Minggu, 23 Desember 2012

[Movie] The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)


The Hobbit: An Unexpected Journey
(2012 - Warner Bros./New Line Cinema/MGM)

Directed by Peter Jackson
Screenplay by Fran Walsh, Philippa Boyens, Peter Jackson, Guillermo del Toro
Based on the novel "The Hobbit" by J.R.R. Tolkien
Produced by Carolynne Cunningham, Zane Weiner, Fran Walsh, Peter Jackson
Cast: Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage, Ken Stott, James Nesbitt, Ian Holm, Hugo Weaving, Cate Blanchett, Christopher Lee, Andy Serkis, Elijah Wood, Manu Bennett, Barry Humphries


Sebelum menerbitkan seri The Lord of the Rings yang sangat laris, penulis Inggris J.R.R. Tolkien telah menerbitkan sebuah buku cerita yang ada di semesta Middle-Earth yang sama, The Hobbit pada tahun 1937. Menurut informasi yang gw dapet (Wiki =p) The Hobbit adalah kisah fantasi untuk anak-anak, tentang petualangan seorang hobbit pemberani, Bilbo Baggins, yang turut dalam usaha kaum kurcaci (dwarves) merebut kembali kerajaan mereka yang diduduki oleh naga, Smaug. Hanya ada satu buku The Hobbit, tetapi entah dipengaruhi kuasa apa, Peter Jackson akan membuat versi filmnya menjadi 3 film, An Unexpected Journey ini film pertama, padahal sebelumnya dia sudah sukses bikin 3 seri The Lord of the Rings hanya dalam 3 film. Kuasa duit mungkin? *sokpolos* 

Pada suatu hari yang tenang di Bag End, wilayah pemukiman para hobbit (manusia yang ukuran tubuhnya kayak anak kecil), penyihir Gandalf the Grey (Ian McKellen) mendatangi Bilbo Baggins muda (Martin Freeman) yang adalah putra hobbit kenalannya. Gandalf menawarkan petualangan pada Bilbo, yang dengan tegas ditolak. Kenal banget juga enggak, pake ngajak-ngajak, serem amat ini kakek-kakek. Anyway, Gandalf tak kehilangan akal, ia membuat sebuah tanda di pintu rumah Bilbo sehingga di malam harinya, Bilbo didatangi 13 orang kurcaci (manusia yang tubuhnya pendek) tak dikenal yang kelaparan, dimpimpin oleh Thorin (Richard Armitage) yang adalah putra mahkota dari kerajaan kurcaci Erebor. Ke-13 kurcaci ini ternyata sedang berusaha merebut kembali kerajaan mereka yang diserang dan diduduki seekor naga bernama Smaug, yang mengakibatkan seluruh warga kerajaan itu terserak ke mana-mana. Gandalf ingin membantu mereka, dan berharap Bilbo mau ikut karena dianggap akan berguna. Dengan sedikit persuasi, Bilbo pun ikut berangkat bersama Gandalf dan ke-13 kurcaci menuju Lonely Mountain, demi mengusir Smaug. Tentu saja, karena ini film petualangan dan masih film pertama, petualangan mereka akan banyak rintangan, terutama dari kaum orc (manusia jelek =p) yang punya dendam pribadi terhadap Thorin.

Sekadar informasi, tadinya Peter Jackson terlibat dalam proyek ini hanya sebagai produser dan penulis naskah. Penyutradaraan, dan mungkin juga beberapa desain visual, akan diserahkan pada Guillermo del Toro yang sebelumnya sukses dengan film-film bertema fantasi (Pan's Labyrinth, Hellboy). Namun karena ada masalah administrasi atau apalah, proyek The Hobbit ini nggak maju-maju, del Toro memutuskan mundur agar dapat bisa move on ke proyek-proyek selanjutnya, sehingga akhirnya The Hobbit pun kembali ditangani Peter Jackson (namun naskahnya tetap menggunakan yang turut ditulis del Toro). Padahal gw pikir bakal seru kalo tetep del Toro jadi terlibat, ia punya kreasi visual keren dan sense of humor yang baik, bisa memberi sentuhan berbeda dari The Lord of the Rings. Tapi toh apa mau dikata. Peter Jackson sendiri kembali menunjukkan kemampuannya dalam menyajikan tontonan yang apik, meskipun gw tetep kurang suka sama kebiasaannya mempanjang-panjangkan adegan terutama adegan laga, sehingga jadilah An Unexpected Journey ini durasinya 2 jam 45 menitan *beuh*. Tetapi, tidak terlalu membosankan juga, petualangan demi petualangannya cukup mengasyikan meski harus melewati prolog yang saking detilnya sampe makan waktu. Keindahan dan kecanggihan visualnya tidak perlu diragukan, mungkin skalanya saja yang lebih kecil daripada The Lord of the Rings. 

The Hobbit ini memang di atas kertas lebih sederhana daripada The Lord of the Rings, lebih ringan, toh materi aslinya ditargetkan buat anak-anak. Kita juga bisa melihat lebih banyak humor di film ini, mungkin inilah "sisa-sisa" sentuhan del Toro, selain mungkin juga desain orc yang lebih artistik dan nggak seseram di Rings (segitu pengennya del Toro tetep garap The Hobbit, hehe). Jika berharap film ini akan semenggelegar dan sekompleks Rings, jelas itu harapan yang meleset. Memang ada tokoh-tokoh yang kita kenal di Rings, ada Gandalf, Elron (Hugo Weaving), Saruman (Christopher Lee), Galadriel (Cate Blanchett), juga Bilbo tua (Ian Holm) dan Frodo (Elijah Wood) sebagai pencerita, bahkan Gollum (Andy Serkis), tapi mereka hanya sebagai pelengkap saja. Just sit and enjoy petualangan Bilbo dkk yang tak kalah menegangkan dan mengasyikkan dengan caranya sendiri, pun dibantu dengan casting yang baik (Martin Freeman tampak nyaman sebagai Bilbo). Menurut gw sih film ini bisa lah diperpendek durasinya, lebih ringkas, bahkan lebih lucu, tapi yang ini udah cukup oke kok. 

Ngomong-ngomong, The Hobbit: An Unexpected Journey ini juga jadi semacam uji coba penggunaan kamera high-frame rate, yaitu kecepatan gambar per detik-nya lebih tinggi dari film biasa, kali ini 48 frame-per-second (dua kali film biasa), sehingga jika ditayangkan dengan format yang sama, gambarnya tampak lebih halus. Gw sendiri menyaksikannya dalam format tersebut dan 3-dimensi. Gambarnya emang jadi halus banget...nyaris seperti sinetron di TV. Mungkin akan banyak yang tak biasa dengan ini, tapi menurut gw sendiri nggak terlalu masalah, toh Jackson sudah memperlengkapi segalanya (dari make-up, kostum, dan animasi efek visual) agar tampil pas dalam format tersebut. Agak janggal sih, jadi kurang "film" gimana gitu, tapi nggak masalah. Lagi pula untuk The Hobbit: An Unexpected Journey ini rasanya penonton akan lebih terserap pada ceritanya ketimbang format tampilannya. Film yang oke itu adalah yang bisa dinikmati dalam format apa pun =).



My score: 7,5/10

2 komentar:

  1. Yep, dividing 1 small book into 3 big movies is definitely too much. It felt dragging and unnecessary at some parts. But, sti fun to watch.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin ini metode anti Rings: Rings dulu diringkas-ringkas, sekarang tebusannya Hobbit di panjang-panjangin dan ditambah-tambahin

      Hapus