Senin, 16 April 2012

My Top 50 International Songs of the 1990's (Part 2 of 2)

Halo, jek, ketemu lagi di daftar 50 lagu internasional keluaran dekade 1990-an favorit gw, dan kita sampai pada 25 teratas. Which means isinya adalah 25 lagu 1990-an yang lebih memorable lagi terutama buat gw dan mungkin bagi sebagian Anda, yah jelas 90-an 'kan yang mainstream pun emang mutu, gak kayak zaman sekarang (<-- kata-kata orang udah mulai tua). Jangan ragu untuk play videonya dan menggila menyanyikan lagunya =D.



Silahkan klik di sini untuk posisi 50-26. Oh ya, perhatikan bahwa ada beberapa lagu di daftar ini pernah diparodikan P Project =D.






25. "The Sign" - Ace of Base (1994)
(Sweden)
Not quite the next ABBA tapi musik elektronika mereka cukup asik dan lagu-lagunya catchy. Kaset pertama yang secara de facto gw beli (karena secara de jure duitnya dari ortu) adalah Happy Nation U.S. Version milik Ace of Base, salah satunya karena gw suka banget lagu ini. I was 8 and I still like it now. Don't you dare judge me.




24. "More Than Words" - Extreme (1991)
(USA)
Kalo lagu "I Will Survive"-nya Cake adalah lagu wajib bagi yang belajar main bass, "More Than Words" adalah lagu wajib orang belajar main gitar =P. Saking terkenalnya lagu akustika ini gw ampe gak tau Extreme ini aliran musiknya aslinya kayak gimana.




23. "Over My Shoulder" - Mike + The Mechanics (1995)
(UK)
Ini entri paling segar, soalnya gw udah lama denger lagu ini tapi gak pernah tau siapa yang nyanyi. Gak nyangka ternyata lagu keren ini dinyanyikan oom-oom, dan nggak nyangka oom-oom itu bisa punya suara seasyik ini.




22. "When Love & Hate Collide" - Def Leppard (1995)
(UK)
Rock love ballad selalu punya tempat di hati pendengar musik kita, kasus yang sama juga menimpa lagu dari band rock Inggris ini. Galau tetapi terdengar grand dan powerful. "Do you have a heart of stone?...Do you have a heart at all?" #jleb.




21. "Carnival" - The Cardigans (1995)
(Sweden)
The Cardigans mungkin punya hit yang lebih terkenal "Lovefool" yang jadi sontrek Romeo+Juliet yang merupakan cover lagunya Justin Bieber itu (KEBALIK KALIK!). Somehow, gw lebih suka "Carnival" karena nggak terlalu dragging sekaligus mengandung keunikan yang lebih kental. Aransemennya yang terkesan old-school-nya juara.




20. "I Don't Want to Miss a Thing" - Aerosmith (1998)
(USA)
Sebelum lagu karya Diane Warren ini jadi favorit kontestan Country di American Idol, ini adalah lagu mengejutkan yang dikeluarkan Aerosmith, sebuah pop ballad yang bahkan porsi rock-nya sedikit sekali. Namun seperti teori umum sebagaimana FireHouse (no. 36), Extreme (no. 24) dan Def Leppard (no. 22), lagu lembut dari band "sangar" (walaupun Aerosmith sangarnya cuman di muka sih) akan sangat mudah diterima secara mainstream. Oh, gw udah bilang belum ini lagunya Diane Warren? =D




19. "To Be with You" - Mr. Big (1991)
(USA)
Menurut gw lagu ini agak setipe sama "More Than Words", cuman lagu ini lebih rancak karena lebih ceria dan melibatkan seluruh anggota band-nya (haha), apalagi dimotori vokal gila Eric Martin yang menambah keasyikan mendengarkannya sambil hentak-hentak kaki dan angguk-angguk kepala serasa gondrong.




18. "Heaven Knows" - Rick Price (1992)
(Australia)
Beautifuly written and composed galau songbefore it was cool.




17. "Angels" - Robbie Williams (1997)
(UK)
Perjalanan Robbie Williams yang akhirnya jadi mantan personil Take That yang paling sukses dan paling awet karir solo-nya (and released better songs) dimulai dari lagu ini. Lagu dengan nada sederhana mewadahi lirik puitis namun memberi dampak yang luar biasa, terutama di Inggris sana, dan di ingatan gw di sini *halah*.




16. "Change the World" - Eric Clapton (1996)
(UK)
Eric Clapton yang secara genre harusnya artis blues bahkan konon salah satu yang terbaik, ternyata tidak membatasi diri untuk terjun juga ke ranah pop, tapi jelas membawa karakter yang kuat: petikan gitar yang soulful sebagaimana vokalnya. "Change the World" adalah sebuah lagu yang groovy dan dikemas bagaikan air sejuk yang memberi ketenangan, terima kasih juga kepada Babyface yang memproduserinya.




15. "Waterfalls" - TLC (1995)
(USA)
Sebelum ada Destiny's Child, dunia musik kehadiran trio wanita kulit hitam dengan penampilan street-style yang lumayan menggemparkan tangga-tangga lagu dunia, TLC. "Waterfalls" adalah breakthrough mereka. Gw sih suka sama iramanya yang asyik masyuk dan melodinya catchy. And if it matters, TLC ini bernaung di label rekaman milik Babyface.




14. "Black or White" - Michael Jackson (1991)
(USA)
Michael Jackson sudah superstar sejak tahun 1980-an, namun masih aktif melahirkan hits yang dahsyat dan berpengaruh hingga pertengahan dekade 1990-an. "Black or White" mungkin lagu rilisan MJ yang paling awal yang punya pesan moral secara gamblang (sebelum dilanjutkan "Heal The World", "Earth Song" dan sebagainya) namun tentu saja dibawakan dengan sangat atraktif, baik lagunya sendiri maupun dalam video musiknya (dan tentu saja lagu aslinya jauh lebih pendek dari video musiknya ^_^;)




13. "True Love" - Fumiya Fujii (1993)
(Japan)
Entri ini sekaligus menerangkan bahwa gw nggak akan membuat senarai lagu Jepang secara terpisah, karena to be fair koleksi lagu Jepang era 90-an yang gw punya tidaklah banyak. Anyway, dengan kekuatan Indosiar yang saat itu merupakan stasiun televisi baru dan banyak menayangkan promo (iklan) programnya dengan terus menerus, salah satunya program drama Jepang sore-sore, menggunakan lagu tema programnya, akhirnya banyak sekali orang yang tau lagu "True Love" ini, yang merupakan lagu tema drama berjudul "Asunaro Hakusho" atau di sini judulnya jadi "Ordinary People", bahkan mungkin jadi salah satu lagu Jepang paling terkenal (selain "Kokoro no Tomo") untuk beberapa lama sebelum kedatangan era mp3 dan VCD bajakan, dan "First Love"-nya Utada Hikaru. Terdengar syahdu, di saat yang bersamaan mengandung pernyataan keras bahwa melodi lagu ini akan evergreen melewati zaman. 




12. "What's Up?" - 4 Non Blondes (1993)
(USA)
Mungkin bisa dianggap one hit wonder, akan tetapi lagu ini punya dampak yang luar biasa karena ke-unusual-an melodi, lirik dan gaya bernyanyinya. Sangat, sangat terkenal. Apa indikasinya? Bahkan Inul Darasista konon sering menyanyikan lagu ini sebelum terjun ke ranah dangdut. We simply cannot get it out of our head after listening to it. Gw suka kesederhanaan dan spontanitas yang tercermin lewat lagu ini, bagaimana bisa bikin sapaan basa-basi "Hey, what's going on?" jadi sebuah lagu fenomenal. Mungkin lagu ini adalah manual gaya penulisan Dewiq.




11. "Wonderwall" - Oasis (1995)
(UK)
Bukan, gw bukan penggemar Oasis. Jadi sah dong kalo gw taunya cuman lagu ini =P (emm, "Don't Look Back in Anger" sama "Champagne Supernova" tau juga koook *itu doang sih*). Kayaknya sih gw jadi suka karena sering diputer di TV, efeknya sampe sekarang setiap denger nama band Oasis gw selalu ingetnya "Wonderwall". Tapi gw nggak nyalahin TV, emang lagu ini bagus kok. Di tengah datarnya melodi masih menyimpan permainan musik yang senantiasa menarik walau didengar berulang kali.







Dan inilah 10 teratasnya:




10."Fixing a Broken Heart" - Indecent Obsession (1993)
(Australia)
Gak tau mau komen apa, dengerin deh =). Khususnya buat yang mau move on *prett.





9. "I Will Be Here for You" - Michael W. Smith (1992)
(USA)
Michael W. Smith krungu-krungu dulu adalah artis rock yang kemudian "tobat" menjadi artis lagu-lagu rohani atau inspirasional, namun itu nggak membatasi dirinya untuk dapat menelurkan lagu bertema universal bahkan sampe bisa diputar di gelombang arus utama sekuler. Yang paling noteworthy adalah "I Will Be Here for You" ini, lagu balada pop-rock yang merupakan salah satu "lagu orang gede" terawal yang bersemayam di ingatan gw. Liriknya sudah pasti menyentuh namun melodi dan aransemennya pun turut andil dalam menciptakan nuansa menenangkan dan mencerahkan dalam lagunya. And btw, lagu ini diciptakan oleh Smith bersama..., yep, Diane Warren.





8. "One of Us" - Joan Osborne (1995)
(USA)
Lagu ini sederhana tapi enak. Tapi butuh waktu untuk gw menyerap dan memahami makna lagu ini. Kalau sambil lalu terdengar provokatif, tapi sebenarnya lebih ke kontemplatif (apaaaaa pula maksudnya). "What if God was one of us?", seandainya Tuhan itu ada di antara kita, bagaimana kita akan bersikap?





7. "Back for Good" - Take That (1995)
(UK)
Keengganan gw terhadap produk boyband sebenarnya udah lama, termasuk Take That, orang-nya ada lima tapi kok yang dikasih nyanyi si dia-dia doang (namanya Gary Barlow, kalo sekarang tuh Morgan-nya SM*SH lah =P). But, hmmm, bersyukur gw tidak sampe anti, jadi masih bisa menimkati karya cakep "Back for Good" ini sebagaimana adanya, sebuah balada, ala boyband sih, tapi punya karakter kuat di melodi maupun irama. Mungkin ini maharkarya sebuah boyband. Lingers for good.





6. "Always" - Bon Jovi (1994)
(USA)
Kembali lagi, band yang image-nya "keras" menyanyikan lagu cinta. Bon Jovi punya puncak kepopuleran di arus utama Indonesia (kayaknya) karena lagu ini, sebab cukup sering pula tampil di TV, dan tak lama sesudahnya Bon Jovi bertandang konser di Jakarta. Sebuah lagu patah hati yang bikin puas banget teriakan di bagian chorus-nya (you know what I mean). Terlalu lengket untuk dilupakan. A very good song





5. "Stay (I Missed You)" - Lisa Loeb and Nine Stories (1994)
(USA)
Lagu ini gak punya struktur lagu pop biasa. Hanya ada sedikit perulangan nada, sisanya hanya kata-kata tumpahan hati yang dikasih nada, sekali jalan. Anehnya, semua itu begitu memikat, bikin anteng menantikan apa yang akan dikatakan mbak Lisa melalui vokal, kocokan gitar dan intsrumen band lainnya yang sederhana itu. Mungkin karena kesungguhan yang tertumpah dalam liriknya, atau juga dari cara menyanyikannya, feeling yang terpancar genuine sekali. Yang pasti, lagu ini unik dan terlalu bagus untuk jadi sekadar one hit wonder semata.





4. "Zombie" - The Cranberries (1994)
(Ireland)
Jujur gw sih dulu selalu keinget lagu ini cuman gara-gara bagian buntut chorus-nya: "Zombie...ehe...ehe..." =D. Gimmick yang luar biasa. Semakin ke sini gw semakin menyadari lagu jombi ini punya makna dahsyat dan pesan penting tentang kekejaman perang, selain punya kekuatan di musiknya yang agak serem. Powerful.





3. "Sometimes Love Just Ain't Enough" - Patty Smyth & Don Henley (1992)
(USA)
Sama seperti nomer 9, lagu ini salah satu "lagu orang gede" terawal yang gw inget, somehow masih gw anggap lagu yang sangat bagus. Dulu jelas suka karena melodi dan musiknya, minimalis tapi enak. Semakin ke sini akhirnya paham liriknya yang ternyata bagus banget, nggak mungkin nggak meletakkan lagu ini sebagai salah satu lagu favorit gw sepanjang masa. Caranya dalam menggambarkan hubungan tak sehat sangat puitis tapi mudah dipahami karena kata-kata yang digunakan lumayan sehari-hari, harmoni Patty Smyth dan Don Henley (vokalis Eagles) yang perfectly blended menambah kedalaman makna dari lagunya. "There's a danger in loving somebody too much, and it's sad when you know it's your heart you can't trust.." #jleb #jleb





2. "I'd Do Anything for Love (But I Won't Do That)" - Meat Loaf (1993)
(USA)
Video klip "I'd Do Anything For Love" ini sering wara-wiri di televisi pada saat itu, bertema Beauty and the Beast dengan twist modern, tapi nggak pernah ditayangkan benar-benar dari awal ataupun sampai tuntas, wong durasinya aja 7 menit, itu juga udah versi edit-an karena versi rekamannya berdurasi 12 menit!! Zaman sekarang bisa dibilang lebay, tetapi demikianlah Meat Loaf yang gayanya sangat teatrikal bahkan udah dari musiknya saja, apalagi video klipnya. Diciptakan oleh Jim Steinman yang katanya wiki emang suka bikin lagu panjang-panjang (contoh lain "It's All Coming Back for Me Now"-nya Celine Dion), bisa jadi lagu ini terpatri di memori karena hal-hal heboh itu. Tapi memang lagu ini punya sebuah kualitas yang berbeda dari lagu-lagu pop/rock biasa. Dengan perubahan tempo lambat-cepat yang bolak-balik, nada yang dinyanyikan oleh Meat Loaf yang terdengar sangat nelangsa, lirik yang lirih dan agak mengecoh, menampilkan dinamika dramatis yang justru semakin memikat ketika didengarkan lagi sekarang. Mantap lah.

Versi video musik (sutradaranya Michael Bay loch)


Versi asli









1. "Kiss Me" - Sixpence None The Richer (1997)
(USA)
Ahiy. Anak muda banget deh, hehe. Lagu ini cepat sekali tumbuh jadi kesukaan gw semenjak gw beli CD sontrek Dawson's Creek (volume 1). Terdengar ringan dan sederhana, tetapi punya daya tarik yang sulit ditolak, sampe-sampe udah berapa film/serial TV Hollywood yang memakai lagu ini. Manis, romantis. Ketika memperhatikan liriknya tambah jatuh cinta lagi gw sama lagu ini, ditulis dengan lirik yang oh my Lord itu kok bisa dapet kata-kata kayak gitu, bless you Matt Slocum. Sudah lebih dari sepuluh tahun lagu ini tetap juara di hati gw. Selalu menyenangkan ketika didengarkan lagi dan diulang lagi setelah itu. Dan sebagaimana syarat tak resmi bahwa lagu yang hebat nggak bisa di-cover ulang, sampe sekarang gw yakin tiada barangsiapapun yang dapat membawakan "Kiss Me" selain Sixpence None The Richer, terlebih lagi se-sincere, se-effortless, dan se-berkarakter Leigh Nash, pun gw gak bisa membayangkan lagu ini kalau musiknya nggak seperti ini. Gak akan bisa. Lagu yang terlalu.






RECAP: My Top 50 International Songs of the 1990's 

1. "Kiss Me" – Sixpence None The Richer 
2. "I'd Do Anything For Love (But I Won't Do That)" – Meat Loaf 
3. "Sometimes Love Just Ain't Enough" – Patty Smyth with Don Henley 
4. "Zombie" – The Cranberries 
5. "Stay (I Missed You)" – Lisa Loeb and Nine Stories 
6. "Always" – Bon Jovi 
7. "Back For Good" – Take That 
8. "One Of Us" – Joan Osborne 
9. "I Will Be Here For You" – Michael W. Smith 
10. "Fixing A Broken Heart" – Indecent Obession 


11. "Wonderwall" – Oasis 
12. "What's Up?" – 4 Non Blondes 
13. "True Love" – Fumiya Fujii 
14. "Black or White" – Michael Jackson 
15. "Waterfalls" – TLC 
16. "Change The World" – Eric Clapton 
17. "Angels" – Robbie Williams 
18. "Heaven Knows" – Rick Price 
19. "To Be With You" – Mr. Big 
20. "I Don't Want To Miss A Thing" – Aerosmith 
21. "Carnival" – The Cardigans 
22. "When Love And Hate Collide" – Def Leppard 
23. "Over My Shoulder" – Mike + The Mechanics 
24. "More Than Words" – Extreme 
25. "The Sign" – Ace Of Base 


26. "How Do I Live" – Trisha Yearwood/LeAnn Rimes 
27. "Someday We'll Know" – New Radicals 
28. "I Don't Want To Wait" – Paula Cole 
29. "Because You Loved Me" – Celine Dion 
30. "You're Still The One" – Shania Twain 
31. "Wannabe" – Spice Girls 
32. "Sleeping Child" – Michael Learns To Rock 
33. "Smooth" – Santana featuring Rob Thomas 
34. "We Could Be In Love" – Lea Salonga & Brad Kane 
35. "Close To Heaven" – Color Me Badd
36. "I Live My Life For You" – FireHouse 

37. "Take A Bow" – Madonna 
38. "I Have Nothing" – Whitney Houston 
39. "I Believe I Can Fly" – R. Kelly 
40. "Dreamlover" – Mariah Carey 
41. "A Whole New World" – Peabo Bryson & Regina Belle 
42. "Don't Speak" – No Doubt 
43. "Breathe Again" – Toni Braxton 
44. "Burn" – Tina Arena 
45. "I Still Believe In You" – Vince Gill 
46. "Every Morning" – Sugar Ray 
47. "In Love With You" – Jackie Cheung & Regine Velasquez 
48. "Runaway" – The Corrs 
49. "Goodbye" – Air Supply 
50. "Shy Guy" – Diana King 


 Demikianlah 50 teratas lagu internasional keluaran 1990-an favorit gw. Nantikan untuk versi lagu Indonesianya ya. Thoughts about this list? Please kindly share =)

8 komentar:

  1. Saya suka kalimat pembukanya :p

    Syukurlah ada "I'd Do Anything for Love (But I Won't Do That)" - Meat Loaf. Meminjam kata - kata Ahmad Dhani "lagunya spektakuler"

    BalasHapus
  2. Lol, waktu saya belajar gitar jg pasti main more than words :p

    BalasHapus
  3. woww...lagu no. 1 emang yang paling the best, setuju bgt sama komentarnya...WOWWW...!!*biarin dibilang lebay, lagunya emang ga lekang dimakan waktu,halah

    BalasHapus
  4. @soeby: oh, thanks ya =_=; *biarin, kuch kuch hota hai nggak tak masukin =P*
    Lagu itu memang spektakuler sekali, menggelegar. Meat Loaf itu asli, adam lambert itu KW3, hehe

    @fariz razi: blajar sampe petikan keriting di bagian akhirnya juga gak? *penasaran ^_^

    @alyano: tos. memang tiada duanya dan tiada tuanya =)

    BalasHapus
  5. kl boleh tambah 1 yg no 51. A Shoulder To Cry - Tommy Page

    BalasHapus
  6. Masih ada yg inget sama Teardrops dari The Radio? Super melow & meniris hati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya baru inget pas cek youtube. thanks sudah mengingatkan =)

      Hapus