Senin, 25 Juni 2012

[Movie] Brave (2012)


Brave
(2012 - Disney/Pixar)

Directed by Mark Andrews, Brenda Chapman
Story by Brenda Chapman
Screenplay by Mark Andrews, Steve Purcell, Brenda Chapman, Irene Mecchi
Produced by Katherine Sarafian
Cast: Kelly Macdonald, Emma Thompson, Billy Connolly, Julie Walters, Robbie Coltrane, Kevin McKidd, Craig Ferguson


Pixar itu studio animasi lambang karya bermutu. Mendengar nama Pixar tentu akan teringat karya-karya mantaf macam trilogi Toy Story, Finding Nemo, The Incredibles, Ratatouille dan WALL-E. "Deretan mahakarya" kalo kata para pemerhati film. Tapi, kalo dari gw pribadi, kesempurnaan bukanlah milik Pixar, toh studio yang senantiasa kreatif dan inovatif dalam cerita dan teknik animasi ini pernah bikin film-film yang, yah, bagus dan menyenangkan tapi nggak mahakarya juga, macam A Bug's Life, Cars, bahkan gw juga nggak segitunya memuja Monsters Inc. dan Up. Brave bisa dibilang termasuk yang deretan yah-bagus-aja-nggak-pake-banget. Padahal Brave lumayan diharapkan jadi karya yang bersejarah, sebagai film Pixar pertama yang berlatar masa lalu, pertama yang menampilkan perempuan sebagai tokoh utama—seorang putri pula, serta pertama kalinya melibatkan seorang wanita di kursi sutradara (walau konon cuman separuh jalan saja). Instead, Brave ini tidak terlalu beda jauh dengan kisah-kisah petualangan ala animasi Disney yang diberi polesan ritme dan keunggulan visual khas Pixar.

Di sebuah kerajaan kuno di tanah Skotlandia, hiduplah putri Merida (Kelly Macdonald), anak pertama dari Raja Fergus (Billy Connolly) dan Permaisuri Elinor (Emma Thompson). Karena usianya sudah dianggap tepat, Permaisuri Elinor mengundang ketiga klan sekutu kerajaan untuk melamar Merida. Masalahnya Merida adalah seorang putri yang tomboi, kegemarannya adalah main di hutan naik kuda sambil memanah, ia membenci segala pelajaran keputrian yang saban hari diajarkan oleh sang bunda. Merida tentu saja menolak soal lamaran ini, apalagi ketiga calon putra yang melamarnya malah kalah "laki" dari dirinya dalam hal keterampilan berperang. Akan tetapi, Elinor tetap keukeuh menikahkan Merida sebagaimana seharusnya seorang putri raja. Keras kepala lawan keras kepala, Merida memutuskan untuk "menenangkan diri" di hutan, hingga akhirnya sampai di sebuah pondok yang dihuni seorang penyihir (Julie Walters). Merida pun meminta tolong penyihir itu berbuat sesuatu agar ibunya bisa berubah pikiran dan tidak jadi menikahkannya. Dapet sih ramuan dari penyihir, tapi efek langsungnya bukan mengubah pikiran Elinor, tapi malah mengubah Elinor jadi ^%#&@%$.

Gw sih tadinya nggak tau persis Brave ini ceritanya apa, yang pasti ada semacam warrior princess, tapi nggak tau konfliknya apa sampai akhirnya gw nonton sendiri. Film ini pada akhirnya menitikberatkan kisahnya pada clash antara ibu dan anak perempuan yang berlawanan keinginan, dan tentu saja berbagai peristiwa dalam film adalah cara bagaimana mereka dapat saling mengerti dan akhirnya berdamai...dan karena ini kartun jadi ya sah saja cara mengakurkan putri dan mamanya itu rada ekstrim. Hmm, entah mengulang ide film Brother Bear atau Freaky Friday merupakan keputusan cemerlang, tetapi setidaknya rangkaian peristiwa yang ditawarkan Brave lumayan seru dan mengundang tawa juga dengan humornya yang childish dan rada kasar itu. Film ini jadi sedikit beda karena tidak ada romansa, tidak ada pihak yang betul-betul antagonis, atau ending serba lucky seperti putri-putri di dunia Disney. Sebagaimana ditekankan di narasi awal, film ini lebih menyorot tentang tentang pencarian jati diri, dengan harapan dapat memberi amanah pada penontonnya agar nggak terlampau pasrah dalam hidup dan lebih bersemangat lagi menggali potensi diri, namun sebelumnya berdamai dengan orang-orang terdekat sangatlah diperlukan.

Dari segi gambar dan animasi tentu saja Brave tidak mengecewakan. Meskipun warnanya tidak terlalu ramai,  penggambaran hutan dan padang rumput berbatu Skotlandia serta desain karakternya masih sangat menarik (perhatikan warna kain kotak-kotak kilt milik keempat klan yang berbeda-beda =)). Special mention harus diberikan pada animasi rambut kriwil merah Merida yang senantiasa berkibar indah dan lucu, great job. Pembawaan pengisi suara yang cukup otentik dengan aksen khas Skotlandia pun memberi nyawa bagi karakter-karakternya. Pokoknya secara teknis, juga ritme penceritaannya, serta dihiasi musik yang baik, film ini beres.

Namun harus tetap gw akui, Brave tidaklah sangat mengesankan. Beberapa unsur cerita yang tidak terlalu orisinil serta kurang mampunya film ini menyentuh sanubari cukup dalam membuat Brave belum bisa masuk dalam deretan karya-karya Pixar yang kelas elit. Akan tetapi, Brave masih sangat layak tonton. Brave ini lebih seperti film animasi Disney dengan perlakuan Pixar. Film ini tidak menampilkan kedalaman filosofi atau subteks yang gimanaaa gitu, tetapi hanya sebatas nilai-nilai kekeluargaan, which of course sama sekali tidaklah jelek atau salah. Tetap menyenangkan kok.



My score: 7/10

5 komentar:

  1. Kalo gw sich kurang tertarik sama Brave. Hmmm...

    BalasHapus
  2. kaLo gwe jadi saLah satu animator yang 'ngerjain' Merida, mungkin seLama berbuLan-buLan gwe bakaL dihantui rambut merah panjang keriting keciL-keciL itu..
    Agak OOT, tapi gwe suka banget sama fiLm pendek yang diputer sebeLum Brave muLai ^^

    BalasHapus
  3. @MRPBlog: =D

    @amadl: rambutnya itu pasti bagian paling riweuh, karena tiap helai harus bergerak secara sendiri-sendiri *eaa *sokteyu =P
    Setuju, La Luna lucu =)

    BalasHapus
  4. bgi w film BRAVE Disney Pixar seruuu bikin menyentuh hati...... :)

    BalasHapus
  5. @An Nisa Nur: memang keahlian Disney-Pixar membuat kisah menyentuh =))

    BalasHapus