Minggu, 19 April 2015

[Movie] Fast & Furious 7 (2015)


Fast & Furious 7
a.k.a. Furious 7
(2015 - Universal)

Directed by James Wan
Screenplay by Chris Morgan
Based on the characters created by Gary Scott Thompson
Produced by Neal H. Moritz, Vin Diesel, Michael Fottrell
Cast: Vin Diesel, Paul Walker, Michelle Rodriguez, Jordana Brewster, Dwayne Johnson, Jason Statham, Tyrese Gibson, Chris "Ludacris" Bridges, Kurt Russell, Djimon Honsou, Nathalie Emmanuel, Elsa Pataky, Tony Jaa, Ronda Rousey, Luke Evans, Sung Kang, Gal Gadot, Lucas Black, Shed "Bow Wow" Moss


Kebangkitan franchise film action kebut-kebutan Fast & Furious adalah sebuah fenomena menarik. Franchise ini seakan hampir kehilangan arah setelah dua sekuelnya, 2 Fast 2 Furious (2003) dan The Fast and the Furious: Tokyo Drift (2006)) tidak punya kesinambungan langsung dengan film pertamanya, The Fast and the Furious (2001) karena masalah di kontrak (dan honor) deretan pemainnya. Namun, franchise ini diberi napas baru lewat film keempat, Fast & Furious (2009), dan semakin meningkat di Fast Five (2011) dan Fast & Furious 6 (2013). Terbukti perolehan box office-nya yang semakin dahsyat. Itu juga yang membuat kehadiran Fast & Furious 7 tahun ini dirasa sangat wajar, sekalipun belum tentu benar-benar diperlukan.

Menumpas pemimpin geng asal London, Owen Shaw (Luke Evans) di Fast & Furious 6, rupanya masih menyisakan perkara bagi Dom dan kawan-kawan. Kakak Owen, Deckard Shaw (Jason Staham) hendak membalas dendam. Deckard bukan orang biasa, ia adalah orang berkeahlian khusus karena dulu sering disewa pemerintah Inggris untuk menuntaskan misi rahasia. Sementara itu, Dom dan Brian bertekad tidak mau lagi kehilangan kawan-kawannya, sehingga mau tidak mau mereka harus meladeni Deckard.

Seorang agen operasi rahasia pemerintah (Kurt Russell) menawarkan bantuan bagi Dom dan Brian dalam melawan Deckard. Namun, dengan syarat mereka harus membantu mengambil sebuah program peretasan komputer yang canggih dan berbahaya. Soalnya, program dan penciptanya ada di tangan teroris berbahaya, Jakande (Djimon Hounsou). Kini Dom, Brian, dan kawan-kawan mereka yang tersisa harus mengatasi dua problema ini, demi cita-cita kehidupan aman tenteram bagi mereka dan orang-orang yang mereka sayangi.

Sekadar mengingatkan, seri Fast & Furious berawal dari kisah tentang seorang agen FBI, Brian O'Conner (Paul Walker) menyusup ke sebuah geng mobil di Los Angeles yang dikepalai Dom Toretto (Vin Diesel), yang diduga terlibat dalam beberapa pembajakan—atau istilah kekiniannya, "pembegalan"—kendaraan niaga. Beberapa film kemudian, franchise ini menjadi kisah ala Mission: Impossible versi luar jalur hukum. Dom dan Brian beserta kawan-kawan sebagai satu tim menyelesaikan berbagai misi di berbagai tempat di dunia, umumnya yang berkaitan dengan kejahatan underworld, dan selalu terjadi di saat mereka berniat mundur dari dunia kekerasan. Apa pun itu, segalanya dibuat supaya bisa memfasilitasi adegan kebut-kebutan mobil-mobil cantik yang memacu adrenalin di tempat-tempat eksotik.

Dengan mengingat hal itu, akan sangat keliru bila menyaksikan Fast & Furious 7 dengan harapan akan ada inovasi, selain daripada adegan-adegan action-nya. Konten di Fast & Furious 7 hampir tidak ada bedanya dengan film-film sebelumnya. Yang diperlukan hanyalah perubahan formasi tokoh-tokohnya, tampilkan mobil-mobil keren baru, lokasi-lokasi baru, dan memunculkan tokoh antagonis yang baru—kebetulan kali ini ada dua orang. Terlihat nyata bahwa keberadaan dua tokoh antagonis sekaligus menyebabkan fokus cerita jadi terbelah dan berkepanjangan, serta keberadaan tokoh-tokoh yang baru jadi kurang menancap dan agak tersia-sia. Tetapi, itu semua jadi tidak relevan, sebab bukan itu yang dicari dari film ini.

Lalu apa yang dicari? Aksi kebut-kebutan dan pertarungan brutal yang membuat penonton terus terjaga selama filmnya diputar. Unsur-unsur tersebut disajikan dengan lezat di film ini, dengan laju yang cepat, gambar-gambar gemerlap, dan soundtrack menghentak. Apalagi di sini ada nama-nama besar seperti Diesel, Statham, Russell, Dwayne Johnson, hingga penampilan singkat dari petarung profesional Tony Jaa dan Ronda Rousey, yang identik dengan genre action. Mulai dari pertarungan satu lawan satu yang ditata rancak sampai adegan adu mobil—bahkan sampai terbang—yang masih ampuh dalam membangun excitement. Dan, untuk memuaskan penonton, adegan-adegan ini pun ditampilkan cukup panjang durasinya. Hal ini cukup impresif mengingat sutradara James Wan dahulu dikenal membuat film horor seperti Saw, Insidious, dan The Conjuring. Transisinya ke genre action terbukti cukup mulus.

Di sisi lain, Fast & Furious 7 memang punya satu nilai istimewa, yaitu salam perpisahan dari mendiang aktor Paul Walker. Walker meninggal dunia ketika sedang rehat syuting film ini, sehingga ia tidak menyelesaikan sebagian porsinya di sini, penyesuaian pun terpaksa dilakukan. Tampilan wajah Walker jauh lebih sedikit dari biasanya, sebagian hanya ditampilkan sekilas atau dari belakang saja, karena sebagian perannya diselesaikan oleh saudara-saudaranya, Cody dan Caleb Walker, yang wajahnya ditimpa dengan animasi CGI. Cerita film ini juga akhirnya dimodifikasi dengan mengarahkan tokoh Brian akan pensiun, setelah sekian tahun beraksi bersama Dom yang jadi sahabat dan saudaranya. Paling tidak, ini bakal jadi kenangan yang baik bagi para pengikut franchise ini, dan penggemar Walker.

Sekali lagi, keunggulan sekaligus kesalahan dari Fast & Furious 7 adalah menyajikan apa yang penonton ingin saksikan setelah membeli tiket di bioskop. Ceritanya mungkin hanya berputar-putar di situ saja, ditambah prinsip-prinsip sains yang diabaikan dan juga klimaks serba kebetulan. Tetapi, yang penting itu semua bisa menampilkan aksi-aksi seru yang memancing decak kagum dan hiburan sesaat. Tidak ada yang salah dengan itu, toh memang itu maksud dan tujuannya sedari awal.





My score: 7/10


Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Muvila.com

NB: Adegan fight Michelle Rodriguez vs Ronda Rousey & tentara berjilbab dan mobil "nyebrang gedung" itu emang paling wahid dah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar