Kamis, 31 Juli 2014

[Movie] Runaway (2014)


Runaway
(2014 - Maxima Pictures)

Directed by Guntur Soeharjanto
Written by Alim Sudio
Produced by Ody Mulya Harahap
Cast: Al Ghazali, Tatjana Saphira, Edward Akbar, Dewi Irawan, Ray Sahetapy, Kimberly Ryder, Willy Dozan


Face it. Eksistensi film ini di bioskop ini cuma ada dua faktor. 1) Al Ghazali yang sering banget disorot media karena orang-orang nyaris tak percaya anak seorang Ahmad Dhani bisa punya tampang sebule itu, nevermind the actual talent, dan 2) Maxima Pictures yang selalu ingin nebeng hal apapun yang lagi fenomenal demi box office. Yah untung saja duitnya agak banyakan dikit sehingga seluruh film ini bisa syuting di Hong Kong. So, seperti film-film lain yang niat jualannya nggak sembunyi-sembunyi, rasanya akan berlebihan jika kita mengharapkan film Runaway ini bisa as good as it could be. Lihat tampang Al Ghazali di layar besar bioskop dalam 100-an menit, selesai sudah.

Jadi, bisa dibilang film percintaan ini agak "kebal kritik" kalau gw katakan premisnya lumayan tapi jalan ceritanya agak stupid sebagaimana tercermin di dialog-dialognya yang sok bagus, juga sisi "action"-nya yang terkesan tempelan doang biar lucu (salah satu blunder adalah tidak tertanam di benak gw bahwa tokoh yang dimainin Al itu punya ilmu bela diri mumpuni, tiba-tiba bisa aja). Bahkan, sangatlah tidak relevan kalau gw bilang film ini sama sekali tidak menunjukkan potensi akting Al, jika memang ada *yaampyun pedes amat mas, cabenya ganjil ya?*. Percuma koar-koar demikian, kalau satu-satunya tujuan film ini toh sudah tercapai: jualan Al.

Kalau sudah begitu, yang bisa gw katakan adalah film ini beruntung. Beruntung punya sutradara seperti Guntur Soeharjanto yang setidaknya bisa memberikan tata adegan dan visual yang cukup nyaman dilihat di bioskop. Beruntung bisa menggaet aktris Dewi Irawan yang selalu luar biasa dan juga Tatjana Saphira, yang selain wajahnya cantik bagaikan hibrida Asmirandah dan Cinta Laura, ternyata punya bakat akting yang oke sekali, khususnya untuk genre romance seperti ini. Beruntunglah pula film ini bisa menggaet Willy Dozan dan tim action stuntwork dari Hong Kong, sehingga film ini bisa terlihat badass...untuk beberapa saat.

Dan beruntunglah gw bisa see the humour in all this. Humor di film ini memang sedikit, tetapi unintentional humour yang membuat gw bisa menertawakannya, justru banyak. Salah satu sisi yang menurut gw lucu adalah betapa Tatjana pasti tertekan beradu akting di antara satu pria yang tidak berekspresi (ehem Al) dan pria lainnya yang terlalu banyak ekspresi (ehem, Edward Akbar). Juga penampilan Ray Sahetapy yang tersia-sia karena porsi cerita dan Kimberly Ryder yang terdistraksi wignya sendiri. We can see a whole spectrum of acting in this film =p. 

Satu hal yang tidak bisa membuat gw tertawa adalah rasa prihatin terhadap tim pascaproduksi yang pasti nggak puas sama hasil akhir film ini, khususnya tata suara. Perhatikan penataan suara adegan kelahi yang seakan-akan keluar dari speaker mono. Duh, kasihan, pasti geregetan banget deh.




My score: 5,5/10

3 komentar:

  1. *ngakak sampai Macau*

    Kekejamanmu memang tiada tertahankan, Bang Reino. Luar biasa. Untung dedek Tatjana Saphira nggak diserang, dia bagaikan Ajinomoto buat film ini. Bikin sedap! *Oke, analoginya ngawur sekali*

    Ada satu adegan yang paling berkesan di Runaway dan menurut saya, itu epik sekali. Ingat saat Al ngelawan salah satu anggota geng dengan melemparinya tablet? Tepuk tangan bergemuruh. Luar biasa! Tidak pernah lho terpikirkan tarung seperti itu.

    BalasHapus
  2. Jadi masi layak utk diketawain lah ya..okee :))

    BalasHapus
  3. Hai..salam kenal, kalau lanjutan atau sequelnya kaya gini :

    http://mayaaswriter.blogspot.co.id/2015/12/runaway-2-run-again-in-europe-part-1.html

    menurut lw seru ga ya??

    BalasHapus