Sabtu, 07 November 2015

[Movie] Veteran (2015)


베테랑 (Beterang)
Veteran
(2015 - CJ Entertainment)

Written & Directed by Ryoo Seung-wan
Produced by Kang Hye-jung, Kim Jung-min
Cast: Hwang Jung-min, Yoo Ah-in, Yoo Hae-jin, Oh Dal-su, Jang Yoon-ju, Jung Woong-in, Jung Man-sik, Jin Kyung, Song Young-chang, Kim Shi-hoo, Oh Dae-hwan, Yoo In-young, Chun Ho-jin


Jadi beberapa waktu lalu gw berkesempatan nonton Veteran di Korea Indonesia Film Festival 2015, yang tampilkan film-film Korea (dan Indonesia) pilihan setahun terakhir dengan harga hemat di bioskop CGV Blitz. Status Veteran yang jadi film Korea terlaris 2015 so far dengan menjual 13 juta tiket lebih di negaranya, jelas mengundang rasa penasaran gw. Belum tentu filmnya bagus--karena honestly film terlaris tahun lalu Roaring Currents gak segitu mengesankan buat gw, tapi penasaran akan apa yang bikin orang-orang Korea pada berbondong-bondong nonton film ini. So here we go.

Kalau gw mau gambarkan dengan sederhana, Veteran ini adalah sajian action hiburan yang menggabungkan drama kriminal dengan violence dan humor. Film ini kisahkan seorang detektif polisi handal, saking handalnya dia jadi konsultan untuk film-film kriminal. Suatu hari dia bersinggungan dengan sebuah kasus terlukanya seorang sopir kontrak di gedung perusahaan besar. Sedari awal dibilang bahwa si sopir mencoba bunuh diri karena stress honornya nggak dibayar-bayar, tetapi ternyata kasus sebenarnya lebih daripada itu.

Hal yang menurut gw paling menarik dari film ini bukan dari segi misterinya, tapi ada semacam komentar sosial yang mungkin memang benar-benar nyata. Kalau dilihat, film ini menyorot kongkalikong antara konglomerasi dengan pihak berwajib. Ketika salah satu orang dari pihak korporasi besar terkena skandal--apalagi di film ini menyangkut anak pemilik perusahaan yang rada psycho, pasti ada perjanjian tertentu supaya citra perusahaan tetap terjaga, dan kadang-kadang caranya cukup kejam, termasuk memutarbalikkan fakta lapangan atau menumbalkan salah satu anggota keluarga. Gw bilang ini menarik karena, well, ini terjadi di negara kita juga toh? Dan, gw juga inget bahasan yang sama juga diangkat di serial Sense8 yang entah kenapa setting-nya pas di Korea. Mungkinkah ini common di sana? Gue perlu riset lagi sih untuk itu.

Di luar itu, gw sih nggak menemukan sisi lain yang extremely menarik dari film ini. Oh, oke, adegan action di penghujung film itu gokil dan elemen humor yang diselipkan sana-sini juga cukup works. Tapi, yah, sisanya nggak memberikan gw sesuatu yang wah. Dan gw kayaknya perlu menyalahkan dua peran protagonis dan antagonis utamanya yang sama-sama ngeselin. Si detektif itu kok ya demen sih tereak-tereak mulu. Ngerti sih maksudnya orangnya tuh emosian tapi ya nggak gitu juga kale. Sementara si antagonisnya pun terlalu komikal sehingga lebih kelihatan pura-puranya. Ngeselin bukan karena karakternya memang dimaksudkan ngeselin, tapi gwnya kesal kenapa pembawaan aktornya kayak niru sepak terjang Leily Sagita di sinetron-sinetron kita. Alhasil, gw nggak bisa merasakan depth dari karakter-karakter penjuru ini.

Jadi, kenapa film ini laku banget? Hmm, tebakan gw, selain karena strategi promosinya mungkin oke berat, film ini mungkin mengandung formula yang diinginkan penonton sana. Action, komedi, drama, teriak-teriak, nangis-ngangis, pacing yang pas, dan juga relevansi temanya. Gw rasa film ini cukup pantas untuk disambut meriah. Tapi, kalau buat gue, filmnya belum bisa menimbulkan decak kagum segimananya, cukup aja.





My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar