sekarang udah 20 tahun, which make them different, grown persons. Dengan pertumbuhan ini, risikonya sih film yang baru ini bisa-bisa tidak lebih lucu dari film yang pertama, tetapi toh khusus untuk Dragon, yang dicari 'kan bukan lucunya .

Para pembuatnya pun menyadari itu, jadilah Dragon 2 ini tidak ragu untu lagi-lagi menyentuh sisi dark dari sebuah kisah petualangan, walau gw rasa sih masih bisa disaksikan dan dicerna pelan-pelan oleh para penonton cilik, minimal dari tingkah laku si Toothless yang menggemaskan. Gw melihat Dragon 2 ini adalah pelatihan kepemimpinan bagi Hiccup, macem LDKS ye, bedanya ini bukan di Bumi Perkemahan Cibubur. Di bagian awal, film ini mengarahkan pada bagaimana Hiccup merasa emoh dengan ekspektasi ayahnya, Stoick bahwa ia akan jadi penerus tongkat kepemimpinan suku Berk. Hiccup merasa belum mampu, sekalipun ia sudah terbukti sanggup membuat perubahan besar bagi lingkungannya: memperdamaikan naga dan manusia (film pertama). 

Padahal, tanpa sadar ia sudah punya what it takes untuk jadi pemimpin, ini terlihat dari pilihan-pilihannya ketika mengetahui ada seorang bernama Drago yang secara kejam menangkapi para naga untuk dijadikan tentara suruhannya. Pikiran gw pun tiba-tiba langsung terbawa film ini kok kayak pas banget dirilis deket-deket pemilu, soalnya menunjukkan dua jenis kepemimpinan berbeda. Hiccup percaya bahwa untuk menciptakan perdamaian dengan para naga adalah mendapatkan kepercayaannya dan menjadi rekan yang seimbang, sedangkan Drago memutuskan bahwa untuk jadi kuat dan menciptakan "perdamaian" adalah membuat semuanya takut dan tunduk padanya. Coincidence? =P. 

Di luar itu, tentu saja empat tahun adalah waktu yang cukup untuk membuat improvement dari segi teknis, dan Dragon 2 just nailed it. Gw merasa sekuel ini berhasil menjawab apa yang kurang-kurang dari film pertamanya: gambarnya lebih berwarna, pemandangan-pemandangannya superb, detilnya lebih apik dan cantik, animasinya lebih halus, dan desain karakternya pun dipoles dengan lebih baik sehingga lebih memorable. Tentu saja ini termasuk aneka jenis dan ukuran dari para naga, yang dibuat keren tetapi tetap lucu--kalau dulu pada dibuat cameuh, sekarang banyak dibikin bunder-bunder, haha. Teknik animasi dan visual effect-nya canggih, pun tata adegannya juga seru dan megah, nggak kalah sama film-film epic fantasy yang live-action--yang adegan perangnya toh kebanyakan CGI juga =D. And, it served well in 3D.

Tetapi, yang bikin gw paling suka adalah bahwa Dragon 2 tak kehilangan "hati"-nya. Meski punya beberapa momen megah yang bikin kagum dan momen humor yang bikin cekikikan, film ini tak melupakan soal hubungan antartokohnya dan membuatnya relevan dengan bagian cerita yang lain. Gw nggak mau memberi detail lebih, tetapi jika di film pertama soal persahabatan dua makhluk berbeda, maka Dragon 2 lebih berat soal keluarga, khususnya keluarga Hiccup yang sejak awal memang tidak utuh. Film ini dengan bijak telah menggantikan haha-hihi meledak yang biasa ada di film-film animasi DreamWorks dengan momen-momen hangat, manis, dan menyentuh dari hubungan-hubungan antarkarakternya.

Singkatnya, gw puas lah sama Dragon 2. Gw nggak bisa bilang lebih bagus dari film pertama, tetapi kekerenan film ini tidak menghancurkan kenangan manis gw terhadap filmnya yang pertama. Dua-duanya bagus, pun saling melengkapi dengan kisahnya yang berkesinambungan dan berkembang dengan oke sekali. Rencananya memang bakal ada film ketiga sehingga Dragon bakal jadi trilogi epik dengan kisah yang berkesinambungan tanpa harus bersambung. Yang kedua saja sudah bagus, gw pun jadi menantikan film ketiganya dengan senang hati, mau melihat apa lagi yang bakal ditawarkan Dean DeBlois dan tim untuk Hiccup, Toothless dan kawan-kawannya ini.




My score: 8/10

1 komentar:

  1. Now that you've mentioned it.. Hiccup for president! :p

    BalasHapus