Rabu, 21 Oktober 2015

[Movie] The Walk (2015)


The Walk
(2015 - TriStar)

Directed by Robert Zemeckis
Screenplay by Robert Zemeckis, Christopher Browne
Based on the book "To Reach the Clouds" by Philippe Petit
Produced by Tom Rothman, Steve Starkey, Jack Rapke, Robert Zemeckis
Cast: Joseph Gordon-Levitt, Charlotte Le Bon, Ben Kingsley, James Badge Dale, Clément Sibony, César Domboy, Steve Valentine, Ben Schwartz, Benedict Samuel


Ada dua sisi paling menonjol dari sineas kawakan Hollywood, Robert Zemeckis. Di satu sisi, ia termasuk salah satu sutradara yang fasih menggunakan teknologi perfilman, terbukti dari trilogi Back to the Future, Who Framed Roger Rabbit, Death Becomes Her, Contact, hingga film-film animasi motion capture seperti The Polar Express dan Beowulf, yang kental dengan visual effects. Di sisi lain, ia juga lihai dalam menggarap kisah-kisah yang humanis, seperti Cast Away, Flight, juga Forrest Gump yang membawanya menang piala Oscar.

Film terbaru Zemeckis, The Walk mungkin menjadi contoh yang paling representatif dari dua sisi tersebut. Film ini mengambil kisah nyata sederhana namun sensasional, seorang seniman wire walk (berjalan di atas seutas tali di ketinggian tertentu) yang melakukan aksi menyeberangi menara kembar World Trade Center (WTC) di New York, AS pada tahun 1974. Berhubung gedung WTC sekarang sudah lenyap, teknologi visual effects yang canggih akhirnya dimanfaatkan. Haslinya, kisah sederhana ini tetap terkesan sensasional meskipun peristiwa aslinya sudah berumur empat dekade.

Seniman wire walk Prancis, Philippe Petit (Joseph Gordon-Levitt) terobsesi untuk bisa membentangkan seutas kabel di antara puncak menara kembar WTC, melakukan aksi wire walk di atasnya di ketinggian 417 meter, dan tanpa izin—karena menurutnya di situlah salah satu nilai seninya. Obsesinya tak setengah-setengah. Ia mulai dari hal kecil seperti selalu berbicara dalam bahasa Inggris, meningkatkan kemampuannya untuk wire walk, hingga mengumpulkan tim "komplotan" yang dapat melancarkan aksinya.

Perencanaan yang matang harus dibuat oleh Philippe dan timnya agar segalanya berjalan sempurna. Tetapi, semakin mendekati waktu pelaksanaan, berbagai rintangan mulai berdatangan. Dan, kalaupun Philippe akhirnya bisa menginjakkan kakinya di antara menara kembar WTC, ia masih harus berhadapan dengan pihak berwajib atas aksi ilegalnya itu.

Judul The Walk jelas merujuk pada aksi Philippe dalam menyeberangi puncak menara kembar WTC. Sehingga, bisa diduga bahwa aksi ini akan menjadi daya tarik utama dari keseluruhan film ini. Akan tetapi, The Walk rupanya bisa menyiasati agar film ini tidak hanya maksimal di menu utamanya. Pada dasarnya, film ini juga menyorot sosok Philippe sebagai individu yang cukup unik, eksentrik, dan tak membiarkan apa pun menghalangi mimpi-mimpinya.

Seperti watak Philippe—setidaknya yang ditampilkan di film ini, perjalanan hidupnya dituturkan dengan cara yang fun. Mulai dari latar belakangnya sebagai seniman jalanan, cikal bakal obsesinya dengan gedung WTC, proses belajar wire walk, hingga caranya menemukan setiap anggota tim yang mendukungnya, semua itu dituturkan cukup komikal dalam laju yang lincah. Bahkan, sosok Philippe dijadikan narator atas kisahnya sendiri dengan berbicara langsung ke arah penonton, seolah-olah ia tengah membawakan sebuah acara.

Ini mungkin bisa dianggap seolah-olah film ini kurang serius, membuatnya sulit dipercaya bahwa yang ditampilkan adalah kisah nyata. Namun, memang sepertinya tujuan film ini bukan untuk menampilkan kisah nyata dengan cara senyata mungkin, melainkan lebih menonjolkan sensasi yang muncul dari memori Philippe atas semua itu. Contoh paling jelas, penonton akan tahu benar aksinya itu berbahaya bahkan mulai dari perencanaannya, namun film ini juga terus memancarkan optimisme Philippe, bahwa ia melakukannya dengan hati gembira. Lagipula, keseluruhan cerita film ini memang dituturkan langsung dari sudut pandang Philippe.

Akan tetapi, tak dipungkiri bahwa aksi Philippe di WTC menjadi bagian puncak film ini, dan memang paling mengundang decak kagum. Film ini sukses mereka ulang langkah demi langkah Philippe di atas kabel dengan sangat dramatis dan menegangkan, menggambarkan apa yang dirasakan Philippe beserta risiko yang harus dihadapinya saat itu. Visual effects yang berhasil "mengadakan" kembali gedung WTC dan lingkungan sekitarnya dengan detail dan tampak nyata, benar-benar turut andil atas sensasi hebat yang ditimbulkan di bagian ini.

Bila diibaratkan, aksi wire walk di WTC di film ini adalah atraksi utama sebuah pertunjukkan, dan lainnya adalah pelengkapnya. Namun, pelengkapnya pun cukup mampu menopang atraksi utamanya dengan sepadan. Sebagaimana disinggung sebelumnya, cara tutur yang komikal berhasil menjaga mood film ini sehingga tetap dinamis. Penantian atraksi utamanya—yang terjadi sekitar sepertiga akhir durasi—tetap dibuat menyenangkan dengan tuturan kisah hidup dan gambaran diri Philippe yang tak kalah menarik dari aksinya itu. Dan, sebagai puncaknya, sekalipun hampir semua orang sudah tahu bahwa aksi wire walk di WTC di film ini adalah hasil rekayasa teknologi, kesan yang dapat diambil tetaplah nyata, bahwa aksi Philippe ini memang gila.




My score: 8/10

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Muvila.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar