Kamis, 20 September 2012

[Movie] Ted (2012)


Ted
(2012 - Universal/Media Rights Capital)

Directed by Seth MacFarlane
Story by Seth MacFarlane
Screenplay by Seth MacFarlane, Alec Sulkin, Wellesley Wild
Produced by Scott Stuber, Seth MacFarlane, John Jacobs, Jason Clark, Wellesley Wild
Cast: Mark Wahlberg, Mila Kunis, Seth MacFarlane, Joel McHale, Giovanni Ribisi, Patrick Warbutton, Matt Walsh, Jessica Barth, Aedin Mincks, Patrick Stewart


Siapa sih Seth MacFarlane? Dalam dunia sinema arus utama namanya pernah muncul sebagai pengisi suara makhluk uap asal Jerman, Johann di Hellboy II: The Golden Army. Namun bagi penonton dan pecinta serial televisi Amerika Serikat, MacFarlane lebih dikenal sebagai otak brilian di balik serial kartun komedi dewasa "Family Guy", "American Dad", dan "The Cleveland Show". MacFarlane yang seorang pengisi suara (untuk berbagai karakter bahkan dalam satu judul), penulis naskah, produser, sutradara hingga penyanyi ini orangnya memang kreatif, humoris, rude, clever, ateis, dan punya selera musik yang anggun. Gw tahu ini bukan karena kenal, tetapi karena itu terlihat dari karya-karya-nya yang selalu melemparkan lelucon dan olok-olok terhadap situasi sosial politik dan pop culture khususnya Amerika secara in-your-face. Prestasi dan "karakter" MacFarlane itulah yang menjadi daya tarik utama Ted, sebuah komedi dewasa cukup absurd yang merupakan karya live-action perdananya, dan kali ini ia menjabat posisi sutradara, produser, penulis cerita dan naskah, dan tentunya pengisi suara si boneka beruang, Ted.

Ted adalah boneka beruang hadiah Natal bagi John Bennett kecil yang ia jadikan sahabat karena tak ada anak-anak sebayanya yang mau bergaul dengannya. Berkat sebuah keajaiban Natal, Ted tiba-tiba bisa hidup, berbicara, berpikir, berperilaku selayaknya manusia yang terjebak dalam tubuh kapas dan kain. Dalam tradisi Brian si anjing berperilaku manusia dan Stewie si bayi berjiwa tua nan jahat di "Family Guy", atau Tim si beruang pekerja kantoran di "The Cleveland Show", dalam semesta film Ted orang-orang sekitar tak butuh waktu terlampau lama untuk mengakui bahkan membiasakan diri dengan keberadaan boneka beruang yang bisa berbicara di tengah-tengah masyarakat, dan bahkan menjadikannya selebriti. Singkat cerita sebagaimana banyak selebriti cilik lainnya, euforia keberadaan si boneka beruang yang hidup kini sudah berlalu, sekarang kerjaan Ted (Seth MacFarlane) cuman nongkrong-nyimeng-nyabu sambil nonton di rumah bareng John Bennett (Mark Wahlberg) yang sudah 35 tahun umurnya. John sebenarnya sudah punya kekasih, Lori (Mila Kunis, damn! those eyes...), mereka (Ted juga) bahkan tinggal di apartemennya. Namun dalam hubungan asmara yang sudah menahun, Lori merasa Ted yang gaya hidup dan perilakunya luar biasa buruk membuat John nggak maju-maju hidupnya. Lori minta Ted pindah dari rumahnya untuk memulai hidup mandiri sekaligus menjaga agar John nggak main melulu. So, it's the classic pilih-pacar-loe-atau-sahabat-loe. Sanggupkah John berpisah dari Ted demi cinta sejatinya?

Storywise, kisah Ted bukanlah sebuah gebrakan, ini bisa jadi sebuah film komedi romantis untuk konsumsi keluarga....tapi cara penyampaian dan humor film ini tentunya mencoret kata keluarga dari sini. Ted adalah semacam film Disney dengan aksesori umpatan, asusila dan narkoba. Yes, film ini jelas menampilkan semua itu, makanya para orang tua harus mempertimbangkan masak-masak jika mau mengajak anak-anaknya menonton film ini hanya gara-gara di film ini ada boneka teddy yang bisa ngomong, kecuali dipastikan anaknya belum ngerti bahasa Inggris, belum paham soal gerakan sanggama, dan menganggap nyabu sama dengan uap persiapan facial. Namun di luar itu, film ini kembali mempertunjukkan selera humor ofensif-namun-cerdas dari MacFarlane. Begitu banyak referensi kultur pop yang disinggung, mulai dari Flash Gordon hingga Star Wars, dan sebanyak itu pula topik dan tokoh yang diolok-olok mulai dari "Chris Brown can do no wrong" *hihihi* hingga gaya nyanyi mendem di tahun 90an seperti vokalis Hootie and the Blowfish, dari "murah"-nya ujaran berbau keagamaan hingga kaitan sampanye mahal Cristal dengan selebriti kulit hitam. Hal-hal inilah yang memperkaya dan mengistimewakan film ini. Jika Anda akrab dengan rujukan-rujukan semacam itu, niscaya Anda akan terbahak sentosa menyaksikan Ted. Namun jika tidak, yah nikmati saja kekurang-ajaran Ted dan berbagai keabsurdan visual lainnya, meskipun jatuhnya film ini jadi tidak akan selucu itu. Gw? Lumayanlah, sebagian gw paham jadi dibisa-bisain menikmati film ini *belagu*, bahkan sampe "meledak" tawa gw di dua adegan yang timing-nya ngehe banget, udah gak peduli malu meski nonton sendiri dan duduk sebelahan sama orang gak kenal.

Hiburan yang ditampilkan Ted memang istimewa, dan menurut gw sih ditata sangat rapi dan tepat guna. Segi ceritanya mungkin tidak terlalu istimewa, tetapi kehadiran Ted yang gaya bicaranya mirip Peter Griffin di "Family Guy" ini (yah yang ngisi suara 'kan MacFarlane juga, sengaja kali ya =)) serta humor-humor sebenarnya-bisa-jadi-konyol-tapi-nggak yang ditampilkan sana-sini membuat film ini jadi tidak biasa. Permainan effortless dari Mark Wahlberg dan Mila Kunis (yang juga secara reguler mengisi suara Meg Griffin di "Family Guy") pun turut andil memberikan sentuhan simpatik dan manusiawi. Terlepas dari filmnya yang absurd, kedua tokoh manusia ini tidaklah komikal dan dimainkan dengan wajar pula. Namun bintangnya tentu saja Ted, bahwa dengan wujud lucu dan menggemaskan ia justru bertuturkata dan bertingkahlaku "lucu dan menggemaskan" dalam pengertian lain, namun bagusnya ia tetap memiliki depth bukan sekadar seksi lawak, MacFarlane's performance as Ted is flawless. Ted bisa dikatakan sebuah keberhasilan dari MacFarlane dalam debut layar lebar live-action-nya. Gaya humor dan penceritaannya tidak kering, bahkan bagian-bagian yang emosional pun tetap terasa sebagaimana mestinya. Oh ya, gw juga suka pilihan tata musik yang berunsur pop-smooth-jazz yang memberi nuansa klasik, musik semacam ini mungkin memang kesukaan MacFarlane yang kerap menggunakannya di serial-serial animasi bikinannya, bahkan doi sempat merilis album vokal dalam genre ini lho. 

Kisah (komedi) sederhana namun dibawakan dengan gaya berbeda membuat Ted pantas disambut meriah, terutama yang suka dengan lelucon-lelucon dudul tapi nggak cerewet, dengan timing yang tepat dan nggak maksa. Gw yang sesungguhnya bukan penggemar komedi khas Amerika malah sangat menikmati Ted, karena komedinya sedikit berbeda dari yang ada, lebih berisi dan lebih nonjok aja. Film ini tidak dipaksa lucu, tapi memang lucu. Dan dibalik ketercelaan bahasa dan perilaku tokoh-tokohnya, Ted tetap mengusung nilai-nilai tentang cinta dan persahabatan...atau sudahlah nikmati saja kelucuan geblek khas MacFarlane yang tetap terjaga hingga di akhir film ini =D.



My score: 7,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar