Kamis, 17 April 2014

[Movie] oo Nina Bobo (2014)


oo Nina Bobo
(2014 - Rapi Films)

Written & Directed by Jose Poernomo
Produced by Gope T. Samtani
Cast: Revalina S. Temat, Daniel Topan, Firman Ferdiansyah


Yeaah I know, inilah jenis film yang pasti gw hindari kalau tidak dalam keadaan terpaksa atau demi menunaikan tugas kewajiban. Ini film horor--gw nggak suka horor--dan premisnya pun nggak benar-benar menarik perhatian gw: lagu "Nina Bobo" yang ternyata bisa ndatengin dedemit. I mean, who cares? Tapi namanya demi hiburan ya sah-sah aja sih.

Jika ada hal positif yang bisa gw katakan tentang film ini, adalah bahwa production value-nya cukup oke untuk sebuah film yang (masih kelihatan) berbiaya murah. Sinematografinya enak dilihat--satu hal yang setidak-tidaknya pasti didapat dari film buatan Jose Poernomo--sama seperti Revalina yang enak banget dilihat =). Film ini juga punya desain hantu yang cukup oke, itu tuh yang ada di posternya, itu ada gabungan kostum dan CGI yang not bad at all. Rancangan plotnya juga cukup beda dari film-film horor Indonesia lainnya. Berdasar pada eksperimen radikal seorang psikiater terhadap seorang anak yang menderita post-traumatic stress disorder, ceritanya mengikuti diari hari ke hari dari eksperimen itu, hari pertama gimana, hari kedua gimana dan seterusnya--tapi di antaranya ada makhluk halus yang mulai ganggu-ganggu. It's a good idea.

Tetapi, set-up yang oke itu tidak dibarengi dengan ekskusi yang oke pula, film ini masih jauh untuk dikatakan "film penting". Masak pembahasan tentang lagu "Nina Bobo"-nya di ujung banget, depan-depannya ngapain aja? Juga cukup banyak confusion antara satu adegan ke adegan lainnya yang tak terjelaskan, mungkin maunya teasing tapi jadinya mbingungin. Dan, satu hal yang penting, buat gw film horor ini nggak serem. Gw tau apa itu serem, makanya gw nggak suka nonton horor. Tapi sebuah horor yang gagal bikin gw merasa ngeri, berarti ada masalah dong. Jadi, sekitar 90 menit yang gw saksikan dari film ini adalah adegan-adegan nggak serem yang dipanjang-panjangkan, yang inti ceritanya juga baru "jalan" di sepertiga akhirnya. Ck, eman.



My score: 5,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar