Rabu, 08 Juli 2009

[Movie] Hellboy II: The Golden Army (2008)


Hellboy II: The Golden Army
(2008 - Universal)


Directed by Guillermo del Toro

Story by Guillermo del Toro, Mike Mignola

Screenplay by Guillermo del Toro

Based upon the comic book created by Mike Mignola

Produced by Lawrence Gordon, Mike Richardson, Lloyd Levin

Cast: Ron Pearlman, Selma Blair, Doug Jones, Jeffrey Tambor, Luke Goss, Anna Walton, John Hurt



Franchise
Hellboy, mnurut gw, adalah film adaptasi komik yg terlalu diremehkan. Memang, komiknya bukan termasuk populer apalagi klasik, dan hype versi filmnya pun tampak rendah diri sekali. Ketika gw nonton Hellboy (rilis taun 2004) pertama lewat VCD sewaan, gw cukup terkejut bahwa film "kecil" ini ternyata menghibur, cukup seru dan terutama diwarnai tokoh2 dan dialog2 lucu, bahkan visual efeknya sama sekali nggak kliatan murahan. Gw nonton Hellboy II tahun 2008 lalu juga bukan karena "pengen banget nonton", tapi emang lagi banyak waktu luang (abis lulus kuliah=pengangguran T-T), dan menonton Hellboy II sepertinya tidak ada salahnya, dan ternyata memang tidak salah.


Hellboy adalah makhluk perpaduan setan dan manusia yg ditemukan dan diadopsi oleh seorang profesor waktu dia masih bayi, jadinya ia tumbuh "jinak" dengan lebih mengembangkan sifat manusianya, dan tanduk setannya selalu dikikir. Dengan keistimewaannya (tubuh kokoh, tangan kanan sekeras batu, berekor dst), ia jadi agen di sebuah biro riset dan pertahanan paranormal BPRD, dan bersama agen2 ajaib lainnya (Abe Sapien si manusia ikan, Liz yg bisa menghasilkan api) berusaha menumpas makhluk gaib nan aneh yg kerap mengganggu stabilitas kehidupan manusia secara (harusnya) rahasia.


Kali ini Hellboy dkk harus berhadapan dengan makhluk mitos bangsawan elf. Seorang pangeran elf bernama Nuada berniat membangkitkan kembali pasukan Golden Army yg dahulu menjadi mesin pembantai kaum manusia ketika manusia dan elf saling berperang dahulu kala, sebelum akhirnya gencatan senjata dicetuskan raja elf Balor, yg tidak pernah disetujui Nuada. Untuk membangkitkan Golden Army, Nuada harus mencari potongan mahkota pengendali serta peta lokasi disimpannya Golden Army itu, dan dalam pencariannya Nuada pun tak sungkan mengusik dunia manusia dengan hebohnya.


Hal yg gw suka dari film ini dan juga ada di Hellboy pertama,bahwa pembuatnya tidak lupa untuk berfokus pada tokoh2nya. Selain menyelesaikan misi dan bertarung dengan monster2 yg dikemas dalam petualangan yg menyenangkan, Hellboy juga harus menghadapi dirinya terekspos oleh khalayak ramai yang, melihat tampilan luarnya, justru menganggap Hellboy dkk sebagai gangguan. Ditambah lagi Liz, pacar Hellboy akhir2 ini marah2 mulu, krn merahasiakan sesuatu. Abe kebagian percikan cinta dengan putri Nuala, kembaran Nuada tapi pro-perdamaian. Hadir juga tokoh baru, agen kiriman dari "pusat" yg berwujud asli "asap", Johann Krauss, yg sikap kaku dan taat peraturannya menguji kesabaran Hellboy yg slengean. Sangat menarik karena walaupun berwujud aneh, tokoh2 ini dibuat sangat manusawi (Hellboy sama Abe nyanyi bareng "Can't Smile Without You" sambil mabok? yup,
love that scene, ^_^').

Para aktornya bermain cukup baik dibalik make-up tebal, kecuali Selma Blair (Liz) yg sepertinya bingung harus berakting seperti apa. Ron Pearlman masih megang banget membawakan karakter Hellboy yang nyantai, blak-blakan dengan celetukan kocak. Kredit khusus diberikan pada aktor spesialis dibalik prostetik, Doug Jones, yg dengan luar biasa memerankan Abe, Chamberlain di istana elf dan Angel of Death dengan bahasa tubuhnya yg meyakinkan.


Keunggulan lainnya adalah segi teknis secara keseluruhan. Make-up, tata artistik, desain makhluk yg fantastik dan amat sangat imajinatif sangat menarik untuk dilihat, ditangkap dengan sinematografi yg artistik tapi nyaman (beberapa adegan terlihat pake kamera digital, tapi hasilnya lain banget deh sama film2 Indonesia yg pake kamera digital juga, hehehe). Bagian2 tsb dikerjakan oleh kru yg sama dengan film Pan's Labyrinth, tapi kali ini lebih berwarna. Actionnya, baik tembak2an maupun perkelahian termasuk kategori
nice. Visual efeknya sangat mendukung, rapi dan tepat guna, walaupun katanya budget terbatas tapi kliatan bagus2 aja tuh. Golden Army-nya keren.

Gw harus memuji sutradara dan penulis naskah Guillermo del Toro yg pandai meramu cerita simpel dan solid, makhluk fantasi, teknik dan desain yg artistik, komedi, action, horor dan visual efek dalam sebuah film yg enak dan menyenangkan untuk ditonton. Jalan ceritanya mungkin terbilang biasa saja, tapi penokohannya yg
lovable membuat film ini sukses meninggalkan kesan di hati gw *cih*. Saran gw bagi yg belum nonton, jangan underestimate sebelum nonton...


my score:
7,5/10



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar