Senin, 04 Januari 2016

[Movie] Negeri Van Oranje (2015)


Negeri Van Oranje
(2015 - Falcon Pictures)

Directed by Endri Pelita
Screenplay by Titien Wattimena
Based on the novel by Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana
Produced by Frederica
Cast: Chicco Jerikho, Tatjana Saphira, Abimana Aryasatya, Arifin Putra, Ge Pamungkas, Maudy Koesnaedi, Arne Luiting, Agung Udijana


Ada yang ngeh nggak sih film ini tentang apa jika dilihat dari materi promosi seperti poster dan trailer-nya? Jujur gw sih nggak, karena sepertinya yang dijual film ini cukup simpel: pemain kece-kece di luar negeri.Yang mengatur promosi pun cukup pandai "menyembunyikan" apa sebenarnya yang mau disampaikan film ini selain lihat orang-orang cakep jalan-jalan di negeri cakep. I really hoped there were more to it. But, well...

Inti cerita ini adalah tebak-tebakan. Diawali pada "masa sekarang" ketika seorang wanita bernama Lintang (Tatjana Saphira) akan melangsungkan pernikahan, dan memberi petunjuk sama penonton bahwa ia akan menikahi salah satu dari empat sahabatnya satu geng dulu waktu jadi mahasiswa di Belanda. Lalu, dimulailah cerita pertemuan, keseharian, dan suka duka mereka di Belanda dulu hingga pada akhirnya ketahuan siapa yang dimaksud Lintang. Dan...ya udah begitulah filmnya.

Let's just say the ads were not misleading. Ketika dari permukaan kelihatannya bahwa film ini adalah cerita orang "jalan-jalan", ya ternyata memang cuma itu isinya. Keseluruhan film ini seperti sebuah babak perkenalan dari lima orang berbeda yang ditampilkan begitu ceria, tanpa ada konflik yang gimana gitu. Bahkan, film ini secara gamblang bermain-main dengan teknik tebak-tebakan sejak awal, ketika Lintang satu per satu memperkenalkan perbedaan keempat laki-laki sahabat dekatnya itu, supaya penonton bisa memilih jagoannya sebelum terungkap siapa nanti yang jadi "juara"-nya.

Well, angle cerita seperti itu juga sebenarnya masih menarik, tapi di film ini gw kurang bisa melihat gigitan dan excitement-nya. Okelah karakter masing-masing dibuat cukup menarik, kekompakan mereka juga masih kelihatan oke, tetapi hubungan "bilateral" Lintang dengan empat cowok, dan hubungan antarcowok-cowok itu seperti datar-datar aja. Gw nggak bisa menunjuk pasti penyebabnya apa, apakah aktingnya, apakah pengolahan konfliknya yang memang nggak menimbulkan dilema maksimal, atau emang mentok di pengembangan ide dari premisnya yang memang "begitu doang". Everything seemed woles aja tanpa dinamika, sesuatu yang cukup disayangkan mengingat tokoh utamanya udah ada lima padahal.

Tetapi, kembali lagi bahwa film ini menampilkan segala sesuatu yang enak dilihat, itu iya--walau dengan kerja keras harus mengabaikan lense flare palsu digital yang porsinya sangat sangat berlebihan itu. Pemadangan alam, bangunan, orang, gaya pakaian, makanan, diringi musik yang asyik, film ini emang cukup, apa ya, comfortable untuk ditonton dengan santai-santai. Kontennya mungkin tipis sekali dan tidak bersayap *what?*, tapi untuk memenuhi tujuan sebagai tontonan hiburan, film ini sudah menjalankan tugasnya. Cuma ya dengan cast sedemikian ramai dan kece dan jauh-jauh soting di Eropah masa isi filmnya itu doang sih. Sayang aja.





My score: 6,5/10

1 komentar:

  1. dalam segi cerita sebenarnya pada awalnya cukup menarik tapi dialog dialog nya terkesan biasa menurut saya juga pertemuan mereka berlima agak di sengaja gtu jdi kurang dpt fill nya.
    tapi saya suka akting mereka dan well pemandangan belanda nya indah banget :D

    BalasHapus