Sabtu, 02 Mei 2015

[Movie] Turis Romantis (2015)


Turis Romantis
(2015 - Mahaka Pictures/Spectrum Film)

Directed by Senoaji Julius
Written by Rahabi Mandra
Produced by Celerina Judisari, Hanung Bramantyo
Cast: Kirana Larasati, Shaheer Sheikh, Mike Lucock, Retno Yunitawati, Gunawan Maryanto, Alby Jufri


Menonton Turis Romantis harus dengan peringatan sejelas-jelasnya: harus santai, sesantai-santainya. I mean, seriously, dengan materi cerita dan pemain yang ada di film ini, ya kita nggak bisa mengharapkan ini jadi...emm...*bingung nyari komedi romantis Indonesia yang terkenal punya standar tinggi*, Habibie & Ainun misalnya *sorry guys, I'm lost*. Dengan memakai bintang sinetron Mahabharata dari India yang emang lagi sering banget nongol di TV kita, udah jelas bahwa film ini dibuat untuk memanfaatkan popularitas orang tersebut--he even sung the theme songs, plural. Premisnya sangat ekspres, syutingnya pun katanya nggak sampai 20 hari, jadi ya nggak bisa juga expect too much juga. Dan yang bikin tricky adalah film ini drop dead comedy yang mungkin nggak semua orang akan nyambung. O well, untungnya sih gw nyambung.

Gw rasa nggak ada yang memungkiri bahwa Turis Romantis ini sangat FTV material, you know, yang bisa ditonton pas lagi santai siang-siang. Pake setting Jogja pula. Ada si perempuan yang agak tomboi (Kirana Larasati) dibebani utang oleh bapaknya, lalu berusaha cari uang dengan jadi guide dadakan turis asal India (Shaheer Sheikh), dan bagaimana dua hal tersebut kemudian bersinggungan. Very cheesy, dan somehow kita sudah mengerti ke mana arah film ini, bahkan sebelum nonton filmnya. Karena itulah, pembuat filmnya harus kerja keras supaya cheesy-ness itu tetap enak dilihat bagi orang yang udah effort datang ke bioskop beli tiket ngantre panjang barengan sama yang mau nonton  Avengers. Supaya kelihatan-banget-cuma-pengen-jualan-nya film ini jangan sampah-sampah amat.

Untungnya itu benar-benar dilakukan. Penuturan film ini terbilang enak diikuti, urutan sebab akibatnya masih okelah, nggak out of thin air, dinamikanya juga asik, dan penyelesaiannya tidak terlalu gampangan. Karakterisasinya dan motivasinya juga terbilang bisa diterima, cewek yang nggak "cewek" dengan "pangeran" serba jago dari India yang bagaikan penyelamat. Norak sih tapi bisa diterimalah. Tapi yang jadi penghibur utama buat gw adalah humornya. Humornya memang bukan yang terpintar, misalnya ngajarin kata yang salah ke orang asing, beberapa slapstick sana-sini dengan bantuan sound effect, nempelin uang robek pake tensoplas, "ditampar uang segepok", yang mungkin sebagian besar orang lihatnya goblok atau garing atau lawakan orang tua. Tapi humornya buat gw punya timing yang pas, dan seringkali self-conscious juga, ngeledek ke-norak-an diri sendiri, terutama yang keluar dari karakter debt collector yang obsessive compulsive disorder yang dimainkan Gunawan Maryanto, dan peran si ibu nan polos yang dimainkan Retno Yunitawati. Gw juga melihat bahwa si sutradara suka menyelipkan humor hampir di setiap adegan sekalipun cuma di background. Mungkin itu siasat supaya yang penonton yang udah males sama ke-cheesy-an ceritanya jadi nggak terlalu bosan, hehe.

Ya, gw harus mengakui bahwa gw terhibur sama film ini. Jika ini jadi FTV, it would be very good one. Pun ternyata sekarang film ini tayangnya di bioskop, yah...nggak jelek-jelek amatlah. Paling nggak gw bisa menyaksikan film ini tanpa komplain berlebihan, mungkin karena gw nggak berharap yang enggak-enggak, tapi emang sih mungkin filmnya akan mudah tersapu dari ingatan. Still, gw sih berharap pak Senoaji Julius bisa garap film komedi lagi dalam level yang naik di masa mendatang, karena gw cukup suka sama humor-humor sederhananya di film ini. A little extra points gw kasih ke film ini karena satu momen di adegan klimaksnya bikin gw ngakak sentosa, bukti bahwa tujuan film ini untuk menghibur paling tidak sudah tercapai.




My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar