Senin, 18 Mei 2009

[Movie] Knowing (2009)


Knowing

(Summit - 2009)

Directed by Alex Proyas

Story by Ryne Douglas Pearson

Screenplay by Ryne Douglas Pearson and Juliet Snowden & Stiles White

Produced by Jason Blumenthal, Steve Tisch, Todd Black, Alex Proyas

Cast: Nicolas Cage, Chandler Canterbury, Rose Byrne, Lara Robinson, Nadia Townsend, Ben Mendelsohn


Dari judul yg kayaknya gak kreatif, tema yg berpotensi basi, dan Nicolas Cage yg performa nya makin menurun, gw tadinya gak niat nonton film ini, apalagi sebagian besar kritikus luar kurang suka film ini, kecuali Roger Ebert yg ngasih empat bintang full. Tapi film ini bertahan cukup lama di bioskop2 Jabodetabek, lebih dari satu setengah bulan, bahkan ketika film animasi Monsters vs Aliens yg tayang sehari setelahnya sekarang udah menghilang entah kemana, Knowing masih nongkrong aja di bioskop2. Itu dan nama Alex Proyas (I, Robot) akhirnya mendorong gw untuk nonton malem2 jam 9an di Bekasi Square 21 seharga 10rb rupiah (makanya sound systemnya cempreng ^.^). Krn takut akan turun (ternyata nggak, masih ada tuch), gw bela2in nonton hari selasa pulang kerja. Ternyata oh ternyata..."pengorbanan" gw gak bisa dibilang sia-sia.

Film ini tentang kiamat. Pasti yg terbesit adalah film2 semacam Armageddon, kembarannya: Deep Impact, The Day After Tomorrow dkk. Tapi Knowing punya tema yg lebih mistis, dan surprisingly religius. Di hari persemian sebuah SD tahun 1959, anak2 disuruh membuat gambaran mereka tentang masa depan, yg akan disimpan dalam "time capsule" yg ditanam dan akan dikeluarkan 50 tahun kemudian.

50 tahun kemudian ketika time capsule dibuka, Caleb, anak John Koestler yg bersekolah di SD itu, membawa pulang salah satu benda yg tersimpan di dalamnya, yg ternyata bukan gambar, tapi barisan angka2 yg ditulis oleh seorang gadis bernama Lucinda Embry. John adalah seorang dosen bidang fisika entah apa di MIT (semacam ITB nya Amerika, versi lebih bergengsi pastinya), merasa tertarik dengan angka2 tersebut, dan kemudian menemukan bahwa angka2 tersebut adalah tanggal peristiwa2 tragis yg benar2 terjadi selama 50 tahun terakhir lengkap dengan jumlah korban jiwa dan lokasinya. Hanya ada 3 kejadian yg belum terjadi, dan ketika sebuah kejadian terjadi di depan mata John (adegan yg sangat keren), John yg tadinya percaya segala sesuatu di dunia ini terjadi secara kebetulan mulai meyakini kebenaran angka2 misterius itu. Tinggal 2 kejadian lagi, bersama putri dan cucu Lucinda, John berusaha mencegah kejadian2 mengerikan yg akan terjadi...betapa bodoh dan naifnya niat itu...dan betapa naifnya harapan penonton jika menganggap niat itu bisa terlaksana layaknya film Hollywood biasanya.

Poin terakhir yg membuat gw lumayan suka film ini, salah satu hal yg membuat film ini beda dan membekas di benak gw. Gw yakin banyak orang yg drop dengan bagian ending (sebuah pengulangan ending E.T., go figure ^_^), krn mereka mungkin nggak paham dengan apa yg mau disampaikan oleh pembuat film ini. Gw anti banget memberikan spoiler, tapi kira2 beginilah yg gw tangkep dari bagian ending, seperti gw singgung sebelumnya punya pesan religius yg cukup dalam: orang bisa selamat kalau merespon "panggilan(Nya)"...tapi sekarang dunia udah selangkah menuju kiamat baru minta diselamatkan, kemana aja loe?

Di luar itu, pasti lebih banyak yg setuju adegan2 di film ini seru dan thrill nya megang. Gambar2 di layar tepat guna dan indah secara artistik. Dua adegan "peristiwa" yg disaksikan John Koestler menurut gw sangat keren dan mantebh dah pokonya. Film ini juga sukses bikin gw ketakutan di beberapa adegan ampe gw nutup kuping krn gak pengen kaget (aku malu mengakui ini T-T).

...tapi itu juga yg bikin gw benciii banget sama musik latarnya yg super horor. Mendukung adegan memang, tapi nyebelin >_<. Bukannya bernuansa suspense, malah horor. Untuk aktornya, gak ada yg spesial. Nic Cage masih memble aja aktingnya, kawan2nya yg lain juga standar aja, nanggung. Seandainya pemainnya lebih bagus, pasti film ini akan lebih baik, tapi ya udahlah, emang ceritanya yg bikin film ini menarik bagi gw.

Se-absurd* apapun endingnya dan se-sayur apapun aktornya, film ini memuat simbol2 religius yg cukup mengena. Kenapa yg bisa "mendengar suara2" hanya anak2? Karena mereka berhati tulus dan tanpa prasangka. Kenapa juga John gak sanggup jadi "pahlawan" penyelamat dunia (oops) ? Krn dia, seperti kita, sepintar apapun, hanyalah manusia, yg mau jungkir balik kayak apa juga nggak akan lebih besar kuasanya dari Sang Pencipta yg sering punya cara kerja diluar bayangan manusia. Pesan itu lumayan nyampe ke gw. Tanpa harus mengkhotbahi penonton, pesan2 tersebut dikemas dalam adegan2 seru dan visual effect yg lumayan dalam film ini. Bukan film tentang bagaimana kiamat akan terjadi, tapi lebih kepada bagaimana manusia menyikapinya.

Mungkin nggak banyak yg setuju, tapi menurut gw film ini lebih layak tonton daripada film2 komersil macam Wolverine atau Armageddon, lebih punya maksud.


my score: 7/10



*karena "menjiplak" secara hurufiah gambaran "Kemuliaan Tuhan" di Yehezkiel 1 dalam Alkitab, jelas absurd lah ^o^ ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar