Sabtu, 22 Oktober 2011

[Movie] Super 8 (2011)


Super 8 
(2011 - Paramount)

Written and Directed by J.J. Abrams
Produced by Steven Spielberg, J.J. Abrams, Bryan Burk
Cast: Joel Courtney, Elle Fanning, Kyle Chandler, Ron Eldard, Noah Emmerich, Riley Griffiths, Ryan Lee


Dengan riwayat yang impresif seperti serial "Alias" dan salah satu serial televisi terbaik yang pernah gw tahu, "Lost", memproduksi Cloverfield, dan juga menyutradarai Mission: Impossible III yang sangat lumayan dan reboot Star Trek yang keren, maka nggak salah dong kalau gw memiliki prasangka baik untuk karya terbaru dari J.J. Abrams, Super 8 ini. Abrams kini harus unjuk gigi dalam karya orisinil, bukan merek waralaba seperti dua filmnya terdahulu...well, sebagai gantinya ada nama Steven Spielberg, hehe. Denger-denger, listen-listen, krungu-krungu Super 8 ini semacam tribut atas film-film fiksi ilmiah klasik Spielberg seperti E.T.-The Extra Terrestrial dan Close Encounters of the Third Kind pada era 1970-1980-an, jadi penonton akan menemukan beberapa kesamaan dalam ketiga film ini, hanya saja Super 8 punya kemasan lebih kontemporer dan tentu saja visual efek lebih maju. Dan, ya, ini film alien ^_^.

Liburan musim panas 1979 di sebuah kota kecil bernama Lillian, Joe (Joel Courtney) dan 3 temannya ikut terlibat dalam proyek film sahabatnya, Charles (Riley Griffiths) untuk ikut festival film amatiran (pake kamera film Super 8, dulu kan blum ada camcorder). Pada suatu malam anak-anak SMP ini mengajak Alice (Elle Fanning), cewek yang ditaksir Joe di sekolah untuk ikut main film zombi-zombian itu dan turut syuting di sebuah stasiun kereta api. Sengaja merekam gambar saat sebuah kereta lewat (demi "production value", hehehe *ketawa aja gw, padahal nggak ngerti juga*), terjadi sebuah kecelakaan hebat yang melululantakan seluruh gerbong kereta api serta stasiun itu dengan hebohnya. Kecelakaan yang aneh, dan lebih aneh lagi karena kemudian datang pasukan angkatan udara AS untuk "mengamankan" situs itu. Keenam anak ini selamat, tetapi tak lama kemudian timbul kejadian-kejadian aneh di kota mereka, mulai mesin mobil dan microwave hilang, anjing-anjing kabur, orang-orang hilang, hingga listrik yang mati-hidup nggak jelas (wah kalau di sini sih sering ya, udah 2011 padahal =P). Ada apa sebenarnya di kereta api itu? Gee, I wonder =D...

Dengan garis besar plot yang mudah ditemukan dalam film-film bertema serupa (ya contohnya E.T. dan Close Encounters tadi), Super 8 sebenarnya hampir just another Hollywood flick. Namun ketika saat-saat ini istilah "Hollywood flick" itu sering diterjemahkan sebagai sajian dangkal gede di efek CGI doangan, Super 8 adalah tipe Hollywood yang konotasinya lebih kolot: menghibur tanpa menciderakan, dengan kata lain film ini seru, visual fantastis, dan yang penting memiliki cerita yang baik pula. Meski bertema alien, film ini dengan bijaksana menampilkan porsi besar pada drama (remaja) yang enak dan nyaman untuk diikuti, kepenasaranan akan adanya makhluk misterius berkeliaran di kota sama excitingnya dengan penantian kita pada bagaimana perkembangan bocah-bocah ini, misalnya benih-benih cinta monyet Joe dan Alice. Inilah salah satu nilai kesuksesan film ini menjadi tontonan yang menghibur, yaitu bagaimana penonton bisa bersimpati pada tokoh-tokohnya, dan peduli dengan apa yang terjadi pada mereka. Tutur kata, tingkah polah serta interaksi para remaja tanggung yang jadi pemeran utama kisah ini ditata dengan sangat baik dan alami ditaburi kelucuan bersahaja di sana-sini. Pada bagian-bagian awal ketika mereka membuat film zombi-zombian itu sangat menarik dan menghibur (nanti di kredit penutup kita bisa lihat hasil akhir film mereka, lucu =)). Memasuki kisah utama, porsi anak-anak ini tetap yang utama dan malah semakin kuat. Bisa-bisanya mereka terus syuting saat bumi lagi gonjang ganjing gitu, menambah production value katanya, hehehe. Walaupun kemudian ada keklisean sedikit (saving the girl from the enemy's lair, and so on, and so on) tetapi setidaknya diceritakan dengan tetap berenergi dan exciting, again that’s because they made us care.

Tadi gw singgung film ini seperti "penghormatan" terhadap Steven Spielberg, antara sengaja atau tidak jadinya  sepanjang nonton ini gw menemukan beberapa aspek yang mirip-mirip dengan film-film Spielberg terdahulu. Mulai dari sepeda (inget E.T.), anak-anak dalam keadaan bahaya (inget Jurassic Park), tokoh ayah yang keluarganya nggak stabil atau nggak utuh (semua film Spielberg), bahkan bagian "memahami" alien dan adegan penutupnya pun sangat mirip sama yang bisa ditemukan di Close Encounters. Kalau dibilang gini jadinya kesannya Super 8 akan jadi kucing-salin (copycat maksudnya =P) belaka, tapi menurut gw bagaimanapun presentasi Super 8 ini tetaplah menyegarkan, tidak asal niru saja. Toh kayaknya memang disengaja, dan oom Spielberg juga sepertinya merestui *yaeyalah, wong dia produsernya* *atau jangan-jangan jadi mirip gara-gara dia =P*, malahan kemiripan-kemiripan itu menimbulkan kesenangan tersendiri apalagi bagi penonton pemerhati (belum tahap nge-fans) Spielberg, semisal gw ini. It was quite nice, actually.

Anyway, selain cerita yang ditata oke, J.J. Abrams mengemas film ini dengan visual yang jernih dan pas, serta, iya betul, masih dengan kesukaannya menampilkan flare—efek yg timbul akibat cahaya-cahaya yang ditembak langsung ke lensa kamera—dengan sengaja, tetapi ya udah lah kalo doi sukanya kayak begitu, menurut gw itu cukup menyenangkan kok, kesannya mengkilap gimana gitu. Visual efeknya pun halus dan tidak mengecewakan, mulai dari adegan kecelakaan kereta yang bombastis hingga animasi makhluk asing yang efektif—walaupun awalnya gw mengira dia mirip yang di Cloverfield (gw selalu curigaan gitu, dulu gw juga kira hewan di planet salju di Star Trek kayak yangg di Cloverfield =P). Tata adegannya tidak sembrono, mulai dari drama, komedi, suspense, hingga aksinya diramu dengan mantap. Adegan paling awalnya keren banget, dan terlihat sekali asiknya mas (bukan haji) J.J. ini dalam mengarahkan filmnya, karena pemeran-pemeran mudanya (yang sebagian besar belum terkenal) tampil dengan sangat nyaman dan menghayati, mengimbangi para pemeran dewasanya. Nah, untuk soal pemeran, perhatian pasti tertuju pada Elle Fanning (yaoloh cepet banget gedenya ya nih anak) yang tampil sangat keren, termasuk saat adegan-adegan syuting—good thing dia nggak se-overacting kakaknya, Dakota =_=. Meski demikian, Joel Courtney yang jadi pemeran paling utama juga berhasil memberi bobot berarti pada perannya, demikian juga Riley Griffiths si pembuat film cilik yang mungkin semacam representasi masa kecil oom Spielberg dan mas J.J.—who knows.

Super 8 mungkin bukan film hebat—terutama mungkin bagian klimaksnya agak kegampangan ya, tetapi tetaplah mengesankan buat gw karena caranya dalam memberi tontonan menghibur, enerjik dan menyenangkan secara keseluruhan. Aliennya bisa jadi tidak terkesan istimewa, tetapi petualangan anak-anak remaja ini dalam mengungkap misteri keanehan kota sekaligus menyelesaikan proyek film mereka (teteup) adalah sajian utama yang memikat. Aliennya kayak cuma menambah production value aja kok =D *lagi-lagi sebenarnya gw nggak tau itu artinya apa, haha*.



My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar