Minggu, 24 Agustus 2014

[Movie] Negeri Tanpa Telinga (2014)


Negeri Tanpa Telinga
(2014 - Lola Amaria Productions)

Directed by Lola Amaria
Written by Indra Tranggono, Lola Amaria
Produced by Lola Amaria
Cast: Ray Sahetapy, Teuku Rifnu Wikana, Kelly Tandiono, Jenny Zhang, Lukman Sardi, Tanta Ginting, Gary Iskak, Landung Simatupang, Rukman Rosadi, Eko Supriyanto


Di atas kertas, mungkin banyak orang yang bakal suka film Negeri Tanpa Telinga ini, terutama mereka yang suka baca koran. Sebagai sebuah karya satir, film ini mengangkat beberapa kasus skandal korupsi dan seks yang sering terjadi di pemerintahan kita dalam bentuk sindiran yang lumayan tidak halus--hehe, dalam artian kasus-kasus dan referensinya jelas walaupun setiap nama orang dan institusinya sudah diubah jadi agak lucu. To many people who watch it, including myself, penyajian sindiran ini lumayan bisa menggelitik lah. Setidaknya untuk bagian partai-partai, baik yang sekuler maupun agama (dan lambangnya kelihatan banget merujuk ke mana) yang terlibat korupsi, lobi keputusan parlemen yang pakai syahwat, tender yang nggak jujur, dan sebagainya.

Masalahnya, film yang jadi karya penyutradaraan ketiga dari aktris Lola Amaria ini pada akhirnya kurang dapat merangkaikan semua itu dengan satu cerita yang utuh dan mengalir enak. Poin cerita utamanya sih (harusnya?) tentang seorang tukang pijat yang memijat para orang-orang yang berkaitan dengan kasus-kasus yang lagi hot di masyarakat, dan bagaimana ia mengetahui banyak hal sehingga hidupnya tak aman dan nyaman. Itu sih penangkapan gw. 

Tetapi, pada akhirnya Negeri Tanpa Telinga justru memasukkan lebih banyak adegan tentang para orang-orang yang dipijat ketimbang memijat, seperti sibuk dengan sindiran demi sindiran sampai-sampai jalan ceritanya jadi ribet sendiri apalagi karakternya jadi banyak banget, dan terkadang kaitan satu dengan yang lain kurang bisa gw tangkap dengan jelas, kenapa kejadiannya bisa begini dan begitu dan seterusnya. In the end, film ini jadi tak semenarik premisnya yang menekankan pada si tukang pijat itu.

That being said, satu hal yang membuat gw cukup betah menyaksikan film ini adalah penampilan para pemerannya yang terbilang kuat. Ray Sahetapy oke, Teuku Rifnu oke, Jenny Zhang oke, Kelly Tandiono wuuuuh oke *eh penekanan pada segi apa nih =p*. Nama Jenny dan Kelly ini cukup unexpected karena gw emang kurang familiar sama mereka berdua, tetapi nyatanya bisa memberikan performa yang sangat menarik dan meyakinkan. Bahkan yang karakternya *sengaja* komikal seperti Lukman Sardi, Tanta Ginting, dan Eko Supriyanto juga berakting baik. Yah, bisa dibilang untuk sebuah film multikarakter, ansambel aktornya terbilang kompak, Lola sebagai sutradara berhasil di sini.

Ya begitulah, Negeri Tanpa Telinga bukanlah film yang buruk, malah sangat menarik jika dilihat dari beberapa angle, tetapi memang punya sedikit masalah di penuturan yang semakin ke sini semakin kelimpungan saking banyaknya poin yang harus disampaikan. Wellat least sindirannya lebih agak menghibur dan tidak sekasar filmnya Aria Kusumadewa a.k.a. mantannya Lola *diungkit*.




My score: 6,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar