Sabtu, 21 November 2009

[Movie] 2012 (2009)


2012
(2009 - Columbia)


Directed by Roland Emmerich

Written by Roland Emmerich & Harald Kloser

Produced by Roland Emmerich, Harald Kloser, Larry J. Franco

Cast: John Cusack, Chiwetel Ejiofor, Amanda Peet, Thandie Newton, Danny Glover, Oliver Platt, Woody Harrelson.



Mari gw awali ulasan ini dengan deklarasi: meributkan, membuat kontroversi, malah melarang-larang pemutaran film 2012 adalah tindakan BODOH, TOLOL, IDIOT, MALAS BERPIKIR, BERPIKIRAN SEMPIT, TIDAK BERPENDIDIKAN, KAMPUNGAN, TIDAK BERDASAR, NORAK, dan KURANG KERJAAN!! Ya, itu juga berlaku bagi Andi Soraya, Ayu Azhari, pimpinan2 MUI daerah yg ketahuan sekali hanya ingin namanya dicetak di koran atau sekedar ingin merasa berkuasa, dan tentu saja biang keladi dari semua ini: INFOTAINMENT. Well, semua orang juga kayaknya udah tau sich kalo wartawan infotainment adalah profesi paling kurang kerjaan di muka bumi, apalagi editornya yg mengangkat hal ini jadi berita, udah kurang kerjaan, norak, IQ-nya tiarap lagi kalo nggak mau disebut idiot (bagi gw merekalah sumber bencana yg sesungguhnya). Jika film ini memang menyesatkan, maka menyesatkan juga perlu disematkan kepada Transformers, Harry Potter, Ayat-Ayat Cinta (masa orang Mesir ngomongnya bahasa Indonesia semua) dan sinetron Lorong Waktu (hei, tidak ada seroang pun yg bisa memutar balik waktu, oke?). Asal tau saja, ini bukan film soal kiamat, tapi bencana besar. Siapa bilang kiamat 2012 itu ramalan suku Maya? Suku Maya hanya menamatkan kalendernya di 2012 (malah peradaban mereka udah punah jauh sebelum itu), dan setelah itu akan ada periode baru di bumi ini, tinggal diulang lagi, cuma gitu kok repot. Justru si bule2 kurang kerjaan itu yg menyebut dirinya “scientist” yg mengulirkan teori bahwa akan ada aktivitas matahari yg akan menghancurkan bumi. Dan tau apa tanggapan “scientist betulan” dari NASA?
It’s bullshit. There you go. Case closed!

Tapi tetap saja, gara2 orang2 infotainment yg kurang kerjaan dan idiot itu, gw susah dapet tiket untuk nonton 2012 dan baru bisa nonton baru2 ini (gw nonton film karena itu hobi gw, bukan karena buzz nya,
but I guess no one would care), beli tiket pas jam makan siang untuk nonton sepulang kantor sore2. Setelah akhirnya nonton, ternyata ketololan dan keidiotan tidak hanya melanda para wartawan dan editor infotainment, tapi juga justru dari pembuat film 2012 sendiri dan….penonton yg udah antre capek2. We’re struggling our way to the box office just for this?

Jadi ceritanya, tahun 2009 matahari mulai mengeluarkan gelombang yang mendidihkan inti bumi (anehnya malah bukan permukaan bumi. Ketololan pertama). Ini membuat kerak bumi akan mengalami pergeseran dan perubahan yg drastis. Mendapat laporan ini, negara2 besar di dunia membuat suatu proyek di pegunungan Himalaya, yg hanya bisa kita lihat di akhir film. Rupanya, bumi udah mulai “berubah” lebih cepat, di tahun 2012. Mulai terjadi tanah pecah dengan ukuran besar lalu pelan2 tenggelam ke laut, gunung meletus nggak wajar, dan tsunami besar-besaran yg pada akhirnya, seperti dalam posternya, sampe aja gitu di Himalaya (yg gw pertanyakan bagaimana bisa. Ketololan kedua). Jualan film 2012 cuman itu, dengan visual efek yg memang bagus sekali, tidak memusingkan dan seperti kata Roger Ebert, memberi kita kesempatan untuk melihat dan menghargai teknik visual efeknya. Gw pribadi suka adegan kapal pesiar terbalik. Nah, supaya adegan2 fantastis itu bisa terlihat, maka perlu ada cerita di tempat2 kejadiannya. Kita diperkenalkan pada tokoh2 mulai dari para ilmuwan (Chiwetel Ejiofor, Jimi Mistry), pemerintahan (Oliver Platt, Danny Glover yg jadi presiden AS, Thandie Newton), dan yg gak berhubungan banget, wakil dari rakyat biasa (John Cusack, Amanda Peet dan anak2nya). Intinya adalah mereka berusaha selamat dan sampai di “bahtera” keselamatan di Himalaya itu. Dan dalam tradisi Independence Day, The Day After Tomorrow, Deep Impact dan pokoknya film2 Hollywood, tentu saja tokoh2 “kesayangan” kita selamat, tinggal nikmati saja bagaimana caranya mereka selamat.
See? Bukan kiamat toh?

Kenapa gw bilang tokoh2 “kesayangan”? Karena film ini punya porsi penokohan yg lumayan membuat ikatan dengan penonton. Kita seneng sama yg ini, kesal sama yg lain.
And it worked. Fragmen2 hubungan antar manusia yg bertebaran di tengah2 peristiwa maut cukup membuat gw tersentuh. Itu dan visual efek adalah nilai plus dari 2012. Sayangnya, nilai plusnya cuman itu. Sisanya adalah adegan2 serba kebetulan dan bo’ong banget yg diulang-ulang. Maksud gw adalah, bagaimana keluarganya John Cusack selalu menemukan jalan untuk lolos dari “kejaran” gempa atau gunung meletus, dan bagaimana ada aja hal2 kecil yg sengaja dibuat mepet (nyari peta, manggil anjing, mobil dan pesawat nggak nyala, pintu kejepit dsb) hanya supaya penonton merasakan ketegangan. Adegan2 itu sangatlah bodoh dan film banget, tapi sialnya memang berhasil membuat tegang (ketololan ketiga). Oh ya, kayaknya ketegangan juga sedikit dipengaruhi penggunaan kamera digital sepanjang film, entah emang supaya ada efek riil, atau cuman untuk menghemat biaya syuting, hehe. Film ini juga menyimpan dilema moral mengenai siapa yg pantas untuk masuk ke “bahtera”, kenapa dia bisa dan yg lain nggak, tapi sekali lagi film ini tidak mau menjual itu.

Nah, kalo sudah tau film ini mau menjual apa, dan ternyata yg kita dapatkan sesuai dengan yg diiklankan, apakah berarti film ini gagal? Sayangnya, tidak. Anda ingin film bencana, visual efek besar, tokoh2 yg mengundang simpati, dan adegan2
thrilling? You got it. Walaupun sangat biasa dan bodoh secara ilmiah, tapi itu yg Anda harapkan, dan film ini memenuhinya. Tidak lebih jelek daripada yg diiklankan (bukan kontroversi idiotnya ya), dan juga tidak lebih bagus, ya segitu-segitu aja. Jadi kesimpulan gw, film ini bodoh sekaligus berhasil. What you see is what you get, and that’s okay. Kalo yg di luar dugaan sekaligus tidak bodoh, tontonlah Knowing, karena mnurut gw, endingnya lebih “benar”. Kalaupun memang akhirnya film ini ditarik, mungkin pilihan selanjutnya: Hantu Binal Jembatan Semanggi…wow, “binal”…, mungkin ini juga film kiamat dalam segi kreativitas membuat judul.



My score
6/10


NB: Gw menemukan sesuatu yg lucu di berita detkHot.com, ada wawancara telepon dengan seseorang dari MUI, katanya ada dugaan penodaan agama dalam 2012 karena ada penghancuran bagunan seperti masjid. Padahal “bangunan seperti masjid” itu ternyata adalah kubah GEREJA St. Peter’s Basilica di Vatikan. Jangan2 dia pikir gedung DPR/MPR dan Balai Sarbini itu masjid juga lagi. Dan kita masih betanya-tanya kenapa bangsa kita nggak maju-maju…

2 komentar:

  1. haha... kasian deh. nanti kalau dia ke kremlin, st. basil yang dipakai sebagai latar dalam game tetris itu juga dibilang mesjid.

    BalasHapus
  2. hehe, bukan bermaksud menyudutkan, lagian kayaknya si orang MUI ini cuman dapet laporan dari orang lain...gw malah salut "juragan besar" MUI pusat tidak latah mengeluarkan pernyataan resmi maupun non-resmi apapun tentang film ini. Wong belum nonton, mau komentar apa? good job, gentlemen. ^_^

    BalasHapus